News Update :

Pasca Penemuan Mayat 2 Intel TNI, Polisi Tangkap Lima Warga Aceh Utara

Selasa, 31 Maret 2015

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Polisi telah menangkap sedikitnya lima orang setelah penemuan mayat dua intel TNI yang sebelumnya diduga diculik dan dibunuh oleh kelompok bersenjata di Dusun Alue Mbang, Desa Alue Papeun, Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Selasa pekan lalu. Penangkapan tersebut dilakukan pada pekan itu juga.

Tiga dari lima orang yang dimaksudkan adalah Nurdin A. Gani, 34 tahun, Mahdi (34), dan Nurdin (35). Mereka semua adalah petani kebun yang juga warga Desa Seumirah, yang berladang di Dusun Batee Pila, Desa Alue Papeun. Mereka "diangkut" ketika polisi menyisir wilayah di sekitar lokasi penemuan mayat dua intel asal Kodim Aceh Utara, yakni Sersan Satu Indra Irawan dan Sersan Dua Hendrianto, pada hari itu juga.

"Mereka sudah dilepas. Cuma Mahdi yang belum karena dikaitkan dengan kasus pidana lain, bukan kasus penculikan itu," ucap Hasan, Kepala Desa Seumirah, kemarin.

Dua orang lainnya yang telah ditangkap adalah Muzakir bin M. Nur (41), warga Desa Paya Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, pada hari yang sama, serta Mansurdin alias Doyok bin M. Rasyit, yang tertangkap bersama temuan berupa tas yang berisi 384 peluru aktif, juga di Simpang Keuramat pada esok harinya.

Dalam surat penangkapan yang diterima kuasa hukumnya dari LBH Lhokseumawe, Muzakkir disangka terliba dalam kasus penculikan Maulidin (24), seorang pengusaha asal Desa Glumpang Sulu Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Muzakkir dituding melakukan hal itu bersama kelompok bersenjata Din Minimi pada Februari lalu.

Kepala Polres Lhokseumawe Ajun Komisaris Besar Cahyo Hutomo tidak mengangkat telepon selulernya ketika hendak dimintai konfirmasi. Pesan pendek yang dikirimkan juga tidak dibalas.

Kepala Polda Aceh Inspektur Jenderal Husein Hamidi baru sebatas memetakan ada tiga kelompok bersenjata di Aceh yang kerap melakukan tindak kriminal selama ini. Mereka adalah Kelompok Din Minimi, Kelompok Raja Rimba, dan Kelompok Gambit. Ia membenarkan Doyok ditangkap karena terkait dengan satu dari kelompok-kelompok itu. "Tapi belum diketahui keterlibatannya (dalam pembunuhan anggota intel TNI). Sumber: koran.tempo.co
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016