![]() |
| Mabes Polri pasrahkan pengamanan KJRI di Sydney pada polisi Australia. Foto: Daily Telegraph. |
Jakarta | acehtraffic.com – Situasi Australia memanas jelang eksekusi mati dua warga Negeri Kangguru itu, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, anggota sindikat narkoba Bali Nine.
Buntutnya teror pun dialami Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Sidney. Cairan warna merah mirip cairan darah ditemukan menggenang di pintu masuk gedung KJRI.
Namun teror itu tak menyurutkan Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan eksekusi mati terhadap dua warga negara Australia itu dan 9 terpidana mati lainnya.
“Eksekusi mati ini merupakan pesan bahwa Pemerintah Indonesia menyatakan perang terhadap narkoba, dan menolak intervensi asing,” kata Kajagung, HM Prasetyo, Rabu (4/3/2015).
Mantan Jampidum inipun menyayangkan teror KJRI Sidney. “Itu mungkin cara mereka (warga Australia) melampiaskan ekspresinya,” katanya.
Sementara itu, Badan Intelijen Nasional (BIN) meminta Pemerintah Australia bertanggung jawab penuh atas pengamanan Kantor KJRI.
“Kami telah menyampaikan hal itu kepada Polisi dan BIN Australia,” kata Kepala BIN, Marciano Norman, yang menyebut KJRI Sidney telah tiga kali mendapat teror jelang eksekusi mati Bali Nine.|medansatu.com |
Buntutnya teror pun dialami Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Sidney. Cairan warna merah mirip cairan darah ditemukan menggenang di pintu masuk gedung KJRI.
Namun teror itu tak menyurutkan Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan eksekusi mati terhadap dua warga negara Australia itu dan 9 terpidana mati lainnya.
“Eksekusi mati ini merupakan pesan bahwa Pemerintah Indonesia menyatakan perang terhadap narkoba, dan menolak intervensi asing,” kata Kajagung, HM Prasetyo, Rabu (4/3/2015).
Mantan Jampidum inipun menyayangkan teror KJRI Sidney. “Itu mungkin cara mereka (warga Australia) melampiaskan ekspresinya,” katanya.
Sementara itu, Badan Intelijen Nasional (BIN) meminta Pemerintah Australia bertanggung jawab penuh atas pengamanan Kantor KJRI.
“Kami telah menyampaikan hal itu kepada Polisi dan BIN Australia,” kata Kepala BIN, Marciano Norman, yang menyebut KJRI Sidney telah tiga kali mendapat teror jelang eksekusi mati Bali Nine.|medansatu.com |

