Jakarta | acehtraffic.com - kota paling ujung Sumatera kini berusia 810 tahun tepatnya pada 22 April 2015, sebuah usia kota yang termasuk paling tua di Republik ini. Banda Aceh adalah Pinto (Pintu) Nusantara karena letaknya sangat strategis sebagai pintu masuk di Selat Malaka.
Dalam catatan sejarah, Banda Aceh berdiri resmi sebagai kota pada 1 ramadhan 601 H (22 April 1205 M), bertepatan dengan dibangunnya istana kerajaan Aceh oleh Sultan Johansyah. Pada mulanya kota tersebut berada di Gampong Pande dan Gampong Jawa sekarang ini.
Kota dengan visi Banda Aceh Model Kota Madani merupakan salah satu daerah tujuan wisata. Sejumlah objek wisata religi, tsunami dan heritage yang terdapat di Kota Banda Aceh menjadi salah satu daya tarik wisatawan luar ke Banda Aceh. Selain itu terdapat daya tarik wisata kuliner dan tentu saja keramahtamahan warganya.
Dalam catatan sejarah, Banda Aceh berdiri resmi sebagai kota pada 1 ramadhan 601 H (22 April 1205 M), bertepatan dengan dibangunnya istana kerajaan Aceh oleh Sultan Johansyah. Pada mulanya kota tersebut berada di Gampong Pande dan Gampong Jawa sekarang ini.
Kota dengan visi Banda Aceh Model Kota Madani merupakan salah satu daerah tujuan wisata. Sejumlah objek wisata religi, tsunami dan heritage yang terdapat di Kota Banda Aceh menjadi salah satu daya tarik wisatawan luar ke Banda Aceh. Selain itu terdapat daya tarik wisata kuliner dan tentu saja keramahtamahan warganya.
“Peumulia Jamei Adat Geutanyo (memuliakan tamu adalah adat istiadat kami) adalah spirit kami dalam membangun pariwisatas” kata Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal.
Menurut Illiza Kebudayaan Aceh sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Islam, sehingga tidak ada satu budaya pun yang hidup dan berkembang di Aceh bertentangan dengan agama Islam.
Sebagai kota tamaddun, Banda Aceh adalah pintu gerbang kebudayaan Aceh, kota tempat identitas keacehan bermula, di kota tua ini asal muasal seluruh adat dan budaya yang kini berkembang di 23 kabupaten kota. Hal ini bukan tanpa dasar, asal mula Aceh pada awalnya adalah Bandar Aceh Darussalam. Barulah dalam perjalanan waktu dan masa, kebudayaan Aceh berkembang seiring penyiaran agama Islam tidak hanya di Aceh tetapi juga dibeberapa negeri di nusantara.
Sebagai kota tujuan wisatawan, Banda Aceh terus berbenah dan menyiapkan diri sebagai destinasi wisata Islami dunia. Bukan tanpa alasan, dengan berbagai objek wisata religi, tsunami, heritage dan adat istiadat yang kaya dan beragam menjadi salah satu kota tujuan wisatawan nusantara dan luar negeri.
Untuk mewujudkan ini Pemerintah Kota Banda Aceh menggandeng PATA Indonesia Chapter guna ikut membantu promosi Kota Banda Aceh sebagai tempat yang patut dan layak dikunjungi. Agar presentase kunjungan wisatawan ke kota Banda Aceh terjadi peningkatan sebesar 20% setiap tahunnya sesuai dengan target RPJMD Kota Banda Aceh tahun 2012 – 2017.
PATA (Pacific Asia Travel Association) salah satu organisasi traveller dunia yang sudah berdiri sejak tahun 1951 yang berkantor pusat di Bangkok, Thailand. Yang sudah memiliki anggota mencapai 1.110 pelaku industri pariwisata dari 42 negara. PATA Indonesia merupakan asosiasi yang berperan dalam pengembangan industry tourism dan destinasi di kawasan asia pacific yang akan mendorong pertumbuhan berbagai destinasi wisata di tanah air guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara ke destinasi wisata di Indonesia.
Tujuan dari kerjasama antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan PATA Indonesia Chapter yaitu :
Menurut Illiza Kebudayaan Aceh sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Islam, sehingga tidak ada satu budaya pun yang hidup dan berkembang di Aceh bertentangan dengan agama Islam.
Sebagai kota tamaddun, Banda Aceh adalah pintu gerbang kebudayaan Aceh, kota tempat identitas keacehan bermula, di kota tua ini asal muasal seluruh adat dan budaya yang kini berkembang di 23 kabupaten kota. Hal ini bukan tanpa dasar, asal mula Aceh pada awalnya adalah Bandar Aceh Darussalam. Barulah dalam perjalanan waktu dan masa, kebudayaan Aceh berkembang seiring penyiaran agama Islam tidak hanya di Aceh tetapi juga dibeberapa negeri di nusantara.
Sebagai kota tujuan wisatawan, Banda Aceh terus berbenah dan menyiapkan diri sebagai destinasi wisata Islami dunia. Bukan tanpa alasan, dengan berbagai objek wisata religi, tsunami, heritage dan adat istiadat yang kaya dan beragam menjadi salah satu kota tujuan wisatawan nusantara dan luar negeri.
Untuk mewujudkan ini Pemerintah Kota Banda Aceh menggandeng PATA Indonesia Chapter guna ikut membantu promosi Kota Banda Aceh sebagai tempat yang patut dan layak dikunjungi. Agar presentase kunjungan wisatawan ke kota Banda Aceh terjadi peningkatan sebesar 20% setiap tahunnya sesuai dengan target RPJMD Kota Banda Aceh tahun 2012 – 2017.
PATA (Pacific Asia Travel Association) salah satu organisasi traveller dunia yang sudah berdiri sejak tahun 1951 yang berkantor pusat di Bangkok, Thailand. Yang sudah memiliki anggota mencapai 1.110 pelaku industri pariwisata dari 42 negara. PATA Indonesia merupakan asosiasi yang berperan dalam pengembangan industry tourism dan destinasi di kawasan asia pacific yang akan mendorong pertumbuhan berbagai destinasi wisata di tanah air guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara ke destinasi wisata di Indonesia.
Tujuan dari kerjasama antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan PATA Indonesia Chapter yaitu :
- Ingin mengembalikan sejarah-sejarah kajayaan islam masa lalu dengan membangun wisata spiritual.
- Ingin mengembalikan Serambi Mekkah seperti masa lalu, dimana pada zaman dahulu setiap perjalanan haji dengan kapal laut akan transit di perairan Banda Aceh.
- Pemerintah Kota Banda Aceh dan PATA ingin menyiapkan tempat pembekalan bagi para Jama’ah Haji Indonesia untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Haji.
- Menjadikan Banda Aceh sebagai miniatur Kota Mekkah di Indonesia dengan latar Belakang Mesjid Raya Baiturrahman sebagai Pusat Wisata Spritual.
- Menjadikan Banda Aceh sebagai tempat wisata dan study Islam di kawasan Asia Pacific.
- Meningkatkan pengembangan industry MICE di Aceh dalam memajukan ekonomi masyarakat Aceh.
“Penandatangan MoU PATA dan Pemerintah Kota Banda Aceh kita harapkan dapat meningkatkan promosi wisata Banda Aceh sebagai destinasi wisata Islami dunia,” kata Poernomo Siswoprasetijo, CEO PATA Indonesia Chapter, seraya menambahkan bahwa Banda Aceh adalah miniatur Kota Mekkah di Nusantara.
PATA Indonesia Chapter juga meresmikan PATA Indonesia Chapter Regional Aceh (PICAR) sebagai perwakilan PATA Indonesia Chapter di wilayah Provinsi Aceh. Yang dipimpin oleh Rahmat Musfikar (Chairman), Muhammad Riski (Sekjend) dengan ditandai dengan penyerahan piagam peresmian oleh Bapak Poernomo Siswoprasetijo Kepada Rahmat Musfikar.
“Selamat Datang di kota Banda Aceh, Kami akan menyambut anda sepenuh hati menikmati pengalaman Spiritual Journey di Kota Banda Aceh”(Illiza Sa’aduddin Djamal/Walikota Banda Aceh) | AT | TM | Rillis |

