Banda Aceh | acehtraffic.com – Tabuhan gendang, gong dan simbal dimainkan beberapa remaja memecah kesunyian pagi di Peunayong, Banda Aceh.
Tiga singa barongsai putih, kuning dan merah jambu meliuk-liuk
ditengah kerumunan orang memadati Jalan RA. Kartini, Minggu (1/3/2015).
Tepuk tangan membahana saat singa pink yang ditarikan dua remaja
mulai naik ke tiang panca, kemudian berdiri tegak dan melompat dari satu
tiang ke tiang lain. Selanjutnya berjalan di atas dua bambu yang di
bentang memanjang, ‘menerkam’ sayuran yang digantung di ujungnya.
Beginilah suasana dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek 2566 digelar Yayasan HAKKA di kampong pecinanan Banda Aceh ini.
Uniknya atraksi barongsai yang dibalut dengan parade karakter
legenda Tiongkok ini bukan hanya dihadiri warga turunan Tionghoa, tapi
juga memukau warga pribumi.
Bahkan dua dari penabuh simbal dalam atraksi barongsai ini adalah
remaja muslim Aceh. Dengan tetap mengenakan hijab, keduanya tampak
energik memainkan musik pengiring barongsai, menyatu dengan tiga remaja
lainnya.
Selain barongsai acara juga diisi dengan parade kostum karakter legenda Tiongkok seperti Chai Sin Ya, Fuk Luk Su, Sun Go Kong, dewa rezeki dan lainnya. Parade ini dimainkan remaja setempat.
Dalam parade mereka juga menampilkan cerita sosok legenda raja dan ratu Tiongkok, didampingi dayang-dayang, diserta dewa rezeki yang melimpahkan kemakmuran. Sang dewa membagikan buah, snack dan angpau kepada anak-anak yang hadir.
“Saya suka lihat mereka berpakaian kek gitu, seperti di film-film China. Barongsainya juga keren,” ujar Emi, seorang mahasiswi.
Menurut Ketua Yayasan HAKKA Aceh, Kho Khie Siong alias Aky, parade kostum karakter-karakter legenda Tiongkok dan barongsai ini yang ditampilkan ini bagian dari seni budaya negeri Tirai Bambu.
Selain untuk menghibur warga dalam rangka memeriahkan Imlek, menurut Aky, kegiatan ini juga untuk menampilkan nuansa Tiongkok kepada warga Tionghoa yang rindu dengan budaya China. "Di situ tampil karakter dewa rezeki, kita berharap semakin dimudahkan rezeki,” ujarnya.| okezone.com |
Dalam parade mereka juga menampilkan cerita sosok legenda raja dan ratu Tiongkok, didampingi dayang-dayang, diserta dewa rezeki yang melimpahkan kemakmuran. Sang dewa membagikan buah, snack dan angpau kepada anak-anak yang hadir.
“Saya suka lihat mereka berpakaian kek gitu, seperti di film-film China. Barongsainya juga keren,” ujar Emi, seorang mahasiswi.
Menurut Ketua Yayasan HAKKA Aceh, Kho Khie Siong alias Aky, parade kostum karakter-karakter legenda Tiongkok dan barongsai ini yang ditampilkan ini bagian dari seni budaya negeri Tirai Bambu.
Selain untuk menghibur warga dalam rangka memeriahkan Imlek, menurut Aky, kegiatan ini juga untuk menampilkan nuansa Tiongkok kepada warga Tionghoa yang rindu dengan budaya China. "Di situ tampil karakter dewa rezeki, kita berharap semakin dimudahkan rezeki,” ujarnya.| okezone.com |

