Aceh
Utara | acehtraffic.com - Segenggam kisah dan peristiwa yang kini buat heboh dan jantung warga kembali berdetak kencang terjadi di Kecamatan Nisam Antara pasca Perdamaian Aceh masih menjadi polemik dan penuh tanda tanya?
Peristiwa sebelumnya yang terjadi pada, Rabu, 21 Maret 2007, 4 orang Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti dianiaya sekelompok orang di sebuah sekolah dasar yang belum rampung dibangun oleh NGO Save The Children di Desa Alue Dua. Pasalnya, Ke 4 Anggota TNI tersebut mereka dituduh sebagai mata-mata atau sedang melakukan kegiatan intelijen didaerah basis konflik.
Kejadian tersebut ditanggapi secara serius oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Supiadin.AS. “Apa salahnya kalau memang intel?
Apa karena mereka intel lantas bisa dijadikan sangsak (masakan khas Batak yang berbahan baku daging anjing), bisa dihajar seperti binatang?” cetus Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin.AS, saat berkunjung ke Alue Dua Nisam Antara, pada Senin 26 Maret 2007.
Ke 4 Prajurit tersebut adalah Pratu (prajurit satu) Rudi Suhendra, Prada (prajurit dua) Richard Paulus, Prada (prajurit dua) Ciptoro, dan Prada (prajurit dua) Rahmad.
Peristiwa sebelumnya yang terjadi pada, Rabu, 21 Maret 2007, 4 orang Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti dianiaya sekelompok orang di sebuah sekolah dasar yang belum rampung dibangun oleh NGO Save The Children di Desa Alue Dua. Pasalnya, Ke 4 Anggota TNI tersebut mereka dituduh sebagai mata-mata atau sedang melakukan kegiatan intelijen didaerah basis konflik.
Kejadian tersebut ditanggapi secara serius oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Supiadin.AS. “Apa salahnya kalau memang intel?
Apa karena mereka intel lantas bisa dijadikan sangsak (masakan khas Batak yang berbahan baku daging anjing), bisa dihajar seperti binatang?” cetus Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin.AS, saat berkunjung ke Alue Dua Nisam Antara, pada Senin 26 Maret 2007.
Ke 4 Prajurit tersebut adalah Pratu (prajurit satu) Rudi Suhendra, Prada (prajurit dua) Richard Paulus, Prada (prajurit dua) Ciptoro, dan Prada (prajurit dua) Rahmad.
| Tempat kejadian Meninggal 2 anggota Intel Kodim 0103 Aceh Utara |
Namun
kejadian yang berbeda terjadi lagi atas institusi TNI yang masih menimbulkan
tanda tanya di Kecamatan yang sama. Peristiwa
tersebut terjadi terhadap 2 orang anggota Unit Intel Kodim 0103 Aceh Utara
bernama (Sertu Indra dan Serda Hendri) yang di culik oleh segerombolan bersenjata
di Dusun Alue Mbang Gampong Alue Papeun Kecamatan Nisam Antara sekitar pukul
14:00 Wib sore, Senin 23 Maret 2015 yang akhirnya tewas secara menganaskan
dengan beberapa luka tembak di bagian tubuhnya.
Yang
sangat memilukan ke 2 anggota TNI yang dibunuh secara tidak manusiawi dengan
tangan terikat tanpa busana, hanya bagian kemaluannya saja yang tertutupi
dengan Celana dalam, dan ke 2 Anggota
Intel Kodim tersebut di telungkupkan secara dekat dengan temannya.
Kisah
misterius tersebut bermula di saat ke 2 anggota Intel Kodim 0103 Aceh Utara
bertamu ke rumah Kepala Mukim Batee Pila Sdr, M.Daud, sebelum bertamu kerumah
Mukim Daud, Ke 2 Anggota Intel Kodim sempat ngopi bareng bersama Mukim Daud di
sebuah warung Alue Papeun Nisam Antara.
Menurut
kesaksian seorang warga mengatakan setelah mereka mengobrol di warung kopi
tersebut, mereka melanjutkan berbicara di rumahnya Mukim Daud di Dusun Alue
Mbang, sekitar pukul, 14:00 Wib, setelah melanjutkan pembicaraan di rumah Mukim
Daud ke 2 Anggota TNI tersebut berpamitan dan pulang.
Tiba-tiba
tidak jauh dari rumahnya yang berjarak sekitar 200 Meter (ada juga yang
menyebutkan 400 meter), ke 2 Anggota TNI tersebut di cegat serta ditodong oleh
puluhan orang yang berseragam dua uniform.
Sebagian berseragam militer lengkap dengan senjata api
laras panjang, dan ada juga yang memakai seragam hitam dengan senjata lengkap, kemudian ke 2 Anggota TNI tersebut di seret selayak
seorang maling yang dihakimi oleh ratusan massa, ke 2 anggota TNI tersebut di
pukul dan ditendang seraya menarik keluar dari mobil yang ditumpanginya.
Setelah
kejadian tersebut, ke 2 Anggota TNI dibawa
oleh segerombolan orang berseragam bersenjata lengkap itu dengan berjalan
kaki menuju Gampong Batee Pila, kira - kira dua jam kemudian setelah terjadi
pemukulan dan penculikan, terdengarlah suara letusan senjata api oleh warga
setempat sekitar jam 18:00 Wib yang tidak jauh dari lokasi diseretnya ke 2
Anggota Intel TNI tersebut.
Ekses
dari kejadian penembakan ke 2 intel TNI tersebut situasi dan kondisi di daerah
Nisam Antara kian mencekam sehingga warga harus mengantongi KTP kemana pun
beraktivitas,
Ribuan
Personil TNI/Polri tersebar di 4 Kecamatan, yaitu Nisam Antara dan Nisam, Kuta
Makmur dan Sawang, kejadian tersebut bukan hanya berdampak bagi warga Nisam
Antara, namun di 3 kecamatan yang lainnya harus waspada saat berkebun dan juga
diwajibkan mengantongi KTP.
Patroli
Aparat TNI/Polri kian tersebar, beberapa lokasi di perkampungan warga jadi
target operasi dengan memeriksa setiap warga yang melintas di Gampongnya.
Pantauan
Reporter acehtraffic.con dan juga informasi yang diterima dari sejumlah warga,
Aparat TNI/Polri sempat menahan beberapa warga yang tidak mengantongi KTP,
seperti yang terjadi di Gampong Meunasah Krueng Kecamatan Nisam Tadi malam,
Jumat 27 Maret 2015, 5 warga sempat di tahan hingga beberapa jam karena tidak
mengantongi KTP, kemudian setelah Kepala Desa membenarkan itu warganya, maka ke
5 orang tersebut dibebaskan.
Kejadian
serupa juga terjadi di Gampong Beureughang Kecamatan Kuta Makmur, disaat warga
pulang dari kebunnya terjaring sweeping aparat keamanan pada hari Kamis 26
Maret, dan disitu juga ada sekitar 6 warga yang ditahan hingga menjelang pagi baru dibebaskan dengan dijemput oleh Kepala
Desa yang membenarkan yang terkena sweeping itu adalah warganya.| AT | TM | R|

