Banda Aceh | acehtraffic.com - Perdana Menteri Tony Abbott sedang jadi bulan-bulanan sepekan terakhir. Bukan hanya warga Indonesia yang tersinggung atas usahanya membatalkan eksekusi mati Bali Nine.
Publik Negeri Kanguru pun kerap mengkritik pemimpin Partai Liberal itu lantaran berkali-kali ucapannya bikin blunder.
Di forum-forum dunia maya, Abbott sering jadi bahan meme bernada menghina, dan Mahasiswa Aceh pun menggelar aksi kumpul koin untuk mengembalikan bantuan yang di berikan Australi semasa Aceh di landa Tsunami dulu,
Tindakan Mahasiswa Aceh yang mengumpulkan koin Untuk Australia di nilai oleh Mantan Gubernur Aceh Irwandi yusuf di jejaringan sosialnya terlalu berlebihan, karena yang terluka bukan perasaan Abbott, tapi rakyat Australia yang iklas menyumbang untuk korban Tsunami Aceh yang kenak imbas.
Kritikan yang berbaur renungan tersebut di lontarkan oleh Irwandi di jejaringan sosial Facebooknya yang mengatakan " Bantuan orang dengan senang hati kita terima, bahkan "toh lom?" Tapi begitu orang salah omong sedikit kita langsung meradang tanpa kontrol. Pada saat kita mengkritik silap lidah Abbot secara brutal dan membuat aksi kumpul recehan, maka sebenarnya yang sedang kita lukai adalah perasaan RAKYAT AUSTRALIA, murid TK, pelajar, ibu rumah tangga, dan seluruh lapisan rakyat yang telah menyumbang untuk Aceh. Kenapa kita sudah berubah menjadi suatu komunitas yang emosional? Martabat apakah yang sedang bangsa ini perjuangkan? Reaksi kita yang berlebihan menunjukkan di level mana kita sedang berdiri. Abbot telah salah ucap dan dia sedang "diserbu" oleh rakyatnya sendiri. Tetapi ketika kita beraksi dengan emosi disini, kita sebenarnya sedang menista rakyat Australia yang telah berbaik hati kepada kita. Tindakan kita lebih buruk dan lebih kekanak-kanakan dari ucapan Abbot. Bukan begini caranya dalam pergaulan internasional. tulis Irwandi, | AT | TM |

