Idi | acehtraffic.com - Muspika Peureulak, Aceh Timur, meminta masyarakat dalam wilayahnya agar tak terpengaruh dengan LSM Aceh Timur Development Commodite (Atidec) gampong setempat. Sebab, selama ini LSM tersebut telah merekrut warga desa bergabung ke lembaga tersebut untuk mendapatkan gaji Rp 1,8 juta setiap bulan, tanpa harus bekerja.
Camat Peureulak, Abdul Aziz SE MSI mengakui sejumlah warga desa telah dibujuk untuk bergabung dalam LSM Atidec. Sesuai laporan dari masyarakat, setiap warga yang bergabung dalam LSM itu akan diberikan gaji tanpa harus bekerja. “Masyarakat harus hati-hati, karena LSM tersebut tidak jelas. Bahkan Kesbangpol Linmas juga telah mengeluarkan surat edaran untuk setiap kecamatan agar menghentian aktivitas LSM tersebut,”tegas Camat Peureulak tersebut.
Menurut Camat Peureulak itu, kini Muspika sedang meneliti aktivitas dan program LSM yang disebut-sebut punya donatur yang kuat dari luar daerah itu. Abdul Azis khawatir, jika kegiatan LSM itu menjanjikan kepada pengikutnya akan diberikan gaji tanpa harus bekerja, tentu ada tujuan tertentu yang terselubung dibalik itu. “Kami telah turun ke desa desa untuk mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan ajakan itu, konon lagi ada kabar kini puluhan warga telah bergabung ke lSM tersebut,” katanya.
Kepala Kesbangpol Linmas, Aceh Timur, M Amin SH MH kepada Serambi mengatakan, pada Desember 2014 lalu LSM Atidec telah terdaftar di kepada Kesbangpol inmas. Namun, tambah M Amin, pada 16 Februari 2015 para pimpanan dayah dan MPU Aceh Timur beraudensi ke Kesbangpol Linmas.
Katanya, para ulama serta pengurus MPU Aceh Timur meminta Pemkab Aceh Timur melalui Kesbangpol agar memberhentikan kegiatan LSM tersebut, karena telah terjadi kecemasan di tengah masyarakat setelah sejumlah warga direkrut dan dijanjikan akan digaji tanpa harus bekerja. “Setelah saya berkonsultasi dengan Wakil Bupati, maka kami telah mengeluarkan surat untuk melarang aktivitas LSM Atidec tersebut takut terjadi konflik di tengah masyarakat,” kata M Amin.
Sementara itu, M Ali seorang warga Desa Beusa Meurano, Kecamatan Peureulak Aceh Timur mengatakan, lebih kurang 43 orang di desa itu telah bergabung dalam LSM Atidec. Menurut M Ali didampingi warga lainnya, perekrutan warga dilakukan oleh dua warga desa setempat secara diam-diam.
Katanya, warga tergiur karena setiap anggota LSM itu akan diberikan cuma-cuma tanpa bekerja Rp 1,8 juta setiap bulan. “Kami curiga, ini pasti ada program atau maksud-maksud tertentu, takut terjadi konflik maka warga mengadukan hal itu ke Polsek,” ujar M Ali.| aceh.tribunnews.com |
Camat Peureulak, Abdul Aziz SE MSI mengakui sejumlah warga desa telah dibujuk untuk bergabung dalam LSM Atidec. Sesuai laporan dari masyarakat, setiap warga yang bergabung dalam LSM itu akan diberikan gaji tanpa harus bekerja. “Masyarakat harus hati-hati, karena LSM tersebut tidak jelas. Bahkan Kesbangpol Linmas juga telah mengeluarkan surat edaran untuk setiap kecamatan agar menghentian aktivitas LSM tersebut,”tegas Camat Peureulak tersebut.
Menurut Camat Peureulak itu, kini Muspika sedang meneliti aktivitas dan program LSM yang disebut-sebut punya donatur yang kuat dari luar daerah itu. Abdul Azis khawatir, jika kegiatan LSM itu menjanjikan kepada pengikutnya akan diberikan gaji tanpa harus bekerja, tentu ada tujuan tertentu yang terselubung dibalik itu. “Kami telah turun ke desa desa untuk mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan ajakan itu, konon lagi ada kabar kini puluhan warga telah bergabung ke lSM tersebut,” katanya.
Kepala Kesbangpol Linmas, Aceh Timur, M Amin SH MH kepada Serambi mengatakan, pada Desember 2014 lalu LSM Atidec telah terdaftar di kepada Kesbangpol inmas. Namun, tambah M Amin, pada 16 Februari 2015 para pimpanan dayah dan MPU Aceh Timur beraudensi ke Kesbangpol Linmas.
Katanya, para ulama serta pengurus MPU Aceh Timur meminta Pemkab Aceh Timur melalui Kesbangpol agar memberhentikan kegiatan LSM tersebut, karena telah terjadi kecemasan di tengah masyarakat setelah sejumlah warga direkrut dan dijanjikan akan digaji tanpa harus bekerja. “Setelah saya berkonsultasi dengan Wakil Bupati, maka kami telah mengeluarkan surat untuk melarang aktivitas LSM Atidec tersebut takut terjadi konflik di tengah masyarakat,” kata M Amin.
Sementara itu, M Ali seorang warga Desa Beusa Meurano, Kecamatan Peureulak Aceh Timur mengatakan, lebih kurang 43 orang di desa itu telah bergabung dalam LSM Atidec. Menurut M Ali didampingi warga lainnya, perekrutan warga dilakukan oleh dua warga desa setempat secara diam-diam.
Katanya, warga tergiur karena setiap anggota LSM itu akan diberikan cuma-cuma tanpa bekerja Rp 1,8 juta setiap bulan. “Kami curiga, ini pasti ada program atau maksud-maksud tertentu, takut terjadi konflik maka warga mengadukan hal itu ke Polsek,” ujar M Ali.| aceh.tribunnews.com |

