Medan | acehtraffic.com - Muhammad Habibi (31) pemuda asal Bireun, Aceh Terpidana kasus Narkoba yang i tahan di Lapas Tanjung Gusta Medan beberapa waktu lalu i periksa oleh tim penyidik Polresta Medan Terkait mengendalikan pengedar Sabu-sabu dalam LP yang membangun jaringan komunikasi dengan anggotanya yang di tangkap Senin 12 Januari 2015 lalu di jalan Gagak Hitam, Medan, Karena tiak terbukti akhirnya Habibi di kembalikan ke Lapas.
Informasi yang i terima Reporter acehtraffic.com sebelumnya Habibi yang berada dalam Lapas mengendalikan 2 anak buahnya melalui Handphone selulernya untuk membawa narkoba dari Aceh ke Medan yang pada akhirnya tidak berjalan mulus di karenakan mereka di ringkus oleh Polisi, sekaligus berbagai barang bukti yang mencapai angka Rp 8 miliar.
Sindikat peredaran narkoba ini terungkap setelah polisi meringkus dua kurir, ZM (21) dan MR (27) dari Jalan Gagak Hitam, Medan Sunggal, belum lama ini. Dari pemuda yang berdomisili di Komplek Gardenia, Jalan Pasar II, Medan Selayang ini disita sabu-sabu 2.569,52 gram, pil ekstasi 46.848 butir, dua unit mobil Honda Jazz BG 1246 GA, dan Chevrolet Aveo BK 1073 QE, serta dua unit ponsel.
Setelah itu Polresta Medan memerikasa Napi Habibi tersebut, namun di lepaskan kembali kedalam Lapas pada Kamis Sore 22 Januari 2015 yang menyatakan Habibi tidak bisa di Libatkan sebagai pemilik Narkoba dikarenakan tiak cukup alat bukti.
Namun Kalapas Tanjung Gusta Medan Lilik SoeJandi Bc.Ip saat di hubungi Reportwr acehtraffic.com Jumat 23 Januari membenarkan jika Napi Habibi telah di pulangkan ke lapas Kamis Sore, dan keterlibatannya dalam mengendalikan anak buahnya dalam LP Lilik mengatakan itu memang sudah kelalaian anggota kami dan masalah keterlibatan Napi Habibi itu kami serahkan semua ke pihak kepolisian.
"Lha kalau kasus barunya harus tanya penyidik. Laporan sementara tidak terbukti terlibat. Penyidik yang harus membuktikan. Saya hanya membuat langkah-langkah pengamanan dan pencegahan selanjutnya di lapas. Coba cari kontak penyidiknya Tengku".ujarnya.
Maaf tengku mungkin bukan terulang karena tidak terbukti terlibat. Secara umum lebih meningkatkan penggeledahan, pemantauan oleh staf sebagai wali blok, membangun jejaring informasi dengan penyidik Polisi dan BNN dan mengusulkan pengadaan jemer Hp juga penting.
Namun semua ini membuat kami lebih waspada Tengku. Doakan kami agar sabar dan istiqomah.ungkap Kalapas Lilik di akhir percakapan.
Informasi yang i terima Reporter acehtraffic.com sebelumnya Habibi yang berada dalam Lapas mengendalikan 2 anak buahnya melalui Handphone selulernya untuk membawa narkoba dari Aceh ke Medan yang pada akhirnya tidak berjalan mulus di karenakan mereka di ringkus oleh Polisi, sekaligus berbagai barang bukti yang mencapai angka Rp 8 miliar.
Sindikat peredaran narkoba ini terungkap setelah polisi meringkus dua kurir, ZM (21) dan MR (27) dari Jalan Gagak Hitam, Medan Sunggal, belum lama ini. Dari pemuda yang berdomisili di Komplek Gardenia, Jalan Pasar II, Medan Selayang ini disita sabu-sabu 2.569,52 gram, pil ekstasi 46.848 butir, dua unit mobil Honda Jazz BG 1246 GA, dan Chevrolet Aveo BK 1073 QE, serta dua unit ponsel.
Setelah itu Polresta Medan memerikasa Napi Habibi tersebut, namun di lepaskan kembali kedalam Lapas pada Kamis Sore 22 Januari 2015 yang menyatakan Habibi tidak bisa di Libatkan sebagai pemilik Narkoba dikarenakan tiak cukup alat bukti.
Namun Kalapas Tanjung Gusta Medan Lilik SoeJandi Bc.Ip saat di hubungi Reportwr acehtraffic.com Jumat 23 Januari membenarkan jika Napi Habibi telah di pulangkan ke lapas Kamis Sore, dan keterlibatannya dalam mengendalikan anak buahnya dalam LP Lilik mengatakan itu memang sudah kelalaian anggota kami dan masalah keterlibatan Napi Habibi itu kami serahkan semua ke pihak kepolisian.
"Lha kalau kasus barunya harus tanya penyidik. Laporan sementara tidak terbukti terlibat. Penyidik yang harus membuktikan. Saya hanya membuat langkah-langkah pengamanan dan pencegahan selanjutnya di lapas. Coba cari kontak penyidiknya Tengku".ujarnya.
Maaf tengku mungkin bukan terulang karena tidak terbukti terlibat. Secara umum lebih meningkatkan penggeledahan, pemantauan oleh staf sebagai wali blok, membangun jejaring informasi dengan penyidik Polisi dan BNN dan mengusulkan pengadaan jemer Hp juga penting.
Namun semua ini membuat kami lebih waspada Tengku. Doakan kami agar sabar dan istiqomah.ungkap Kalapas Lilik di akhir percakapan.
Sampai berita ini di turunkan pihak Polresta Medan belum dapat di konfirmasi. | AT | TM |

