acehtraffic.com - Polisi Prancis memburu 'anak buah' pria bersenjata yang menewaskan 17 orang dalam dua hari serangan teror.
Salah
satu tokoh kunci yaitu seorang perempuan bernama Hayat Boumeddiene,
yang merupakan pasangan Amedy Coulibaly, yang tewas ketika polisi
melakukan penyerbuan sebuah supermarket di Paris pada Jumat 9 Januari.
Hayat
Boumeddiene, yang disebutkan bersama Coulibaly ketika seorang polisi
perempuan tewas dan digambarkan "memiliki senjata dan berbahaya."
Dua pria bersenjata yang melakukan serangan mematikan ke kantor majalah Charlie Hebdo tewas oleh polisi pada Jumat.
Presiden Prancis Francois Hollande
memberikan penghargaan kepada polisi tetapi juga memperingatkan agar mewaspadai kemungkinan ancaman.
Kepala
jaksa di Prancis Francois Molins, mengatakan penting bagi otoritas
untuk memperhatikan Boumeddiene, yang menjadi tersangka bersama
Coulibaly, 32 tahun, ketika seorang polisi perempuan tewas di Paris pada
Kamis lalu, atau sehari setelah pembunuhan 12 orang di majalah Charlie
Hebdo.
Koran Prancis Le Monde mempublikasikan sejumlah foto yang menunjukkan
Coulibaly bersama Boumeddiene pada 2010. Salah satunya, adalah foto
ketika perempuan berusia 26 tahun ini menggunakan cadar penutup muka
yang dilarang di Prancis.
Molins mengatakan investigasi akan
"fokus pada bagaimana keterkaitan mereka, bagaimana pendanaan aksi
kriminal ini, dan seluruh instruksi dan bantuan yang mungkin mereka
dapat apakah dari Prancis atau luar negeri".
Dia mengatakan 16
orang telah ditahan untuk dimintai keterangan, termasuk istri dari salah
seorang Kouachi bersaudara dan anggota keluarga lainnya.
Menteri-menteri Prancis menggelar pertemuan pada Sabtu 10 Januari pagi untuk merencanakan rencana selanjutnya.
Sejumlah pemimpin dunia telah menghubungi Hollande untuk menyampaikan dukungan mereka.| BBC |


