News Update :

Ada Operasi Intelijen di Balik Konflik KPK-Polri

Minggu, 25 Januari 2015

Jakarta | acehtraffic.com - Konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri kian memanas. Diduga perseteruan kedua lembaga penegak hukum tersebut karena digiring oleh operasi intelijen dari sekelompok elit.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habsyi, operasi tersebut untuk menguji ketahanan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"Saya menangkap ada giringan isu dan operasi intelijen terstruktur sistematis yang memaksa keduanya berkonflik. Konflik politik harus segera dilokalisir. Saya melihat kejadian ini tidak berdiri sendiri. Elit parpol, petinggi Polri, pimpinan KPK dan pejabat pemerintahan Jokowi-JK masuk dalam twilight zone (daerah abu-abu -red)", ujar Fahmi Habsyi, Minggu  25 Januari 2015.

Aksi dukungan masyarakat untuk KPK

Kata dia, pola konflik 1998 kembali dilakukan oleh sekelompok tertentu untuk menyulut amarah rakyat.

"Invisble hand (orang di balik layar -red) nampak bermain, KPK tergiring keras, elit nimbrung, Polri panas, dan bila rakyat tersinggung bisa mateng tuh bareng. Pola 1998 itu Kepolisian jadi target sasaran amarah publik yang terprovokasi," tegas dia.

Ia menduga ada "sekelompok elit" yang mencoba "menguji" kepemimpinan Jokowi dengan mendorong konflik KPK vs Polri makin panas. Jika tidak segera menetralisir, maka di manapun konflik pasti ada pihak yang mengambil keuntungan

"Saya berharap publik, elit parpol, petinggi Kepolisian, KPK tetap berhati-hati dan menahan diri mengelola isu ini. Jika kita tidak segera sadar dari konflik ini, maka pertaruhannya kelangsungan pemerintahan Jokowi-JK. Ingat jika kita mendorong konflik/chaos harus tahu mengendalikan ujungnya," pungkasnya.| okezone.com |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016