Sebenarnya kantor Studentpreneur tidak menggunakan
jaringan internet Telkom Speedy. Namun kami tidak bisa menahan diri
untuk tidak menulis berita ini. Kami harap semua pihak yang berkaitan
dapat melihat dari sudut yang positif.
acehtraffic.com - Banyak sekali masyarakat memprotes strategi monetization dari Telkom Speedy beredar di social media. Bahkan, sudah ada yang membuat petisinya.
Bagaimana tidak, iklan dari Speedy muncul secara otomatis saat kita
browsing website apapun. Parahnya lagi, terkadang konten iklan dari
Speedy menutupi website yang sebenarnya ingin kita akses, atau konten
iklan itu sendiri sangat tidak berkaitan dengan websitenya sendiri.
Studentpreneur telah melakukan sedikit investigasi dari sisi pelanggan,
serta dari sisi pemilik website populer yang juga dirugikan oleh
kebijakan ini.
Dibenci Pelanggan
Tentunya kebijakan baru Speedy ini dibenci oleh pelanggan. Seperti screenshot dari halaman petisinya.
Di social media, banyak juga
kebencian yang beredar. Berikut adalah beberapa tanggapan yang menarik
menurut redaksi Studentpreneur.
Yefta (pelanggan Speedy dan pelajar di Surabaya):
Pada jaman dahulu, user dan developer dapat menggunakan internet
dengan nyaman.. Namun, semuanya berubah ketika script iklan u-ad.info
menyerang.. #meh
Sa’atul Ihsan (pelanggan Speedy dan professional jaringan di Malang):
Telpon 147 sambil marah-marah gara-gara disusupi iklan u-ad.info.
Eaalah CSnya bilang kami check dahulu terus disuruh install
adsblockplus. Saya bilang itu bukan masalahnya, tapi Telkom menjejali
iklan. Tiba-tiba telponnya dimatiin. Telkom ini semakin lama kok semakin
serakah aja.
Salahuddin (pelanggan Speedy dan pebisnis):
Tentu saja Saya sangat kecewa. Saya ingin membuka website tertentu,
tiba-tiba iklan yang tidak berkaitan muncul. Sangat mengganggu
pengalaman browsing internet.
Pemilik Website LEBIH Dirugikan
Tidak hanya pelanggan Telkom saja yang dirugikan, namun pemilik
website juga. Pengalaman membaca website yang sudah Anda bangun menjadi
hancur begitu saja dengan iklan yang tidak ada hubungannya dengan Anda.
Parahnya lagi, Anda juga tidak mendapatkan bagian sepeserpun dari
Telkom. Oleh karena itu, kami mencoba menghubungi beberapa pendiri
startup teknologi yang berpengaruh di Indonesia untuk meminta pendapat
mereka tentang hal ini.
Leontinus (Pendiri Tokopedia, yang Baru Saja diinvestasi 1 Trilliun Rupiah):
Bukan hanya masalah mengakali ads saja sih, masalah lain juga adalah
injeksi script yang bisa kacaukan apps yg kita buat. Ada teman yang
share dia develop apps yang return json, diinjeksi script jadi format
json nya kacau, akibatnya apps di client tidak bisa terbaca. Nah
bagaimana itu??
Denny Santoso (Pendiri duniafitnes.com):
Intrusive ads itu menganggu pengguna, serta merugikan bagi pemilik
website karena berpotensi membuang traffic. Jadi kalau bisa dihilangkan
tentu lebih bagus.
Taufshwara Diasrandaru (Pendiri Jelasin.com):
Intrusive ads ini kan HTML injection, jadi sebenerya Telkom ini
melanggar kode etik pembuat situs. Sederhananya begini, Telkom ini
pembuat jalan depan toko kita, karena merasa pembuat jalan bukan berarti
dia berhak masang Billboard besar-besar di depan toko kita kan.
Apa yang harus dilakukan Telkom Speedy
Saat ini kita sebagai pelanggan dan pemilik website hanya bisa
berharap Telkom Speedy mempertimbangkan kembali strategi monetizationnya
ini. Namun kami percaya Telkom Speedy sebagai salah satu provider
internet terbesar di Indonesia tentunya tidak akan tinggal diam apabila
pelanggannya kecewa. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda akan ikut
menandatangani petisi tersebut? Dan, kira-kira, apa langkah selanjutnya
yang harus dilakukan oleh Telkom Speedy? Mari berdiskusi di kolom
komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif
melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.| Studentpreneur |


