News Update :

Doto Zaini Sedang Digergaji ?

Senin, 29 Desember 2014



acehtraffic.com-Kesakralan seorang Doto Zaini mantan petinggi GAM dan kini sebagai Gubernur Aceh sedang diuji? Penghormatan sebagai Ureung Tuha (orang tua) pemimpin geutanyoe (pemimpin kita) sebagai orang faham Mou, dan sebagai orang yang mampu menjalankan MoU, dulu ibaratnya intan dan permata tanpa noda melekat padanya. Tapi kini sepertinya intan dan permata yang dulu melekat pada Doto sedang "Digergaji", Apa intan dan Permata milik Doto itu mau disematkan pada seorang diri Muallem? 

|||

Semasa Kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2012 lalu semua menjadi manis, apa lagi dengan janjinya seakan taik menjadi emas. Begitulah kira-kira bila boleh kita ibaratkan.

Namun kian bulan bertambah tahun semuanya jadi asin malah sepertinya emas menjadi taik, masalah di Pemerintahannya kian buram akibat beda kepentingan dan kehausan kekuasaan yang tidak didapatkan atau pembagiannya tidak sama rata.

Rakyat bersorak semasa kampanye Hidup ZIKIR, Hidup PA (Partai Aceh) yang seakan akan Aceh ini akan terlepas dari genggaman NKRI, 21 Janji manis terserap kelubuk hati masyarakat yang sangat dalam, bahkan seakan-akan semuanya akan terealisasi.

Tapi kini, ... hehehehe ujungnya mustahil, toh,,, Selintingan kabar dan pemberitaan salah satu media online di Aceh sepertinya pasangan ZIKIR mulai tidak kompak dalam merodai Pemerintahan Aceh. Entah karena apa?

Fenomena ini sepertinya mengesankan ketika pemerintahan Aceh sebelumnya yang dinakhodai Irwandi-Nazar, saat itu Partai Aceh dan simpatisan  dibenturkan  dengan Irwandi Yusuf. Dari pembusukan Irwandi terlalu dekat dengan Jakarta hingga Irwandi tidak menjalankan amanah MoU Helsinki. "pokonya macam-macam lah "

Ditahun 2014 ini giliran Zaini Abdullah, entah benar atau tidak, saya tidak faham silsilah keluarga Doto. Doto dituding mengumpulkan kerabatnya didalam struktur pemerintahan Aceh dan di lembaga milik pemerintah lainnya.

Kembali - Entah benar atau tidak Zaini juga di tuding--Main sendiri-Men- artinya tidak ngajak Muallem dalam menakhodai pemerintahan Aceh.

Untuk Episode ini,  Zaini--dibilang jelek, padahal saat kampanye 2012 lalu, Zaini Abdullah yang pernah menjabat Menteri Kesehatan GAM itu ibarat intan, waktu tim kampaye mempresentasikan kepada warga termasuk kepada saya, Zaini ibarat intan yang akan mampu membawa sedarat dan selaut  harapan mantan GAM dan masyarakat Aceh yang tengah dalam kondisi 'Jra Han Jra" (jera)

Begitu juga dengan Muallem adalah pasangan yang cocok, dimana Muallem mantan panglima GAM akan faham dengan kebutuhan para mantan combatan, sementara Doto akan mampu dibagian yang lain. Cocoklah mereka itu.

Namun perkembangan kini sepertinya saya sebagai urang awam yang kadang baca berita di website dan di situs-situs berita, merasa bahwa -terserah benar atau salah Zaininya dan uallemnya yang pasti kedua orang yang sama-sama pernah dijadikan intan dan permata. Saking bercahaya intan dan permata itu dengan penuh militansi para pendukung terkubur akal sehat, dan melaupkan emosi untuk takat (pukul serta lempar, dan klaim orang lain atau calon lain pengkhianat agar tidak menang saat pencalonan Gubernur 2012 lalu.

Tapi kini sepertinya sedang ada upaya besar-besaran untuk mencabut status Intan dan permata  untuk Doto Zaini, dan terkesan  intan dan permata itu akan disematkan ke badan Muallem.

Hal ini terlihat, dari berbagai kabar di media online dan situh- situh beritanyan, hampir semua berkomentar dan menuding tentang Gubernur tidak berbagi Tumpok (job) dengan Muallem, dan Doto tidak kompromis dengan Muzakkir soal penempatan kursi becek kepala dinas, dll.

Para pengomentar ini, bila dilihat,  memang ada sebagian besar faham dengan pemerintahan, dan bersentuhan langsung. Namun ada juga yang kelihatannya tidak begitu dekat secara kelembagaan dan lain -lain juga ikut berkomentar yang sejalur. Atau kondisi ini ada pasokan info duluan atau ada training atau Workshop?

Setelah melalui proses itu baru keluar komentar?

Kondisi ini jelas memiliki harapan, bagi yang sedang menggergaji status Intan dan status terhormat, seorang Ureung tuha (orang tua) Doto Zaini, kemungkinan besar, -ini mungkin-  bersandarkan harapan sama  Muzakkir Manaf ?

Kenapa demikian?

Berdasarkan kabar dan berita yang berkembang Muzakkir sebagai wakil Gubernur yang katanya "Digasi/disunat" kewenangannya. Ketika kewenangan Muzakkir tergasi, pastinya dung tergasi juga kepentingan sejumlah 'stakholder' dibawahnya ?

Sehingga karena merasa ikut "Tergasi" maka akan timbul semangat dan akan menjadi batu asah bagi gergaji yang akan menggergaji status Intan dan permata yang selama ini melekat sebagai Ureung Tuha (orang yang dihormati), Poe Acara (Pemilik Gam, yang mengetahui Mou) yang muphom (faham) Mou pada Doto Zaini.

Pola-pola penggergajian ini serupa tapi tak sama juga terjadi terhadap seorang Irwandi Yusuf, ketika Irwandi tidak dapat menyamankan 'Stakholder' gelombang cairan bakteri pun ditabur terhadapnya.  Bak seorang sedang mempraktekkan pembuatan pupuk organik, Irwandi dibuat busuk dan berbauk.

Mungkin kini giliran Doto, Doto yang memiliki gaya khas tersebut, yang dulu di Shalehkan,  (bacaannya pakai sad bahasa arab) tetapi kini sedang dishalahkan (bacaan pakek Shad bahasa arab). Bisa jadi memang benar Shalah?

Atau jika Peneuduk (jabatan) dan hak serta Raseuki, serta syap (perumpamaan uang)  dapat lebih merata ditabur untuk stakholder-stakholder, bisa jadi Doto yang dulu sangat dimuliakan akan bakal bertambah mulia, dari sematan Intan dan Permata bertambah lagi dengan giok-giok mahal hasil hasil bumi Aceh.

Walaupun secara kepemimpinan dan tanggung jawab kepada Rakyat Aceh dan para Janda serta anak yatim yang manteong Jra (Jera) tidak dikerjakan. Namun karena taburan  yang merata Rezeki hamba diatas hamba itu, mungkin tidak seruncing saat ini- tudingannya.

Namun-mungkin- karena Peuneuduk (Jabatan), Hak, Rezeki yang tidak mengalir merata kepada ;stakholder' (yang saya tidak mengetahuinya). Karena itulah-mungkin- efeksnya   sekecil benangpun kesalahan seorang Orang tua bernama Doto yang dulu penuh intan dan permata, dicongkel dengan linggis terbuat dari baja.

Seorang pemerhati Pemerintah Aceh Teuku Dani mengucapkan rasa belasungkawa terhadap roda Pemerintahan Aceh yang  dinahkodai oleh ZIKIR. Menurutnya  sudah hampir 3 tahun kedua tokoh elite GAM ini menjadi orang nomor satu di Aceh belum mampu memberikan dampak secara positif terhadap pembangunan Aceh.

ZIKIR cuma bisa mengumbar janji - janji "Ceut Langet" kesenjangan sosial semakin meningkat tajam bahkan keterpurukan perekonomian pada umumnya bisa dirasakan oleh segenap masyarakat Aceh.

"Saya tidak ingin mengatakan tentang 21 janji ZIKIR semasa kampanye karna bagi saya itu hanya akal - akalan mereka saja untuk menjual obat dan jurus pemikat hati rakyat Aceh atau Pasoe ie lam punggoeng masyarakat (Kalau untuk sapi disebut sapi Gelonggong), bila masyarakat Aceh yang sudah pintar sudah tentu mereka berpikir secara logika dan menimbang secara matang, kita tidak butuh janji bila itu berakhir dalam sebuah mimpi," Ujar Teuku Dani

Pertarungan antar elit semakin mekar dan berbunga, tentunya janji Muzakkir menaikkan haji warga Aceh yang sudah akil baliq terasa semakin jauh dari harapan, memberikan saya dan warga Aceh lainnya  1 juta perkk juga mungkin tinggal hayalan, begitu juga menaikkan martabat bangsa Aceh tinggal bayang-bayang.

Bisa jadi jika Muzakkir tidak Digasi haknya oleh Gubernur (seperti kata berita -berita itu) kemungkinan besar -mungkin- Muzakkir akan mewujudkan janjinya menaikkan haji warga Aceh yang sudah Akil Baliq, atau uang 1 juta perkepala keluarga. Tapi ini masih hayalan saya.

Bisa saja sebaliknya, jika Muzakkir diberikan kewenangan dan dilibatkan oleh Doto dalam berbagai bidang, bisa jadi berbagai tudingan ini dan itu -  tidak bakal ada, karena semuanya sudah aman, nyaman dan menyenangkan. Namun karena itu - mungkin- tidak terjadi, maka bau kentut yang agak wangi milik Doto Zaini pun dipersoalkan? [] 






Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016