News Update :

ASNLF/AM Samudra Pase, Adakan Milad GAM ke-38 Secara Militer

Jumat, 05 Desember 2014

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Sebuah realise pers yang di kirim oleh koordinator Acheh Sumatra National Liberasion Front (ASNLF)dalam Aceh teuku Agam memperlihatkan pelaksanaan Milad GAM dengan memakai seragam militer dan tanpa di ketahui lokasinya oleh pihak keamanan.

Tepat Jam 7 pagi pada tgl 4 desember 2014 serentak puluhan pasukan dan aktivis ASNLF bergerak menuju kelapangan tempat dimana dilaksankannya upacara ulang tahun negara Aceh yang dikomandoi oleh 7 orang ulee wilayah atau mualem pasukan dari tiap tiap wilayah di aceh.

Peringatan milad kali ini tampak berbeda dengan tahun sebelumnya, karena seluruh pasukan yang beberapa bulan yang lalu selesai mengikuti latihan militer tampak gagah dengan menggunakan seragam militer TNA (Teuntara Nasional Aceh) ini semua untuk mengenang kembali bahwa perjuangan Bangsa Aceh bersama ASNLF/AM untuk bebas dari indonesia masih berlanjut.

Ayah Rayeuk Selaku protokol memanggil pembina upacara Teuku Agam untuk memasuki lapangan upacara di irigi oleh pasukan pengawal koordinator dan juga di dampingi oleh Pang Samudra selaku wakil koordinator Wilayah samudra pasee. pembawa acara membacakan sesi acara satu persatu, Acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qu'ran yang dibacakan oleh Abu Rimba, Pengibaran Bendera Bulan Bintang yang di laksanakan oleh angkatan mahasiswa dan tengku dayah di iringi dengan kumandangan Azan, Abu Tapa bertindak selaku muazin. Setelah itu teks deklarasi Aceh Merdeka dibacakan oleh Abi Lamkalut aktivis ASNLF perwakilan malaysia yang sengaja hadir sebagai bentuk dukungan kepada saudaranya di Aceh.

Pembacaan amanat ketua persedium ASNLF/AM oleh pembina upacara Teuku Agam, selaku koordinator dan juga penanggung jawab setiap aktivitas pasukan dan Aktivis Aceh merdeka di aceh.

Kata sambutan atau dakwah Aceh Merdeka dari Ayah diglee selaku panglima pasukan milad mengatakan bahwa perjuangan Aceh Merdehka belum selesai walaupun damai MoU telah ditanda tangani oleh sekelompok kaki kaki tangan penjajah itu, kami dan generasi penerus bangsa Aceh ini masih sanggup memberikan perlawanan terhadap penjajah itu.

Raja Uteun Anggkatan 1985 selaku pimpinan pasukan mengucapan ribuan terimakasih kepada Pangsamudra, Geuvara, Ayah Hidjrah (angkatan Atjeh Merdehka 1976) Ayah Rayeuk Dan Abu Rimba dan seluruh jajarannya yang telah berhasil mempersatukan wilayah samudra pasee bergabung kembali ke ASNLF untuk melanjutkan kembali perjuangan Aceh Merdeka yang telah dihapuskan oleh kaki kaki tangan penjajah itu.

Acara diakhiri dengan pembacaan do'a yang dibacakan oleh Tgk digle, dengan penuh isak tangis dari seluruh pasukan milad saat mengenang seluruh syuhada dan panglima yang telah syahid dimedan perang melawan rezim kolonialis Indonesia. teriakan Geuvara memekik dengan suara yang sangat keras "Perjuanganmu kami sambung kembali, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Merdeka Merdeka Merdeka Aceh". teriakan tersebut disambut oleh seluruh pasukan yang hadir. | AT | MI | Rillis
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016