Lhokseumawe | acehtraffic.com - Sebuah realise pers yang di kirim oleh koordinator Acheh Sumatra National Liberasion Front (ASNLF)dalam Aceh teuku Agam memperlihatkan pelaksanaan Milad GAM dengan memakai seragam militer dan tanpa di ketahui lokasinya oleh pihak keamanan.
Tepat
Jam 7 pagi pada tgl 4 desember 2014 serentak puluhan pasukan dan
aktivis ASNLF bergerak menuju kelapangan tempat dimana dilaksankannya
upacara ulang tahun negara Aceh yang dikomandoi oleh 7 orang ulee
wilayah atau mualem pasukan dari tiap tiap wilayah di aceh.
Peringatan
milad kali ini tampak berbeda dengan tahun sebelumnya, karena seluruh
pasukan yang beberapa bulan yang lalu selesai mengikuti latihan militer
tampak gagah dengan menggunakan seragam militer TNA (Teuntara Nasional
Aceh) ini semua untuk mengenang kembali bahwa perjuangan Bangsa Aceh
bersama ASNLF/AM untuk bebas dari indonesia masih berlanjut.
Ayah
Rayeuk Selaku protokol memanggil pembina upacara Teuku Agam untuk
memasuki lapangan upacara di irigi oleh pasukan pengawal koordinator dan
juga di dampingi oleh Pang Samudra selaku wakil koordinator Wilayah
samudra pasee. pembawa acara membacakan sesi acara satu persatu, Acara
diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qu'ran yang dibacakan oleh Abu
Rimba, Pengibaran Bendera Bulan Bintang yang di laksanakan oleh angkatan
mahasiswa dan tengku dayah di iringi dengan kumandangan Azan, Abu Tapa
bertindak selaku muazin. Setelah itu teks deklarasi Aceh Merdeka
dibacakan oleh Abi Lamkalut aktivis ASNLF perwakilan malaysia yang
sengaja hadir sebagai bentuk dukungan kepada saudaranya di Aceh.
Pembacaan
amanat ketua persedium ASNLF/AM oleh pembina upacara Teuku Agam, selaku
koordinator dan juga penanggung jawab setiap aktivitas pasukan dan
Aktivis Aceh merdeka di aceh.
Kata
sambutan atau dakwah Aceh Merdeka dari Ayah diglee selaku panglima
pasukan milad mengatakan bahwa perjuangan Aceh Merdehka belum selesai
walaupun damai MoU telah ditanda tangani oleh sekelompok kaki kaki
tangan penjajah itu, kami dan generasi penerus bangsa Aceh ini masih
sanggup memberikan perlawanan terhadap penjajah itu.
Raja Uteun
Anggkatan 1985 selaku pimpinan pasukan mengucapan ribuan terimakasih
kepada Pangsamudra, Geuvara, Ayah Hidjrah (angkatan Atjeh Merdehka 1976)
Ayah Rayeuk Dan Abu Rimba dan seluruh jajarannya yang telah berhasil
mempersatukan wilayah samudra pasee bergabung kembali ke ASNLF untuk
melanjutkan kembali perjuangan Aceh Merdeka yang telah dihapuskan oleh
kaki kaki tangan penjajah itu.
Acara diakhiri dengan pembacaan
do'a yang dibacakan oleh Tgk digle, dengan penuh isak tangis dari
seluruh pasukan milad saat mengenang seluruh syuhada dan panglima yang
telah syahid dimedan perang melawan rezim kolonialis Indonesia. teriakan
Geuvara memekik dengan suara yang sangat keras "Perjuanganmu kami
sambung kembali, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Merdeka Merdeka
Merdeka Aceh". teriakan tersebut disambut oleh seluruh pasukan yang
hadir. | AT | MI | Rillis


.jpeg)

