Jakarta |acehtraffic.com - Mabes Polri angkat bicara soal bentrokan
antara mahasiswa UMI dengan polisi di depan kantor Gubernur Sulsel
hingga ke depan kampus UMI, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis
(27/11/2014) malam, menimbulkan satu korban tewas.
Korban tewas adalah warga Jl Pampang I, Muhammad Arif (20), beredar
informasi Arif tewas tertabrak truk water canon polisi yang melaju ke
arah kerumunan mahasiswa.
Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan korban
tewas lantaran terinjak sesama massa ketika Polri membubarkan unjuk
rasa tersebut.
"Korban tewas terinjak disaat massa unjuk rasa dibubarkan dengan
mobil penyemprot air. Disitu bisa dilihat pola luka berbeda bila
tertabrak oleh water canon, bisa dibuktikan dengan otopsi," tegas Boy,
Jumat (28/11/2014).
Boy mengatakan pihak Polri telah memperkuat pengamanan untuk
mengamankan demo di Makassar. Berbagai upaya pun menurut Boy sudah
dilakukan Polri untuk menghindari unjuk rasa yang kerap berakhir
bentrok.
"Kami pernah mengumpulkan para rektor perguruan tinggi di Makassar.
Kami sudah sering berdiskusi dengan para rektor. Unjuk rasa boleh dalam
kaitan undang-undang, kesadaran hukum yang belum terwujud dalam berunjuk
rasa," tutur Boy.
Boy pun berharap kedepan para mahasiswa bisa lebih elok dalam mengisi
demokrasi dengan tidak berunjuk rasa yang berujung anarkis dan bentrok. | Tribunnews.com |

