News Update :

KPAK Banda Aceh Adakan Workshop Warga Peduli Aids

Minggu, 16 November 2014

Banda Aceh | acehtraffic.com - Komisi Penanggulangan Aids Kota Banda Aceh, Sabtu (15/11) mengadakan workshop warga peduli aids di Aula Balai Kota Banda Aceh. Acara diikuti oleh 120 orang yang merupakan perwakilan dari 9 kecamatan yang ada di Kota Banda Aceh dan unsur pemuda serta mahasiswa.
Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’adudin Djamal SE dalam sambutannya menyebutkan, angka penderita virus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh bagaikan fenomena gunung es, sampai saat ini Banda Aceh telah menemukan 30 orang kasus penderita HIV/AIDS, 21 orang diderita oleh laki-laki sedangkan 9 lainnya diderita oleh perempuan. 7 diantaranya sudah meninggal. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Media Yulizar, MPH mengatakan, saat ini di Banda Aceh telah membuka pelayanan konseling dan tes HIV/AIDS, misalnya di Pukesmas Kuta Alam telah dibuka layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) sedangkan di Pukesmas Meuraxa dan Pukesmas Kopelma Darussalam baru ada pelayanan Infeksi Menular Seksual (IMS). 
Ketua Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh, Asmawati Ahmad menyebutkan sekarang tidak ada satupun Kabupaten/Kota di Aceh yang terbebas dari Virus HIV/AIDS. Seluruh Aceh penderita HIV/AIDS melonjak tanjam dan Banda Aceh termasuk dalam kategori tinggi penderita HIV/AIDS kemudian diikuti oleh Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Tahun 2014 Aceh hanya menemukan 1 kasus, sedangkan tahun 2014 ini kita telah menemukan 300 kasus HIV/AIDS di Aceh.
Pengelola Program KPAK Banda Aceh Munzir mengatakan, workshop warga peduli AIDS ini dilakukan kepada perwakilan kader seluruh kecamatan yang nantinya para kader juga dapat mensosiliasisasikan lagi ke setiap mayarakat yang ada di wilayah mereka
 
Kita berharap warga peduli aids ini ikut berpartisipatif bekerja bersama dengan kita untuk menghambat lajunya pertumbuhan penderita HIV/AIDS di Kota Banda Aceh,” ujarnya
Dikatakannya, salah satu permasalahan di masyarakat saat ini adalah kurangnya kepedulian masyarakat terhadap jalur masuknya virus HIV/AIDS, seperti pergaulan bebas remaja yang semakin meningkat dan pengguna narkoba. Dan cara paling efektif untuk menghambat lajunya pertumbuhan HIV/AIDS ini hanya dapat dilakukan melalui pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya. | AT | BTM | Rillis |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016