Jakarta | acehtraffic.com - Wakil Presiden (Wapres) terpilih, Jusuf Kalla yang berpasangan dengn
Presiden Joko Widodo, berjanji akan menyelesaikan semua sisa regulasi
turunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) saat mereka resmi memangku jabatan pucuk pimpinan negara nantinya.
“Itu
adalah kewajiban dan prioritas untuk dituntaskan,” kata Jusuf Kalla
menjawab Serambi, Kamis 4 September, seusai melakukan pembicaraan khusus
dengan Zakaria Saman, Ketua Aceh Centre untuk Pemenangan Jokowi-JK pada
Pilpres yang lalu.
Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Jusuf
Kala, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis malam. Dalam pertemuan
yang berlangsung sekitar satu jam itu, Zakaria Saman didampingi Rahmat
Talib, Sekretaris Aceh Centre.
Jusuf Kalla mengatakan bahwa janji penyelesaian turunan UUPA
adalah kewajiban bersama pemerintah, bukan sebagai kado kemenangan
dalam pilpres. “Kalau kado, itu namanya pemberian. Tapi penyelesaian UUPA adalah kewajiban, bukan pemberian,” tukas pria yang akrab disapa JK ini.
JK
merupakan arsitek sekaligus salah satu tokoh sentral pencapaian
perdamaian Aceh di Helsinki pada tahun 2005. Ia mengetahui betul
butir-butir MoU Helsinki dan UUPA. Tiga turunan UUPA
yang sampai sekarang masih belum selesai, yaitu PP tentang Pengelolaan
Bersama Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi di Aceh, PP tentang Kewenangan
Pemerintah yang Bersifat Nasional di Aceh, serta Perpres tentang
Pertanahan.
Menurutnya, tidak terlalu sulit lagi untuk menuntaskan turunan UUPA
yang jumlahnya tak seberapa itu. “Semua itu bukan lagi persolan besar.
Tinggal sedikit lagi, hanya perbedaan persepsi. Kita akan kembalikan
sesuai UUPA dan MoU Helsinki,” imbuh pria Bugis ini.
Kepada
Pemerintah Aceh, JK mengingatan agar segera fokus kepada pembangunan
untuk kesejahteraan rakyat dan melupakan segala perbedaan semasa
pilpres. “Sekarang saatnya bersatu kembali. Lupakan perbedaan selama
pilpres yang lalu. Saya tahu Gubernur Dokter Zaini bekerja baik dan juga
didukung Wagub Muzakir Manaf,” ucapnya.
Masyarakat dan seluruh
elemen di Aceh agar senantiasa merawat perdamaian yang sudah dicapai
serta mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Jangan sampai dana yang besar
masuk ke Aceh menjadi sia-sia,” wejangnya.
Zakaria Saman
mengatakan, kedatangannya menemui Jusuf Kalla untuk mengingatkan kembali
agar pemerintahan mendatang komit menyelesaikan semua regulasi turunan UUPA. “Saya bersedia menerima amanah untuk membangun Aceh Centre semata-mata agar persoalan UUPA tuntas,” ujar Zakaria Saman yang pernah menjabat Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka. | aceh.tribunnews.com |

