Lhokseumawe | acehtraffic.com - Guru bak pelita,penerang
dalam gulita. Itulah salah satu bait lagu yg mengumpamakan betapa
besarnya jasa seorang guru yang tidak akan pernah bisa dibalas dengan apapun
didunia ini.
Namun apa yang dialami oleh Ainul Ridal Nova (32) salah seorang guru fisika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Negeri 1 Lhokseumawe saat di temui Reporter acehtraffic.com menceritakan nasibnya yang menimpanya malah sebaliknya, Guru tersebut mendapat tamparan alias
bogem mentah dari oknum Kepala Dinas Perindustrian Perdangangan dan Koperasi (kadisprindagkop) Kota Lhokseumawe Halimuddin
SE,AK jumat 26 September 2014.
Kekerasan terhadap Ainul berlansung didepan para
murid-murid yang saat itu baru masuk kedalam ruang belajar usai
mendengarkan ceramah agama, melihat gurunya mendapat perlakuan kasar
tentu saja para murid-murid tidak menerima serta mencoba menyerang sang oknum
kadisprindagkop Halimuddin,serta merta ruang belajar dan suasana
sekolah mulai ramai dengan kerumunan murid SMK.
"Belakangan sang oknum
kadisprindagkop berhasil diamankan oleh para guru dan
personil dari polres" ujarnya.
Percakapan Obrolan Berakhir di Lhokseumawe dari amuk para murid-murid SMK ke ruang kelas lainnya.
Atas arahan serta nasihat dari Armia selaku Kepala sekolah akhirnya
murid-murid SMK membubarkan diri kembali ke ruang kelas masing.
Dari informasi yang didapat oleh reporter acehtraffic,
kejadian bermula dari Ainul mardiah menertibkan para murid-murid yang masih
berada diluar ruang belajar usai acara ceramah Agama, Ainul menyuruh semua
muridnya masuk kedalam ruang belajar namun diantara murid-muridnya yakni anak Halimuddin
yang mengejek serta mengeluarkan kata-kata tidak pantas yang berujung murid tersebut diberi sanksi fisik yang
kemudian melaporkan pada orangtuanya melalui handphone.
Tidak terima anaknya ditampar Halimuddin serta merta sesaat
kemudian mendatangi sekolah SMKN 1 dan lansung tanpa basa basi membogem sang
guru wanita tersebut.
Kepala SMKN 1 Lhokseumawe Armia yang dikonfirmasi oleh
reporter acehtraffic, membenarkan kejadian tersebut.
Sementara Kadis Perindagkop Halimuddin saat di hubungi lewat telepon selulernya mengatakan, kasus tersebut sudah ada perdamaian antara dia dan guru tersebut yang di tandai dengan selembar surat perdamaian di ruang SPK Polres Lhokseumawe.ujar Halimuddin.
Sambil menanyakan di mana posisi reporter yang sedang menghubunginya dan sang reporter menjawab posisinya di Cunda dan Halimuddin menyuruh reporter acehtraffic.com tunggu di tempat tersebut dengan tawaran akan di kasih uang rokok"bujuk sang Kadis.
Namun reporter menolak sembari mengatakan terima kasih pak kami tidak di perboleh kan menerima pemberian dalam bentuk apapun.
Menurut amatan serta informasi diperoleh sebelumnya Halimuddin
kerap diterpa berbagai kasus baik bersifat pribadi maupun secara
kedinasan,diantara seperti kasus ganti rugi untuk korban kebakaran pusong baru
yang terindikasi adanya mark”up jumlah korban pedagang ikan yg melebihi jumlah
pedagang sebenarnya.
Belum lagi kasus dugaan memiliki WIL dengann seorang guru
honor disalah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Lhokseumawe. tidak kalah
menariknya Kadis juga tertimpa kasus hilangnya sejumlah barang inventaris
didinas prindagkop yang dipimpinnya pada tahun 2013, kasus tersebut sempat
dilaporkan ke pihak berwajib, namun sampai saat ini belum terungkap.
Dalam amatan reporter acehtraffic.com tentang sepak
terjang oknum Kadis ini dikenal sangat sombong dan gayanya berbicara layaknya
seorang pejabat pemerintahan pusat kala menerima reporter beberapa waktu lalu
ketika mengkonfirmasi berita-berita lainnya terkait dinas tersebut. .| AT | BSM |

