acehtraffic.com - Poligami, semakin trend bagi kalangan pejabat birokrasi dan politisi di Aceh. Ada yang berani terbuka kepada publik, tapi tak sedikit yang memilih diam. Keharmonisan rumah tangga terancam, bahkan berakhir dengan cerai.
KAMIS pekan lalu, mantan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar dan istrinya Dewi Mutia Anwar, harusnya datang ke Pengadilan Syar’iyah (PS) Banda Aceh. Maklum, keduanya sedang menghadapi tragedi rumah tangga yang tak diharapkan. Sang istri Dewi Mutia, sedang menggugat cerai Bang Nazar, begitu mantan Ketua Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) ini disapa.
Tapi apa lacur, keduanya ogah untuk hadir ke persidangan. Alhasil, Dewi memberi kuasa kepada penasehat hukumnya Darwis SH, sementara Nazar kepada Mukhlis Mukhtar SH dan kawan-kawan. Proses hukum ini sedang berlangsung sejak beberapa bulan lalu. “Ya, saya kuasa hukum Dewi Mutia,” kata Darwis SH, mengamini.
Menurut Darwis, saat ini proses sidang berlangsung seputar pertanyaan dan jawaban dari penggugat dan tergugat. Terutama, masalah alasan gugatan serta pembagian harta gono-gini. Lazim terjadi, gugatan perceraian memang membutuhkan waktu lama. Sebab, majelis hakim selalu menyarankan untuk rujuk.
Begitupun, saran majelis hakim tadi agaknya berat diterima Dewi Mutia. Sebab, putri purnawirawan TNI-AD ini merasa sangat tersakiti. “Isu Bang Nazar menikah lagi sudah berhembus sejak 2008 lalu, namun dia selalu mengelak bila ditanya Kak Dewi. Dia tidak jujur, tapi Allah tidak tidur, pernikahan kedua Bang Nazar akhirnya ketahuan juga,” ungkap sumber media ini yang mengaku orang dekat Dewi Mutia-Muhammad Nazar.
Soal tragedi rumah tangganya retak, diakui Dewi Mutia kepada media ini. Katanya, saat ini proses hukum sedang berjalan di Pengadilan Syar’iyah Banda Aceh. “Semua proses hukum sudah saya serahkan kepada pengacara saya Bang,” begitu jelas Dewi kepada media ini dua pekan lalu. Dewi pun tak mau bicara lebih banyak mengenai prahara rumah tangga yang sedang dialaminya.
Awalnya kata Dewi, dia tak percaya jika Bang Nazar menikah lagi, walau banyak informasi dan pesan singkat yang masuk ke telpon selulernya. Saat ditanya, Nazar selalu mengelak hingga akhirnya semua tabir gelap tadi menjadi terang. “Ketika itu saya berpikir positif, mungkin saja isu dan fitnah. Sebab, ayah anak saya itu seorang politisi dan pejabat. Bisa saja orang memfitnahnya. Tapi kemudian, saya tahu bahwa informasi itu benar adanya,” cerita Dewi.
Syahdan, suatu hari Dewi membersihkan tas Bang Nazar yang baru pulang dinas dari Jakarta. Ketika itu sebut sumber media ini, Nazar masih aktif sebagai Wakil Gubernur Aceh. Tiba-tiba, ada slip atau kwitansi pembayaran yang dikeluarkan salah satu rumah sakit bersalin di Jakarta. “Untuk pembayaran biaya persalinan atas nama istri dan anak Bapak Muhammad Nazar,” begitu kalimat di dalamnya.
Seketika Dewi Mutia kaget. Akhirnya, dia menyadari bahwa isu dan informasi selama ini yang menyebutkan mantan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Aceh ini sudah menikah lagi, benar adanya.
“Saat itu Kak Dewi sempat bertanya kepada Bang Nazar, tapi dia masih mengaku tidak. Nah, sejak itulah Bang Nazar tidak pernah pulang lagi ke Banda Aceh dan putus kontak dengan Kak Dewi. “Ya, sudah enam bulan Bang Nazar tidak pernah berkomunikasi lagi dengan saya dan anak-anak,” cerita Dewi.
Benarkah semua kisah pilu tersebut? Mantan Wagub Aceh Muhammad Nazar tak bisa dihubungi. Nomor telpon seluler yang dimiliki media ini tidak aktif. Namun, sejumlah teman dekat Nazar memastikan informasi ini. “Benar, Nazar sudah menikah lagi dan punya anak perempuan di Jakarta. Saya sempat bertemu dengan dia beberapa waktu lalu,” kata salah seorang mantan aktivis SIRA kepada media ini pekan lalu.
WAJAHNYA lumayan cantik. Usianya juga masih terbilang sembilan belas tahun lebih. Dia bekerja di salah satu bagian, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh. Nah, diantara ratusan perawat yang ada di rumah sakit plat merah tersebut, si gadis cantik itu disebut-sebut sebagai istri muda Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem yang baru.
“Itu orangnya Bang. Kabarnya dia baru menikah dengan Mualem, tapi soal kebenaran informasi ini, bisa abang cari sendiri,” kata salah seorang sumber di sana. Sumber itu mengungkapkan, proses pernikahan kesekian kalinya itu, dilakukan secara diam-diam. Maklum, Mualem memang memiliki istri lebih dari satu.
KAMIS pekan lalu, mantan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar dan istrinya Dewi Mutia Anwar, harusnya datang ke Pengadilan Syar’iyah (PS) Banda Aceh. Maklum, keduanya sedang menghadapi tragedi rumah tangga yang tak diharapkan. Sang istri Dewi Mutia, sedang menggugat cerai Bang Nazar, begitu mantan Ketua Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) ini disapa.
Tapi apa lacur, keduanya ogah untuk hadir ke persidangan. Alhasil, Dewi memberi kuasa kepada penasehat hukumnya Darwis SH, sementara Nazar kepada Mukhlis Mukhtar SH dan kawan-kawan. Proses hukum ini sedang berlangsung sejak beberapa bulan lalu. “Ya, saya kuasa hukum Dewi Mutia,” kata Darwis SH, mengamini.
Menurut Darwis, saat ini proses sidang berlangsung seputar pertanyaan dan jawaban dari penggugat dan tergugat. Terutama, masalah alasan gugatan serta pembagian harta gono-gini. Lazim terjadi, gugatan perceraian memang membutuhkan waktu lama. Sebab, majelis hakim selalu menyarankan untuk rujuk.
Begitupun, saran majelis hakim tadi agaknya berat diterima Dewi Mutia. Sebab, putri purnawirawan TNI-AD ini merasa sangat tersakiti. “Isu Bang Nazar menikah lagi sudah berhembus sejak 2008 lalu, namun dia selalu mengelak bila ditanya Kak Dewi. Dia tidak jujur, tapi Allah tidak tidur, pernikahan kedua Bang Nazar akhirnya ketahuan juga,” ungkap sumber media ini yang mengaku orang dekat Dewi Mutia-Muhammad Nazar.
Soal tragedi rumah tangganya retak, diakui Dewi Mutia kepada media ini. Katanya, saat ini proses hukum sedang berjalan di Pengadilan Syar’iyah Banda Aceh. “Semua proses hukum sudah saya serahkan kepada pengacara saya Bang,” begitu jelas Dewi kepada media ini dua pekan lalu. Dewi pun tak mau bicara lebih banyak mengenai prahara rumah tangga yang sedang dialaminya.
Awalnya kata Dewi, dia tak percaya jika Bang Nazar menikah lagi, walau banyak informasi dan pesan singkat yang masuk ke telpon selulernya. Saat ditanya, Nazar selalu mengelak hingga akhirnya semua tabir gelap tadi menjadi terang. “Ketika itu saya berpikir positif, mungkin saja isu dan fitnah. Sebab, ayah anak saya itu seorang politisi dan pejabat. Bisa saja orang memfitnahnya. Tapi kemudian, saya tahu bahwa informasi itu benar adanya,” cerita Dewi.
Syahdan, suatu hari Dewi membersihkan tas Bang Nazar yang baru pulang dinas dari Jakarta. Ketika itu sebut sumber media ini, Nazar masih aktif sebagai Wakil Gubernur Aceh. Tiba-tiba, ada slip atau kwitansi pembayaran yang dikeluarkan salah satu rumah sakit bersalin di Jakarta. “Untuk pembayaran biaya persalinan atas nama istri dan anak Bapak Muhammad Nazar,” begitu kalimat di dalamnya.
Seketika Dewi Mutia kaget. Akhirnya, dia menyadari bahwa isu dan informasi selama ini yang menyebutkan mantan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Aceh ini sudah menikah lagi, benar adanya.
“Saat itu Kak Dewi sempat bertanya kepada Bang Nazar, tapi dia masih mengaku tidak. Nah, sejak itulah Bang Nazar tidak pernah pulang lagi ke Banda Aceh dan putus kontak dengan Kak Dewi. “Ya, sudah enam bulan Bang Nazar tidak pernah berkomunikasi lagi dengan saya dan anak-anak,” cerita Dewi.
Benarkah semua kisah pilu tersebut? Mantan Wagub Aceh Muhammad Nazar tak bisa dihubungi. Nomor telpon seluler yang dimiliki media ini tidak aktif. Namun, sejumlah teman dekat Nazar memastikan informasi ini. “Benar, Nazar sudah menikah lagi dan punya anak perempuan di Jakarta. Saya sempat bertemu dengan dia beberapa waktu lalu,” kata salah seorang mantan aktivis SIRA kepada media ini pekan lalu.
WAJAHNYA lumayan cantik. Usianya juga masih terbilang sembilan belas tahun lebih. Dia bekerja di salah satu bagian, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh. Nah, diantara ratusan perawat yang ada di rumah sakit plat merah tersebut, si gadis cantik itu disebut-sebut sebagai istri muda Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem yang baru.
“Itu orangnya Bang. Kabarnya dia baru menikah dengan Mualem, tapi soal kebenaran informasi ini, bisa abang cari sendiri,” kata salah seorang sumber di sana. Sumber itu mengungkapkan, proses pernikahan kesekian kalinya itu, dilakukan secara diam-diam. Maklum, Mualem memang memiliki istri lebih dari satu.
Menurut sumber ini, pengakuan sebagai istri Mualem datang dari gadis tersebut. “Dia ndak sadar saat mengaku sebagai istri muda Mualem Bang. Dia tanya, mobil apa yang bagus ya. Lalu, saya tanya, memangnya kamu punya uang untuk beli mobil. Dan di jawab si gadis itu, nanti saya minta pada Mualem,” kata gadis tadi sumingrah. Karena alasan keamanan dan karir, sumber yang juga salah seorang perawat di RSUZA Banda Aceh ini minta namanya tidak ditulis.
Sumber media ini diinternal PA/KPA mengungkapkan, Mualem memang memiliki banyak istri dan ini sudah menjadi rahasia umum, termasuk di Malaysia. “Di Banda Aceh ada Anna (tinggal di Pendopo Wakil Gubernur Blang Padang) dan Kiki, kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh. Di Lhokseumawe namanya Salmawati. Kabarnya, ada juga di Meulaboh dan Bogor, Jawa Barat. Dan terakhir, dengan seorang perawat di RSUZA Banda Aceh,” ungkap sumber tadi.
Begitupun, ada kabar burung yang berhembus, pernikahan Mualem dengan Kiki sudah berakhir alias cerai beberapa bulan lalu. Padahal, kondisi Kiki sedang mengalami hamil muda. Tak jelas, penyebab mengapa Mualem menceraikan Kiki. “Saat ini Kiki sudah kembali ke rumah orang tuanya di Pidie. Sementara, rumahnya di Ule Kareng tampak sepi,” ungkap salah seorang aktivis perempuan Aceh kepada media ini pekan lalu.
Sayang, konfirmasi kepada Mualem selalu gagal. Dua nomor telpon seluler milik Mualem tak menjawab panggilan dan pesan singkat yang dikirim media ini. Upaya melalui Kepala Bagian Humas Pemerintah Aceh, Murthalamuddin, juga gagal. Murthala bahkan sesumbar, untuk MODUS ACEH jangan diharap. Langkahi dulu mayat saya, begitu katanya kepada sejumlah rekan media dan wartawan di Banda Aceh.
Bisa jadi, Murthala lupa, karena sikap, perangai dan tingkahnya yang arongan tersebut, bisa merugikan posisi Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf, terutama mengenai pemberitaan yang harus dikonfirmasi dan klarifikasi. Salah satunya tentang perseteruan yang kini semakin memuncak antara Gubernur dan Wakil Gubernur.
Murthala begitu haqqul yakin, posisinya sebagai Kabag Humas Pemerintah Aceh tak tergoyahkan. Sebab, dia menjadi salah satu orang kepercayaan dr. Zaini Abdullah. Padahal, untuk mendapatkan posisi tadi, Murthala direkomundasi oleh Mualem atas permintaan Tgk Zulkarnaini alias Tgk Ni, Panglima Wilayah Passe.
“Harusnya dia bijak dan tidak tendensius serta membawa masalah pribadi (jika ada) dengan media. Bermusuhan dengan satu media tidak lebih baik jika berteman dengan seribu media lainnya,” kata Hendra Budian, Ketua BPPA. Menurut Hendara Budian, diam-diam Murthala mulai balik gagang dari Mualem.
Sumber media ini diinternal PA/KPA mengungkapkan, Mualem memang memiliki banyak istri dan ini sudah menjadi rahasia umum, termasuk di Malaysia. “Di Banda Aceh ada Anna (tinggal di Pendopo Wakil Gubernur Blang Padang) dan Kiki, kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh. Di Lhokseumawe namanya Salmawati. Kabarnya, ada juga di Meulaboh dan Bogor, Jawa Barat. Dan terakhir, dengan seorang perawat di RSUZA Banda Aceh,” ungkap sumber tadi.
Begitupun, ada kabar burung yang berhembus, pernikahan Mualem dengan Kiki sudah berakhir alias cerai beberapa bulan lalu. Padahal, kondisi Kiki sedang mengalami hamil muda. Tak jelas, penyebab mengapa Mualem menceraikan Kiki. “Saat ini Kiki sudah kembali ke rumah orang tuanya di Pidie. Sementara, rumahnya di Ule Kareng tampak sepi,” ungkap salah seorang aktivis perempuan Aceh kepada media ini pekan lalu.
Sayang, konfirmasi kepada Mualem selalu gagal. Dua nomor telpon seluler milik Mualem tak menjawab panggilan dan pesan singkat yang dikirim media ini. Upaya melalui Kepala Bagian Humas Pemerintah Aceh, Murthalamuddin, juga gagal. Murthala bahkan sesumbar, untuk MODUS ACEH jangan diharap. Langkahi dulu mayat saya, begitu katanya kepada sejumlah rekan media dan wartawan di Banda Aceh.
Bisa jadi, Murthala lupa, karena sikap, perangai dan tingkahnya yang arongan tersebut, bisa merugikan posisi Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf, terutama mengenai pemberitaan yang harus dikonfirmasi dan klarifikasi. Salah satunya tentang perseteruan yang kini semakin memuncak antara Gubernur dan Wakil Gubernur.
Murthala begitu haqqul yakin, posisinya sebagai Kabag Humas Pemerintah Aceh tak tergoyahkan. Sebab, dia menjadi salah satu orang kepercayaan dr. Zaini Abdullah. Padahal, untuk mendapatkan posisi tadi, Murthala direkomundasi oleh Mualem atas permintaan Tgk Zulkarnaini alias Tgk Ni, Panglima Wilayah Passe.
“Harusnya dia bijak dan tidak tendensius serta membawa masalah pribadi (jika ada) dengan media. Bermusuhan dengan satu media tidak lebih baik jika berteman dengan seribu media lainnya,” kata Hendra Budian, Ketua BPPA. Menurut Hendara Budian, diam-diam Murthala mulai balik gagang dari Mualem.
SIDANG Istimewa mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat pekan lalu, memang tak seluruhnya diikuti anggota DPR Aceh, terutama yang terpilih kembali sebagai anggota DPR RI. Maklum, mereka sedang disibukkan dengan persiapan pelantikan yang dijadwalkan akhir tahun ini di Jakarta.
Begitupun, sejumlah anggota DPR Aceh aktif dan terpilih kembali, tampak menghadiri sidang dimaksud. Kecuali Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Kabarnya, Mualem, begitu dia akrab disapa sedang bersiap diri untuk kunjungan kerja ke Korea Selatan. Hanya selang beberapa hari kemudian, Gubernur Aceh, juga dikabarkan akan berlawat ke Amerika Serikat. Kepergian itu atas undangan Duta Besar Amerika di Jakarta. “Izin sudah diajukan kepada Menteri Dalam Negeri,” jelas salah satu sumber.
“Apa Liputan Utama MODUS ACEH pekan depan,” tanya seorang anggota DPR Aceh kepada media ini, usai mengikuti sidang. “Soal gaya hidup: Birokrasi, Politisi dan Poligami,” jawab saya. Ha..ha..ha..menarik juga, kata dia. “Anda tahu, siapa saja anggota DPR Aceh yang kawin dua,” tanya anggota DPR Aceh tadi, sambil menyulut sebatas rokok putih. “Ya, tidak semuanya kami tahu,” jawab saya. Lalu, wakil rakyat dari partai nasional itu pun menyebut satu persatu anggota DPR Aceh yang berpoligami.
Menurut wakil rakyat tadi, ada beberapa anggota DPR Aceh yang melakukan poligami. Misal sebut dia, Tgk Usman Muda (Partai Aceh), Tgk Mahyaruddin (PKS) serta Tgk Anwar Idris (PPP). Dari sederet nama tadi, hanya Tgk Mahyaruddin yang berani mengakui secara terbuka. “Ya, begitulah. Saya memang beristri dua,” katanya singkat kepada media ini, Sabtu pekan lalu. Selebihnya, Tgk Mahyar, begitu dia akrab disapa, memilih untuk irit bicara.
Begitupun, sejumlah anggota DPR Aceh aktif dan terpilih kembali, tampak menghadiri sidang dimaksud. Kecuali Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Kabarnya, Mualem, begitu dia akrab disapa sedang bersiap diri untuk kunjungan kerja ke Korea Selatan. Hanya selang beberapa hari kemudian, Gubernur Aceh, juga dikabarkan akan berlawat ke Amerika Serikat. Kepergian itu atas undangan Duta Besar Amerika di Jakarta. “Izin sudah diajukan kepada Menteri Dalam Negeri,” jelas salah satu sumber.
“Apa Liputan Utama MODUS ACEH pekan depan,” tanya seorang anggota DPR Aceh kepada media ini, usai mengikuti sidang. “Soal gaya hidup: Birokrasi, Politisi dan Poligami,” jawab saya. Ha..ha..ha..menarik juga, kata dia. “Anda tahu, siapa saja anggota DPR Aceh yang kawin dua,” tanya anggota DPR Aceh tadi, sambil menyulut sebatas rokok putih. “Ya, tidak semuanya kami tahu,” jawab saya. Lalu, wakil rakyat dari partai nasional itu pun menyebut satu persatu anggota DPR Aceh yang berpoligami.
Menurut wakil rakyat tadi, ada beberapa anggota DPR Aceh yang melakukan poligami. Misal sebut dia, Tgk Usman Muda (Partai Aceh), Tgk Mahyaruddin (PKS) serta Tgk Anwar Idris (PPP). Dari sederet nama tadi, hanya Tgk Mahyaruddin yang berani mengakui secara terbuka. “Ya, begitulah. Saya memang beristri dua,” katanya singkat kepada media ini, Sabtu pekan lalu. Selebihnya, Tgk Mahyar, begitu dia akrab disapa, memilih untuk irit bicara.
Sebenarnya sebut sumber tadi, banyak anggota DPR Aceh yang melakukan poligami. Hanya saja, sunnah rasul itu dilakukan secara diam-diam alias tersembunyi. Mereka ada yang menyimpan istri mudanya di Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Jakarta dan Bandung. Semua berdalih agar tidak diketahui istri tua. Bahkan, ada yang mampu menyembunyikan pernikahan keduanya itu bertahun-tahun dari istri tua hingga anaknya tumbuh menjadi remaja.
“Tgk Anwar Idris itu sudah menikah sejak belasan tahun lalu. Istri dan anaknya tinggal di Lhokseumawe, kawasan Utenkot, Cunda,” ungkap anggota DPR Aceh tadi. Tgk Anwar Idris, merupakan anggota DPR Aceh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia terpilih kembali menjadi anggota DPR RI hasil Pileg, 9 April 2014 lalu.
Benarkah informasi tadi? Hasil penelusuran media ini pada sejumlah sumber membenarkan. “Buktinya, kalau ada Pansus atau kunjungan kerja ke Jakarta atau rapat partai, ada anggota DPR Aceh yang membawa istri muda. Biasanya, memang tidak berangkat sama. Istri muda lebih dulu menunggu di Jakarta, baru kemudian ketemu. Ini untuk menghindari dari istri tua,” ungkap seorang anggota DPR Aceh, buka kartu.
Sebaliknya, bila istri muda mereka ada di Jakarta atau sekitarnya, mereka cukup berkomunikasi dengan telpon seluler, untuk selanjut bertemu. “Bahkan, ada yang sudah beli rumah dan apartemen untuk istri mudanya di Jakarta. Dari pada mereka di hotel, selain biaya tinggi, juga tidak cukup nyaman. Toh, semua itu halal dan dibenarkan secara agama Islam,” sebut sumber tadi.
“Tgk Anwar Idris itu sudah menikah sejak belasan tahun lalu. Istri dan anaknya tinggal di Lhokseumawe, kawasan Utenkot, Cunda,” ungkap anggota DPR Aceh tadi. Tgk Anwar Idris, merupakan anggota DPR Aceh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia terpilih kembali menjadi anggota DPR RI hasil Pileg, 9 April 2014 lalu.
Benarkah informasi tadi? Hasil penelusuran media ini pada sejumlah sumber membenarkan. “Buktinya, kalau ada Pansus atau kunjungan kerja ke Jakarta atau rapat partai, ada anggota DPR Aceh yang membawa istri muda. Biasanya, memang tidak berangkat sama. Istri muda lebih dulu menunggu di Jakarta, baru kemudian ketemu. Ini untuk menghindari dari istri tua,” ungkap seorang anggota DPR Aceh, buka kartu.
Sebaliknya, bila istri muda mereka ada di Jakarta atau sekitarnya, mereka cukup berkomunikasi dengan telpon seluler, untuk selanjut bertemu. “Bahkan, ada yang sudah beli rumah dan apartemen untuk istri mudanya di Jakarta. Dari pada mereka di hotel, selain biaya tinggi, juga tidak cukup nyaman. Toh, semua itu halal dan dibenarkan secara agama Islam,” sebut sumber tadi.
Memang, tidak ada yang salah dari poligami. Tentu, selama mengikuti ajaran dan nilai-nilai agama. Dalam Islam, dibenarkan seorang laki-laki menikahi lebih dari satu perempuan, asalkan mampu bersikap adil terhadap para istri-istrinya. Kecuali itu, ada yang dilakukan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA), tapi tak sedikit yang mempraktikannya secara siri.
Itu sebabnya, poligami tak hanya dilakukan rakyat kelas bawah, tapi juga atas. Mulai dari pejabat tinggi negara atau birokrasi hingga politisi. Bahkan, mantan Wakil Presiden RI yang juga mantan Ketua Umum PPP Hamzah Haj, juga berpoligami. Ada lagi, Ketua Umum PKS, Anis Mata. Bedanya, proses poligami Anis Mata, dilakukan dengan sangat santun dan terbuka kepada publik.
Berbeda dengan pejabat atau banyak politisi, poligami dilakukan secara sembunyi. Akibatnya, menimbulkan berbagai prahara dalam rumah tangga yang berakibat pada anak-anak mereka. Apalagi jika terpublikasi secara terbuka di media, tak sedikit anak-anak mereka akhirnya broken home yang lari, kemudian mengunakan narkoba sebagai pelampiasan.
Sebaliknya, tidak sedikit laki-laki yang berpoligami pada akhirnya mengalami praha dalam rumah tangga. Konflik tadi berujung pada perceraian atau perselingkuhan yang akut. Efek lain, justeru di dera oleh anak.
Psikolog Nurjannah Nitura berpendapat. Poligami berasal dari bahasa Yunani. Secara etimologis, poligami merupakan derivasi dari kata apolus yang berarti banyak, dan gamos yang berarti istri atau pasangan. Sebagai agama yang sempurna, Islam membolehkan seorang laki-laki berpoligami.
“Al-Quran berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, dengan jelas mengungkapkan perihal poligami, yaitu pada surah An Nisa ayat 3. Artinya: “ Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil (perlakuan yang adil dalam meladeni istri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah) maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (Q.S An Nisaa’ , 4: 3.),” jelas Nurjannah.
Namun katanya, mayoritas istri pertama tak rela dimadu.Ini dapat dipahami karena kehadiran sosok ”perempuan lain” dalam kehidupan rumah tangga akan menimbulkan perasaan kehilangan ”suami” pada diri istri pertama. Alasannya, karena istri terpaksa menerima kondisi harus ”berbagi suami” dengan perempuan lain-istri kedua dan seterusnya.
Penelitian Jones pada perempuan Suku Sasak di Lombok, kutip Nur Janah, poligami mengakibatkan mimpi buruk, kepasrahan akan nasib, pertengkaran antar istri, perasaan dikhianati oleh suami, dan bahkan ada istri yang terganggu jiwanya . Istri merasa inferior/rendah diri dan menganggap dirinya tak mampu memenuhi kebutuhan suami.
Selain itu juga ada dampak ekonomi (misal: suami lebih banyak memberikan harta kepada istri muda), dampak hukum (misal: pada kasus nikah siri, sehingga istri beserta anak-anaknya tak memiliki hak waris bahkan perkawinan dianggap tak ada), dampak kesehatan (berganti-ganti pasangan membuat suami dan istri rentan terhadap penyakit menular seksual), munculnya kasus KDRT dan sebagainya. “Tentu, setiap prilaku orang tua akan berdampak pada keluarga, terutama anak. Poligami yang diwarnai konflik akan membawa dampak secara kualitas dan kuantitas. Perubahan perilaku anak tersebut lebih banyak dipengaruhi ekses menurunnya kualitas dan kuantitas hubungan orang tua dan anak setelah poligami,” jelas Nur Janah Nitura.
Menurutnya, perselisihan memiliki efek langsung pada status kesehatan mental anak-anak. Dalam sebuah studi pada anak usia 8 sampai 18, perilaku anak yang tidak dapat dikendalikan 11%-nya dipengaruhi oleh konflik perkawinan dan tidak efektifnya peran orangtua akibat poligami. Gangguan perkembangan anak-anak yang diakibatkan oleh perkawinan poligami bisa berupa: miskin kompetensi sosial, stress, miskin prestasi sekolah, serta kenakalan pada anak.
Tak hanya itu, konflik perkawinan poligami juga cenderung mengganggu efektivitas orangtua dalam keterlibatan mendidik anak. Anak-anak yang mengalami konflik perkawinan yang intens cenderung menggunakan perilaku agresif yang berlebihan sebagai sarana pemecahan masalah, menunjukkan pola bermusuhan dalam berinteraksi dengan teman, dan dapat dipaksa untuk bermusuhan dan melawan orang tua yang lain (ibu tirinya ). “Mungkinkah anak akan mengikuti jejak ayahnya atau anak perempuan akan mengikuti prilaku ibunya? Bagaimanapun orang tua adalah panutan anak yang paling dekat (affective others) yang akan menjadi cermin diri bagi anak-anaknya. Sesuai dengan realita bahwa anak adalah imitator yang baik, maka ia akan melakukan proses belajar sosial secara intensif pada orang-orang di sekitarnya dalam hal ini adalah orang tuanya,” kata Nur Janah Nitura. | Modusaceh.com |
Itu sebabnya, poligami tak hanya dilakukan rakyat kelas bawah, tapi juga atas. Mulai dari pejabat tinggi negara atau birokrasi hingga politisi. Bahkan, mantan Wakil Presiden RI yang juga mantan Ketua Umum PPP Hamzah Haj, juga berpoligami. Ada lagi, Ketua Umum PKS, Anis Mata. Bedanya, proses poligami Anis Mata, dilakukan dengan sangat santun dan terbuka kepada publik.
Berbeda dengan pejabat atau banyak politisi, poligami dilakukan secara sembunyi. Akibatnya, menimbulkan berbagai prahara dalam rumah tangga yang berakibat pada anak-anak mereka. Apalagi jika terpublikasi secara terbuka di media, tak sedikit anak-anak mereka akhirnya broken home yang lari, kemudian mengunakan narkoba sebagai pelampiasan.
Sebaliknya, tidak sedikit laki-laki yang berpoligami pada akhirnya mengalami praha dalam rumah tangga. Konflik tadi berujung pada perceraian atau perselingkuhan yang akut. Efek lain, justeru di dera oleh anak.
Psikolog Nurjannah Nitura berpendapat. Poligami berasal dari bahasa Yunani. Secara etimologis, poligami merupakan derivasi dari kata apolus yang berarti banyak, dan gamos yang berarti istri atau pasangan. Sebagai agama yang sempurna, Islam membolehkan seorang laki-laki berpoligami.
“Al-Quran berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, dengan jelas mengungkapkan perihal poligami, yaitu pada surah An Nisa ayat 3. Artinya: “ Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil (perlakuan yang adil dalam meladeni istri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah) maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (Q.S An Nisaa’ , 4: 3.),” jelas Nurjannah.
Namun katanya, mayoritas istri pertama tak rela dimadu.Ini dapat dipahami karena kehadiran sosok ”perempuan lain” dalam kehidupan rumah tangga akan menimbulkan perasaan kehilangan ”suami” pada diri istri pertama. Alasannya, karena istri terpaksa menerima kondisi harus ”berbagi suami” dengan perempuan lain-istri kedua dan seterusnya.
Penelitian Jones pada perempuan Suku Sasak di Lombok, kutip Nur Janah, poligami mengakibatkan mimpi buruk, kepasrahan akan nasib, pertengkaran antar istri, perasaan dikhianati oleh suami, dan bahkan ada istri yang terganggu jiwanya . Istri merasa inferior/rendah diri dan menganggap dirinya tak mampu memenuhi kebutuhan suami.
Selain itu juga ada dampak ekonomi (misal: suami lebih banyak memberikan harta kepada istri muda), dampak hukum (misal: pada kasus nikah siri, sehingga istri beserta anak-anaknya tak memiliki hak waris bahkan perkawinan dianggap tak ada), dampak kesehatan (berganti-ganti pasangan membuat suami dan istri rentan terhadap penyakit menular seksual), munculnya kasus KDRT dan sebagainya. “Tentu, setiap prilaku orang tua akan berdampak pada keluarga, terutama anak. Poligami yang diwarnai konflik akan membawa dampak secara kualitas dan kuantitas. Perubahan perilaku anak tersebut lebih banyak dipengaruhi ekses menurunnya kualitas dan kuantitas hubungan orang tua dan anak setelah poligami,” jelas Nur Janah Nitura.
Menurutnya, perselisihan memiliki efek langsung pada status kesehatan mental anak-anak. Dalam sebuah studi pada anak usia 8 sampai 18, perilaku anak yang tidak dapat dikendalikan 11%-nya dipengaruhi oleh konflik perkawinan dan tidak efektifnya peran orangtua akibat poligami. Gangguan perkembangan anak-anak yang diakibatkan oleh perkawinan poligami bisa berupa: miskin kompetensi sosial, stress, miskin prestasi sekolah, serta kenakalan pada anak.
Tak hanya itu, konflik perkawinan poligami juga cenderung mengganggu efektivitas orangtua dalam keterlibatan mendidik anak. Anak-anak yang mengalami konflik perkawinan yang intens cenderung menggunakan perilaku agresif yang berlebihan sebagai sarana pemecahan masalah, menunjukkan pola bermusuhan dalam berinteraksi dengan teman, dan dapat dipaksa untuk bermusuhan dan melawan orang tua yang lain (ibu tirinya ). “Mungkinkah anak akan mengikuti jejak ayahnya atau anak perempuan akan mengikuti prilaku ibunya? Bagaimanapun orang tua adalah panutan anak yang paling dekat (affective others) yang akan menjadi cermin diri bagi anak-anaknya. Sesuai dengan realita bahwa anak adalah imitator yang baik, maka ia akan melakukan proses belajar sosial secara intensif pada orang-orang di sekitarnya dalam hal ini adalah orang tuanya,” kata Nur Janah Nitura. | Modusaceh.com |


