Yerusalem | acehtrffic.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
menyamakan Hamas dengan kelompok militan Islamic State of Iraq and
Syiria (ISIS). Pernyataan itu disampaikan Netanyahu menyusul banyaknya
ancaman akibat tindakan yang dilakukan kedua organisasi tersebut.
“ISIS dan Hamas adalah cabang-cabang pohon beracun yang sama. Dia telah membingkai konflik Gaza sebagai bagian dari perang internasional yang lebih luas terhadap ancaman kelompok militan,” ungkap Nentanyahu, seperti dikutip dari International Business Times, Selasa 26 Agustus 2014.
Netanyahu melanjutkan, kedua organisasi tersebut telah terlibat pembunuhan ekstrayudisial. Contohnya, Hamas telah menembak tewas warga yang diduga sebagai mata-mata Israel di depan umum.
Perbandingan yang dilakukan Nentanyahu justru tidak mendapat respons baik dari sekutunya yaitu Amerika Serikat (AS). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Marie Harf mengatakan, negaranya melihat ISIS dan Hamas sebagai kelompok teroris.
Namun, Harf menambahkan bahwa dalam hal ini tidak perlu dilakukan perbandingan.
Hamas pun geram mengetahui organisasinya dibandingkan dengan ISIS. Mereka mengutuk hal itu dan mengatakan tidak berniat mencari perang dengan negara-negara Barat.
Salah satu pejabat Hamas, Izzat Risheq, justru mengecam ISIS atas tindakannya membunuh James Foley secara brutal. Risheq juga menegaskan bahwa Hamas adalah organisasi gerakan pembebasan nasional yang bertujuan mencari kebebasan rakyat Palestina. | Okezone.com |
“ISIS dan Hamas adalah cabang-cabang pohon beracun yang sama. Dia telah membingkai konflik Gaza sebagai bagian dari perang internasional yang lebih luas terhadap ancaman kelompok militan,” ungkap Nentanyahu, seperti dikutip dari International Business Times, Selasa 26 Agustus 2014.
Netanyahu melanjutkan, kedua organisasi tersebut telah terlibat pembunuhan ekstrayudisial. Contohnya, Hamas telah menembak tewas warga yang diduga sebagai mata-mata Israel di depan umum.
Perbandingan yang dilakukan Nentanyahu justru tidak mendapat respons baik dari sekutunya yaitu Amerika Serikat (AS). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Marie Harf mengatakan, negaranya melihat ISIS dan Hamas sebagai kelompok teroris.
Namun, Harf menambahkan bahwa dalam hal ini tidak perlu dilakukan perbandingan.
Hamas pun geram mengetahui organisasinya dibandingkan dengan ISIS. Mereka mengutuk hal itu dan mengatakan tidak berniat mencari perang dengan negara-negara Barat.
Salah satu pejabat Hamas, Izzat Risheq, justru mengecam ISIS atas tindakannya membunuh James Foley secara brutal. Risheq juga menegaskan bahwa Hamas adalah organisasi gerakan pembebasan nasional yang bertujuan mencari kebebasan rakyat Palestina. | Okezone.com |

