
Banda Aceh | acehtraffic.com - Aksi simpatik untuk rakyat Palestina yang mejadi korban kebiadaban Israel terus meluas. Komite Nasional untuk Rakyat Palestina
(KNRP) Aceh melaporkan telah mengumpulkan uang Rp 115 juta dari
masyarakat. Bahkan ada warga Aceh yang menyumbang dua mayam emas dan dua
cincin emas plus uang sebagai ungkapan duka untuk saudara-saudara
mereka yang jadi korban Zionis.
Pada Minggu kemarin, di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, berlangsung aksi ‘Cinta Aceh untuk Palestina’.
Dalam aksi tersebut, massa terlihat tak mampu membendung emosi saat
mendengarkan orasi tentang kebiadaban Zionis terhadap rakyat Palestina. Secara spontan, peserta aksi menginjak-nginjak bendera Israel dan membakarnya.
Aksi solidaritas untuk Palestina
yang berlangsung kemarin diikuti Wali Kota Banda Aceh, Illiza
Sa’aduddin Djamal, anggota DPR-RI asal Aceh Nasir Djamil, Ketua Rabithah
Thaliban Aceh Rusli Daud, alumni relawan Gaza asal Aceh Makhyaruddin,
dan sejumlah ormas Islam/OKP se-Aceh. Aksi tersebut dimulai sekitar
pukul 10.00 WIB diawali long march dari Taman Sari menuju Masjid Raya
Baiturrahman.
Illiza dalam orasinya menyerukan masyarakat memenuhi
masjid terutama pada waktu subuh. Menurutnya, Yahudi sangat takut
dengan umat Islam yang bersatu padu memenuhi masjid termasuk pada hari
Jumat.
“Saya atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh maupun atas nama
pribadi memohon kepada seluruh alim ulama, para pemimpin daerah untuk
menyerukan kepada seluruh masyarakat agar memenuhi masjid terutama di
waktu subuh. Kita laksanakan qunut nazilah, berdoa bersama.
Mudah-mudahan Allah akan menyelamatkan Palestina,” ujar Illiza dengan suara bergetar.
Dengan
suara lantang Illiza juga menyerukan, “Saya mengajak seluruh masyarakat
yang merasa dirinya manusia, tidak perlu Anda beragama Islam, cukup
Anda menjadi manusia yang memiliki hati nurani untuk bersama-sama
berdiri tegak berjuang memerdekakan Palestina.”
Setiap
orasi yang disampaikan oleh orator diselingi dengan teriakan
‘Palestine’ yang disambut dengan kata ‘bebaskan’ dari massa yang
memenuhi jalan di depan Masjid Raya Baiturrahman. Sedangkan jika orator
meneriakkan ‘Israel’ disambut serentak dengan kata ‘hancurkan’.
Aksi
yang juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian ini sejenak menjadi
hening, ketika seorang sastrawan Aceh, Nuril Annisa membacakan puisi
karyanya berjudul ‘Tentang Sebuah Negeri’.
Dalam puisi tersebut, Nuril menceritakan tentang sebuah negeri Palestina
yang rakyatnya pantang mengemis dan anak-anaknya pantang meringis.
Negeri yang membuat umat Islam menumpahkan air mata serta mengirimkan
doa untuknya. Negeri yang rakyatnya menempatkan iman di ulu hatinya,
serta tetap terdengar azan meskipun rudal Israel berada di langit Palestina.
Kecuali
itu, sejumlah tulisan yang ditulis di karton juga mewarnai aksi yang
berakhir sekitar pukul 12.00 WIB itu. Salah satu tulisan berbunyi, ‘satu
produk Israel sama dengan satu peluru untuk Palestina, rakyat Aceh dan Palestina adalah satu tubuh, terkutuklah Yahudi laknatullah, free Palestine dari Aceh untuk Palestina.”
Terkait
penggalangan dana, selain informasi dari KNRP Aceh yang melaporkan
telah mengumpulkan uang Rp 115 juta serta sumbangan emas, juga ada
laporan lain yang diterima Serambi dari Ikatan Pemuda Peukan Bada (IPPB)
yang juga mengumpulkan dana sebesar Rp 5.155.500 melalui aksi
penggalangan yang dilakukan sejak satu minggu terakhir dari warga
setempat. | aceh.tribunnews.com |
