News Update :

Presiden: Indonesia Lakukan Diplomasi Untuk Bantu Palestina

Rabu, 16 Juli 2014



Medan | acehtraffic.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, Indonesia peduli dengan nasib warga Palestina dengan memberikan bantuan sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp11 miliar selain ikut melakukan diplomasi. 

"Sasaran diplomasi Indonesia jelas dan tegas agar serangan Israel ke Palestina dihentikan. "Inisiatif Indonesia membawa persoalan itu ke PBB mendapat sambutan positif," katanya saat berbuka puasa di rumah dinas Gubernur Sumut, Selasa. 

Awalnya Presiden tidak dijadwalkan untuk memberi sambutan, namun atas permintaan Gubernur Sumut dan Ketua MUI yang berbicara soal Palestina,i akhirnya Presiden berbicara selitar 20 menit. 

Presiden menjelaskan, selain berbicara dengan Presiden Iran, Indonesia juga akan melanjutkan komunikasi dengan (Organisasi Konferensi Islam, Sekjen PBB Ban Ki Mun dan Presiden Amerika Barack Obama. 

"Saya akan sampaikan hal ini (masalah Palestina) sangat melukai perasaan umat Islam, apalagi terjadi saat di bulan suci Ramadhan,"katanya. 

Menurut Presiden, berdasarkan informasi terbaru dari Menlu, ada kabar baik yang menyebutkan bahwa Israel bersedia melakukan gencatan senjata. 

"Tadi setelah mendarat di Medan, Menlu mengabarkan bahwa Israel setuju gencatan senjata walau belum secara eksplesit atau melakukan langkah-langkah. Mudah-mudahan ada gencatan senjata,¿ ujar Presiden. 

Meski ada kabar baik itu, Presiden menegaskan akan tetap melanjutkan diplomasi  dan menyampaikan harapan dibebaskannya rakyat Palestina  dari tragedi kemanusiaan yang menyayat hati. 

"Alangkahnya bersyukurnya kita, bangsa ini masih bisa beribadah dengan aman dan tenang, "katanya. 

Mengacu pada kasus Palestina dan lainnya, menurut Presiden, harusnya disadari diperlukannya rasa persaudaraan dan persatuan di masyarakat Indonesia. 

Kasus di Thailand yang saat ini berada dalam kondisi terbelah  dan terpecah juga. harus menjadi pelajaran dalam menyikapi Pemilu Presiden yang baru berlangsung. 

Dia mengakui,.adanya ketegangan politik di tanah air akibat klaim kemenangan berdasarkan perhitung cepat pada Pilpres

"Alhamdulillah dewasa ini kedua pihak sepakat memelihara situasi keamanan, sepakat  mengendalikan pengikut dan sepakat menunggu hasil perhitungan suara KPU,¿katanya.
Dia menegaskan kembali, perlunya menjaga keamanan pada pengumuman hasil suara 22 Juli karena masih ada saluran protes ke Mahkamah Konstitus. 

"Ada dua titik kritis dan 3-4 minggu di tingkat MK. Saya sudah bicara dengan Ketua KPU dan MK agar kredibel dan professional menjalankan tugasnya,"katanya. | Antara.com |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016