
acehtraffic.com - Hakikatnya pilpres adalah ketika prinsip
hidup seperti silaturahmi, persahabatan, pertemanan, hubungan
kekeluargaan, kedamaian sebagai capital sosial rakyat tidak tercabut
dari akarnya gara-gara pandangan politik atau pilihan berbeda.
Hakikatnya pilpres adalah ketika tidak melukai hubungan batin,
pertemanan, dan persahabatan.
Hakikatnya pilpres adalah ketika tidak
menggunakan media dengan berbagai bentuk, jenis dan tujuannya untuk
kampanye hitam, propaganda negatif, menghujat individu-individu dan
lain-lain. Hakikatnya pilpres adalah ketika mampu menciptakan dan
tercipta situasi, kondisi, suasana yang menyejukkan, mendamaikan dan
mengharmoniskan.
Hakikatnya pilpres adalah ketika aura,
udara positif masih tetap menyelimuti dan menyejutkan ruang-ruang
public/rakyat di seluruh nusantara. Hakikatnya pilpres adalah ketika
proses komunikasi dengan berbagai jenis (komunikasi face to face,
komunikasi kelompok kecil/besar, komunikasi organisasi, komunikasi
lintas budaya, komunikasi politik/komunikasi pemerintahan, komunikasi
internasional dll), dengan berbagai media (media konvensional, media
baru/media sosial atau penggabungan keduanya yang disebut konvergensi
media) dapat berjalan dengan prinsip etika, persuasif, prinsip
menyejukkan, mendamaikan, mencerdaskan, menyeimbangkan, membahagiakan,
prinsip realitas rill bukan fitnah tanpa dasar, prinsip bukan semata
kuantitas tapi kualitas, prinsip sebagai alat silaturahmi yang
baik-benar dan sebagainya masih terus terjaga dan dipraktekkan.
Hakikatnya pilpres adalah ketika kita
tidak membenci secara berlebihan terhadap kawan/sahabat kita yang beda
pandangan/pilihan, sehingga kita mampu berlaku adil sesama kita sebagai
manusia yang memanusiakan sesama. Hakikatnya pilpres adalah ketika
terjalin keharmonisan dan keseimbangan kekuasaan secara damai, ketika
proses pergantian kepemimpinan kekuasaan secara bermartabat, beretika,
beradab penuh dengan nilai-nilai asasi dan kemanusiaan. Hakikatnya
pilpres adalah ketika mampu pengelolaan konflik kekuasaan secara damai,
ketika absennya konflik yang berkepanjangan dan nihilnya kecurangan
dalam perebutan kekuasaan.
Hakikatnya pilpres adalah ketika sarana
sirkulasi politik untuk mewujudkan kehendak rakyat dalam hal memilih
pemimpin pemegang kekuasaan presiden dan wakil presiden berjalan dengan
damai penuh dengan kegembiraan nihil konflik dan kecurangan. Hakikatnya
pilpres adalah ketika pilpres mampu menjadi sarana untuk menyalurkan hak
asasi politik rakyat secara demokrasi bebas dari ancaman dan
intimidasi. Hakikatnya pilpres adalah ketika mampu menjadi salah satu
pilar utama dari sebuah akumulasi kehendak rakyat, ketika pilpres
sekaligus merupakan prosedur demokrasi untuk memilih pemimpin.
Hakikatnya pilpres adalah ketika dua
pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan Joko Widodo-Jusuf
Kalla, tim pemenangan, relawan, simpatisan mampu menciptakan rasa damai
dan menghindari konflik antar tim pendukung dengan menjunjung tinggi
aturan perundangan yang telah disepakati. Hakikatnya pilpres adalah
ketika berbesar hati berjiwa besar, bersikap kesatria, negarawan, legowo
dengan mampu menerima dan mengakui kemenangan serta kekalahan. Ketika
mampu bersikap secara bijak, arif, tetap menjaga kekompakan, perdamaian
dan ketertiban dalam masyarakat.Hakikatnya pilpres adalah ketika
pemenang dapat bersikap biasa saja dan tidak perlu berlebihan dalam
menyikapi kemenangan dengan tetap menjaga silaturahmi dengan kandidat
yang kalah.
Hakikatnya pilpres adalah tidak adanya
yang merusak kualitas dan kuantitas demokrasi dengan kecurangan dan
memperbodoh bangsa Negara sendiri. Hakikatnya pilpres adalah ketika
tidak ada kecurangan dari proses kesiapan, netralitas dan
profesionalitas penyelengara. Ketika semua struktur penyelenggara
pilpres mampu untuk tetap netral, sehingga absenya potensi terjadinya
simbiosis mutualisme antara timsukses atau tim pemenangan, relawan,
simpatasan dengan penyelenggara pilpres di semua tingkatan.
Hakikatnya pilpres adalah ketika faktor
struktur birokrasi yang dibawahi oleh tim pemenangan, relawan,
simpatisan capres-cawapres di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota hingga
struktur paling bawah di tingkat RT/RWyang berasal dari partai
koalisinya, dapat menjaga netralitas dan profesionalitasnya.
Hakikatnya pilpres adalah ketika
institusi keamanan (TNI, Polri, dan BIN) dapat sepenuhnya menjalankan
komitmen netral dengan menjaga jarak dari politik praktis. Juga termasuk
institusi/lembaga Negara lainnya seperti kampus, pemerintahan dan
lain-lain.
Hakikatnya pilpres adalah ketika praktik
politik uang atau jual beli suara yang melibatkan unsur masyarakat
dalam melakukan mobilisasi rakyat dengan melibatkan misalnya unsur
birokrasi, oknum aparat keamanan dll, dapat hilangkan dari bumi yang
sepakat dengan demokrasi.
Hakikatnya pilpres adalah ketika tidak
ada manipulasi pada formulir C6, yakni formulir pemberitahuan untuk
memberikan suara kepada pemilih, dengan undangan tidak disampaikan ke
pemilih akibat integritas penyelenggara di level Panitia Pemungutan
Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tentu
dengan mensortir penyebaran surat undangan sesuai preferensi pilihan
warga yang sudah diidentifikasi sebelumnya.
Walau rakyat dapat memilih tanpa membawa
undangan dengan mambawa KTP, namun sosialisasi dipandang masih kurang,
dapatmenimbulkan apatismerakyat. Juga ketika tidak ada upaya surat
undangan teridentifikasi yang diperjualbelikan demi kepentingan pihak
capres, dengan surat undangan disiapkan untuk dipakai pemilih yang bisa
dimobilisasi.
Hakikatnya pilpres adalah ketika tidak
adanya modus surat undangan sengaja tidak dibagikan dengan tujuan rakyat
tidak mencoblos kemudian surat undangan tersebut digunakan sebagai
pembenaran coblos massal dari calon yang sudah bekerja sama. Juga ketika
tidak adanya upaya memanipulasi distribusi surat suara, dengan cara
surat suara dibuat lebih untuk TPS tertentu karena itu akan jadi bahan
coblos massal.
Hakikatnya pilpres adalah ketika tidak
adanya permainan saat proses perhitungan suara di level petugas pipres
baik level PPS dan PPK berkolaborasi dengan yang memesan, caranya suara
kandidat tertentu akan diturunkan atau dinaikkan sesuai pesanan.
Hakikatnya pilpres adalah ketika tidak
adanya potensi menimbulkan konflik horizontal di lapisan masyarakat.
Ketika tidak adanya keterlibatan kepala daerah baik gubernur, bupati,
atau wali kota serta para pejabat negara lainnya yang berpotensi
menyalahgunakan kekuasaannya menggunakan fasilitas negara untuk
kemenangan pasangan calon yang diusungnya, dengan mobilisasi aparatur
pemerintah di bawahnya untuk menggiring memilih pasangan calon yang
diusungnya dan mengembangkan opini penggiringan kepada salah satu
pasangan calon.
Hakikatnya pilpres adalah ketika
keterlibatan pengusaha baik pengusaha pribumi maupun perusahaan asing
demi pengamanan dan keberlangsungan aset pengusaha yang amat penting
bagi pengusaha untuk tetap meraih keuntungan, siapapun yang menjadi
presiden ke depan.
Sehingga kondisi ini berpotensi
mendatangkan pundi-pundi dana untuk pemenangan pasangan calon,
perusahaan bisa menilai mana yang pro asing dan mana yang tidak pro
asing. Dengan mengabaikan batas-batas yang telah diatur dalam regulasi
penyelenggara pilpres, dengan berbagai macam cara.
Hakikatnya pilpres adalah ketika
semestinya tidak ada keberpihakan media, dengan menggiring rakyat dengan
semua pemberitaan media massa. Saat ini semua sudah tahu karena telah
terbangun stigma di tengah-tengah rakyat media mana saja yang sering
berpihak terhadap pasangan calon. Hakikatnya pilpres adalah ketika
sistem pengawasan dan penanganan pelanggaran pilpres dapat ditegakkan
dengan memperkuat penegasan hukum pilpres.
Hakikatnya pilpres adalah ketika menjadi
sentral dalam perwujudan kedaulatan rakyat sesuai dengan konstitusi
negara dengan memberikan jaminan pemilu adalah satu-satunya cara untuk
mewujudkan kedaulatan rakyat. Artinya pilpres merupakan pranata wajib
dalam pelaksanaan kedaulatan rakyat dan konstitusi memberikan arah dan
mengatur tentang prinsip-prinsip dasar yang mesti jalankan.
Hakikatnya pilpres adalah ketika menjadi
kerangka negara demokrasi dengan pelaksanaan pilpres sebagai momentum
penting bagi pembentukan pemerintahan dan penyelenggaraan negara
berikutnya. Pilpres juga selain merupakan mekanisme bagi rakyat untuk
memilih para pemimpinan juga sebagai proses evaluasi dengan membentuk
kembali kontrak sosial politik rakyat.
Hakikatnya pilpres adalah sebagai suatu
kewajiban negara bangsa demokrasi, bahwa pilpres mesti berkesinambungan,
dengan tahapan-tahapan dalam pilpres menjadi suatu siklus lima tahunan,
dengan harapan pada setiap pilpres berikutnya akan terdapat
penyempurnaanatau perbaikan dari sebelumnya.
Akan berbahaya ketika mengabaikan
hakikatnya pilpres. Berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara
ketika eksistensi kedaulatan rakyat ditunjukan dengan cara lain yang
tidak kostitusional dengan mengabaikan hakikat dari pilpres itu sendiri.
Padahal pilpres dipergunakan oleh rakyat
untuk memperbaharui kepemimpinan, sirkulasi kekuasaan, memperbaharui
kontrak politiknya. Pilpres menjadi sangat penting dalam negara bangsa
yang demokrasi. Semoga hakikatnya pilpres dapat menjadi renungan kita
bersama, selamat memilih.[]
Penulis adalah Kamaruddin Hasan Dosen Ilmu Komunikasi, Fisip,
Unimal Aceh dan Ketua Development for Research and Empowerment –
DeRE-Indonesia ( dikutip : acehbaru.com |
