Banda Aceh | acehtraffic.com - Ratusan masyarakat yang berasal dari seluruh kab/kota yang ada di Aceh kembali mendatangi kantor Gubernur. Tujuan dari kedatangan mereka adalah untuk mengajukan proposal bantuan dari Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Menurut informasi yang di kutip di acehonline.com, Ratusan masyarakat sudah berkumpul didepan ruang kerja Wagub Aceh dengan membawa proposal bantuan yang akan diberikan kepada Mualem. Tidak hanya itu, beberapa masyarakat juga tidur didepan ruang kerja mualem.
Iskandar warga Rukoh Kecamatan Syiah Kuala kepada wartawan mengatakan tujuan mendatangi kantor Gubernur adalah untuk mengajukan proposal bantuan untuk membangun sebuah usaha.
"Saya sudah 1 minggu yang lalu mengajukan proposal, tapi sampai hari ini belum ada kabar, saya hanya mengajukan proposal bantuan sebesar Rp 10 juta, ingin membangun sebuah usaha, kami butuh modal dari Pemerintah Aceh, " kata Iskandar kepada wartawan, Senin 19 Mei 2014 di Banda Aceh.
Iskandar juga menjelaskan masyarakat yang sudah mengajukan mencapai ribuan, karena menurut nomor agenda yang diberikan oleh pegawai kantor Gubernur.
"Nomor agenda saya saja 2.086, itu saya masukkan hari kamis yang lalu, kalau sekarang sudah mencapai puluhan ribu, " jelasnya.
Sementara itu, Ansiah warga yang berasal dari Desa Lamkuta, Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara mengatakan kalau dirinya sudah empat hari berada di Banda Aceh, Selama ini hanya tinggal di Anjungan Aceh Utara yang berada di Arena Pekan Kebudayaan Aceh (PKA).
"Saya butuh kejelasan, karena sudah empat hari saya di Banda Aceh, kami ingin jumpa dengan Mualem, saya mengajukan proposal bantuan untuk membuka usaha kelontong," ujarnya.
Proposal yang diberikan kepada Wagub, jelas Ansiah juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa Lamkuta dan Camat Kuta Makmur.
"Saya sudah mendapatkan rekomendasi dari Camat dan Kechik, Proposal saya sudah diterima, tapi tidak ada kejelasan kapan uang itu akan keluar," imbuhnya.
Fatimah warga Desa Kualang Cut, Langsa, mengatakan sangat kecewa dengan Pemerintah Aceh karena sudah dua kali mengajukan proposal tapi tidak sekalipun pernah diberikan.
"Saya sudah dua kali mengajukan proposal, dua minggu saya di Banda Aceh, hanya ingin berjumpa dengan Wagub, kami dari langsa ada sembilan orang yang datang ke Banda Aceh hanya tujuan ingin meminta modal usaha dari Pemerintah Aceh," ujarnya
Selain itu, Fatimah juga menambahkan hanya mengajukan permohonan biaya bantuan untuk modal usaha sebesar Rp 5 juta, tapi tidak pernah diberikan.
"Saya ingin langsung memberikan kepada Wagub, karena sudah pengalaman yang lalu, proposal yang sudah saya berikan tidak ada kabar, makanya jam 8.00 Wib pagi saya sudah ada di kantor Gubernur, tujuan saya hanya ini tunggu Wagub, jam 17.00 wib saya baru pulang, sudah dua minggu saya seperti ini,"tambahnya.
Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Murthalamuddin ketika dihubugi acehonline.info mengatakan bahwa tidak ada bantuan langsung Pemerintah Aceh. Masyarakat diharapkan untuk tidak percaya mengenai isu bantuan modal usaha dari Pemerintah Aceh.
"Masyarakat jangan percaya ada bantuan langsung dari Pemerintah Aceh, tidak mungkin Pemerintah memberikan bantuan langsung, itu kabar bohong kalau ada bantuan langsung dari Pemerintah Aceh," harapnya. (acehonline.com)
Menurut informasi yang di kutip di acehonline.com, Ratusan masyarakat sudah berkumpul didepan ruang kerja Wagub Aceh dengan membawa proposal bantuan yang akan diberikan kepada Mualem. Tidak hanya itu, beberapa masyarakat juga tidur didepan ruang kerja mualem.
Iskandar warga Rukoh Kecamatan Syiah Kuala kepada wartawan mengatakan tujuan mendatangi kantor Gubernur adalah untuk mengajukan proposal bantuan untuk membangun sebuah usaha.
"Saya sudah 1 minggu yang lalu mengajukan proposal, tapi sampai hari ini belum ada kabar, saya hanya mengajukan proposal bantuan sebesar Rp 10 juta, ingin membangun sebuah usaha, kami butuh modal dari Pemerintah Aceh, " kata Iskandar kepada wartawan, Senin 19 Mei 2014 di Banda Aceh.
Iskandar juga menjelaskan masyarakat yang sudah mengajukan mencapai ribuan, karena menurut nomor agenda yang diberikan oleh pegawai kantor Gubernur.
"Nomor agenda saya saja 2.086, itu saya masukkan hari kamis yang lalu, kalau sekarang sudah mencapai puluhan ribu, " jelasnya.
Sementara itu, Ansiah warga yang berasal dari Desa Lamkuta, Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara mengatakan kalau dirinya sudah empat hari berada di Banda Aceh, Selama ini hanya tinggal di Anjungan Aceh Utara yang berada di Arena Pekan Kebudayaan Aceh (PKA).
"Saya butuh kejelasan, karena sudah empat hari saya di Banda Aceh, kami ingin jumpa dengan Mualem, saya mengajukan proposal bantuan untuk membuka usaha kelontong," ujarnya.
Proposal yang diberikan kepada Wagub, jelas Ansiah juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa Lamkuta dan Camat Kuta Makmur.
"Saya sudah mendapatkan rekomendasi dari Camat dan Kechik, Proposal saya sudah diterima, tapi tidak ada kejelasan kapan uang itu akan keluar," imbuhnya.
Fatimah warga Desa Kualang Cut, Langsa, mengatakan sangat kecewa dengan Pemerintah Aceh karena sudah dua kali mengajukan proposal tapi tidak sekalipun pernah diberikan.
"Saya sudah dua kali mengajukan proposal, dua minggu saya di Banda Aceh, hanya ingin berjumpa dengan Wagub, kami dari langsa ada sembilan orang yang datang ke Banda Aceh hanya tujuan ingin meminta modal usaha dari Pemerintah Aceh," ujarnya
Selain itu, Fatimah juga menambahkan hanya mengajukan permohonan biaya bantuan untuk modal usaha sebesar Rp 5 juta, tapi tidak pernah diberikan.
"Saya ingin langsung memberikan kepada Wagub, karena sudah pengalaman yang lalu, proposal yang sudah saya berikan tidak ada kabar, makanya jam 8.00 Wib pagi saya sudah ada di kantor Gubernur, tujuan saya hanya ini tunggu Wagub, jam 17.00 wib saya baru pulang, sudah dua minggu saya seperti ini,"tambahnya.
Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Murthalamuddin ketika dihubugi acehonline.info mengatakan bahwa tidak ada bantuan langsung Pemerintah Aceh. Masyarakat diharapkan untuk tidak percaya mengenai isu bantuan modal usaha dari Pemerintah Aceh.
"Masyarakat jangan percaya ada bantuan langsung dari Pemerintah Aceh, tidak mungkin Pemerintah memberikan bantuan langsung, itu kabar bohong kalau ada bantuan langsung dari Pemerintah Aceh," harapnya. (acehonline.com)

