News Update :

Dua Wilayah Bekas Pecahan Uni Soviet "Ukraina", Siap Lakukan Referendum Pemisahan Diri

Minggu, 11 Mei 2014

Kiev | acehtraffic.com - Upaya untuk melepaskan diri terus diperlihatkan oleh kota di Ukraina. Kali ini, dua wilayah di Negara Bekas Pecahan Uni Soviet itu, tengah bersiap untuk melakukan referendum.

Referendum ini ditujukan untuk membentuk pemerintahan republik sendiri di Donetsk dan Luhansk. Di dua wilayah tersebut kelompok pro-Rusia menduduki gedung pemerintah dan bentrok dengan militer dan polisi Ukraina.

Bentrokan terakhir di Kota Mariupol pada Jumat 9 Mei 2014 lalu, menyebabkan tujuh orang warga tewas. Kota tersebut pun terus dalam pengawasan ketat petugas keamanan.

Referendum ini dilakukan oleh kelompok pro-Rusia. Oleh Pemerintah Ukraina referendum itu dianggap tidak sah, negara-negara Barat pun beranggapan sama dengan Ukraina.

Ketua Komisi Referendum di Donetsk, Roman Lyagin mengatakan, ada satu daerah di wilayahnya yang lebih dulu melakukan rerendum.

"Referendum di Mariupol dan distrik lainnya memulai referendum terlebih dulu karena meningkatnya ketegangan," ujar Lyagin, seperti dikutip BBC, Minggu 11 Mei 2014.

Presiden Ukraina Oleksander Turchynov pun bersuara mengenai referendum ini. "Mereka yang meminta kemerdekaan tidak mengerti bahwa apa yang mereka lakukan akan merusak ekonomi dan sosial masyarakat. Ini adalah langkah penghancuran," tutur Turchynov.

Referendum kali ini serupa dengan apa yang terjadi di Crimea, Maret 2014 lalu. Setelah referendum, warga Crimea memilih untuk bergabung dengan Rusia dan beberapa hari setelah hasil referendum, Rusia mengakui Crimea sebagai wilayah mereka. Okezone.com
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016