
Jakarta | acehtraffic.com - Shara Melinda Ayu atau Ayu (20) mendapatkan surat pernyataan pemutusan studi drop out (DO) dari kampusnya, Politeknik Negeri Jakarta, Depok. Hal itu dikatakan oleh ayahnya Sugiyanto, yang pernah menjajakan ginjalnya untuk menebus ijazah Ayu.
"Dari kampusnya Ayu (PNJ) pernah nelepon. Bilangnya dari humasnya, dia bilang Ayu sudah di DO, nanti suratnya diantar (ke rumah)," kata Sugiyanto, Sabtu 17 Mei 2014.
Dia mengatakan, pemutusan studi Ayu lantaran tidak pernah masuk kelas perkuliahan selama satu bulan terakhir. Pun, nilai-nilai Ayu tidak memuaskan.
Sugiyanto merasa sangat sedih dengan pemutusan studi ini. Sebab, Ayu berkuliah atas bantuan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui beasiswa Bidik Misi.
Mendikbud tersentuh dengan perjuangan ayah dan anak ini beberapa waktu lalu untuk meneruskan pendidikan. Pria yang bekerja sebagai penjahit ini sempat hampir menjual ginjalnya. Dia pun meminta maaf kepada pihak Kementrian yang telah berbaik hati padanya dan anaknya.
"Saya mau minta maaf sama pak Mentri, sama pak Dirjen, PNJ juga, enggak bisa jaga Ayu sampai lulus kuliah. Tapi saya juga enggak bisa nyalahin anak saya," paparnya.
Menurutnya, bila anaknya itu masih memiliki semangat untuk kuliah, dia akan memperjuangkannya. "Ya saya akan lakukan apa saja buat anak saya. Tapi dia juga sepertinya sudah tidak semangat kuliah," kata Sugiyanto.
Ayu sempat menghilang lebih dari satu bulan dari rumahnya. Sugiyanto menduga Ayu dibawa kabur oleh kekasihnya, Firmansyah alias Aan ke Pangkal Pinang, Batam. Warga Kebon 200, Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, itu sempat melaporkan perihal kehilangan anaknya ke Polres Depok dan Polda Metro Jaya. (Kompas.com)
"Dari kampusnya Ayu (PNJ) pernah nelepon. Bilangnya dari humasnya, dia bilang Ayu sudah di DO, nanti suratnya diantar (ke rumah)," kata Sugiyanto, Sabtu 17 Mei 2014.
Dia mengatakan, pemutusan studi Ayu lantaran tidak pernah masuk kelas perkuliahan selama satu bulan terakhir. Pun, nilai-nilai Ayu tidak memuaskan.
Sugiyanto merasa sangat sedih dengan pemutusan studi ini. Sebab, Ayu berkuliah atas bantuan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui beasiswa Bidik Misi.
Mendikbud tersentuh dengan perjuangan ayah dan anak ini beberapa waktu lalu untuk meneruskan pendidikan. Pria yang bekerja sebagai penjahit ini sempat hampir menjual ginjalnya. Dia pun meminta maaf kepada pihak Kementrian yang telah berbaik hati padanya dan anaknya.
"Saya mau minta maaf sama pak Mentri, sama pak Dirjen, PNJ juga, enggak bisa jaga Ayu sampai lulus kuliah. Tapi saya juga enggak bisa nyalahin anak saya," paparnya.
Menurutnya, bila anaknya itu masih memiliki semangat untuk kuliah, dia akan memperjuangkannya. "Ya saya akan lakukan apa saja buat anak saya. Tapi dia juga sepertinya sudah tidak semangat kuliah," kata Sugiyanto.
Ayu sempat menghilang lebih dari satu bulan dari rumahnya. Sugiyanto menduga Ayu dibawa kabur oleh kekasihnya, Firmansyah alias Aan ke Pangkal Pinang, Batam. Warga Kebon 200, Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, itu sempat melaporkan perihal kehilangan anaknya ke Polres Depok dan Polda Metro Jaya. (Kompas.com)
