News Update :

Tumpangi Mobil Ber-atribut Partai Aceh, 1 Kader, Anak Balita dan Ipar Meninggal Diberondong Peluru

Selasa, 01 April 2014

Bireuen | acehtraffic.com– Pembunuhan jelang pemilu baik pemilihan kepala daerah maupun pemilihan calon legislatif sepertinya belum reda.  Lepas maggrib sekira pukul 19.30 Wib Di persimpangan SMK Buket Teukuh Kecamatan Kota juang Bireuen Sebuah mobil yang ditumpangi kader Partai Aceh dan Keluarganya di serbu peluru OTK. 3 Orang meninggal. Senin 31 Maret 2014

Kejadian itu menimpa keluarga Juwaini (35) ia bersama 6 keluarga dekat yang lain menumpang satu unit minibus jenis kijang kapsul LGX dan di badan mobil tertempel striker caleg dari Partai Aceh untuk DPRK Bireuen Haswaddah, serta bergambar Caleg DPRA Dapil III Bireuen nomor urut 8, Atqia Abubakar, saat melintasi kawasan Buket Teukuh mobinya diberondong oleh orang tidak dikenal dari arah belakang.

Akibat Insiden itu, Juwaini meninggal dunia, Anwar anaknya umur 2 tahun dan adik ipar bernama Azrawati (22) tahun. Sementara satu warga lainnya kritis akibat luka tembak yakni Fakhrurrazi (45) abang Ipar Juwani.  Sedangkan tiga orang yang selamat yakni, Muhibuddin (supir) yang juga kader Partai Aceh, Moli Budon, serta Hamidah (Ibu Mertua Juwaini).

Kapolres Bireuen Ajun Komisari Besar polisi Ali Khadafi  Kepada Wartawan membenarkan insiden tersebut, "Tiga orang meninggal, dari hasil olah TKP, ditemukan tiga selongsong peluru AK-47," ujar Ali Khadafi.

Kejadian ini menambah rentetan kasus kekerasan dan penembakan baik yang meninggal maupun terluka jelang pemilu Aceh 2014. Sebelumnya juga Juwaini namanya seorang ketua kecamtan Partai Nasional Aceh (PNA) meninggal akibat dianiaya seorang kader partai local Aceh.

Kemudian Faisal Caleg PNA asal Sawang Aceh Selatan tewas setelah diberondong 42 butir peluru, Kemudian dua Satgas PNA kritis dibabal oleh massa Partai local, dan penembakan terhadap Tank Replika Partai Aceh di Ule Reuleung Kecamatan Dewantara yang saat ini belum diketahui penembaknya, walau selentingan kabar pelakunya sudah “mengarah”

Pada Pemilihan gubernur 2012 silam Jumat, 22 Juli 2011 malam ditembak pada pukul 23.00 WIB. Saiful alias Cagee ditembak  oleh orang yang menumpangi Toyota avanza yang kemudian ditangkap Densus 88 Anti Teror. 

Penembakan mantan pimpinan Komite Peralihan Aceh (KPA) Bireuen Saiful Cagee, gara-gara sikapnya mendukung pencalonan Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh. Dan Kemudian pelaku ditangkap, ternyata bukan orang tidak dikenal, tetapi orang dikenali. (Search Penembakan Cagee)

Pada Minggu, 4 Desember 2011 Tiga Penderes Getah tewas dan 5 lainnya kritis setelah kena serbu peluru saat mereka sedang duduk di Mes PT Setya Agung Kecamatan Gereudong Pasee  Aceh Utara, juga kemudian pelakunya juga orang dikenali.

Kemudian pada 31 Desember 2011 pekerja penggalian instalasi PT Telkom ditembak orang tidak dikenal di Bireuen. Dalam peristiwa tersebut tiga orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya kritis. (Search Teroris Tangkap Pelaku Teror Pilkada) Rentetan insiden berdarah tersebut yang kemudian pelakunya tertangkap dan masih saudara sebangsa dan setanah air.

Beberapa warga yang sedang menyeruput kopi di sebuah warung di jalan rel kereta api di Bireuen berkomentar. “Tabuh lom gendrang kekerasan, maka kemudian siapa pun dapat bergoyang dan menari” | AT | RD|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016