
Jakarta | acehtraffic.com - Hubungan
Jakarta dengan Aceh berpotensi memanas lagi jika PDI Perjuangan nantinya
menjadi partai penguasa. Bahkan, jika Joko Widodo terpilih menjadi
presiden, gerakan Aceh untuk memerdekakan diri bakal kembali menyeruak. Rabu 16 April 2014.
Demikian dikatakan pengamat politik dan
konflik dari Universitas Esa Unggul, Jakarta, Prof Erman Anom kepada
JPNN di Jakarta, kemarin 15 April .
Analisis Erman bukan mengada-ada.
Pasalnya, menurutnya, selama ini para politisi PDIP yang menentang
secara keras adanya MoU Helsinki, termasuk UU Pemerintahan Aceh.
"Para politisi PDIP juga yang paling
keras menentang keberadaan bendera Aceh. Jadi bisa gawat jika PDIP
berkuasa, hubungan Jakarta dengan Aceh akan memburuk lagi," ujar Erman
Anom.
Namun, Guru Besar kelahiran Arun, Aceh, itu berharap, jika PDIP jika sudah bekuasa nanti, mau mengubah persepsinya tentang Aceh.
"Tapi jika tidak berubah, tetap mengusik-usik Aceh, saya katakan ini gawat. Aceh bisa merdeka," ujar Erman.
Namun, menurut pengamatan Erman, para
mantan petinggi GAM sendiri tetap tenang, tidak risau dengan kemenangan
PDIP di pileg dan menguatkan kans Jokowi sebagai presiden. Bahkan lanjut
Erman, para petinggi GAM malah senang jika PDIP yang berkuasa.
"Mereka senang jika nantinya PDIP terus
mengusik Aceh. Karena dengan demikian ada alasan untuk menggelar
referendum untuk Aceh merdeka," kata dia.
Hal yang berbeda jika yang terpilih
menjadi presiden mendatang adalah Prabowo Subianto. Menurut Erman, ini
karena Gerindra punya hubungan dekat dengan para mantan petinggi GAM,
yang sebagian sudah masuk Gerindra.
Erman yakin, jika Prabowo terpilih
menjadi presiden, maka hubungan Jakarta-Aceh akan manis. "Apalagi kalau
Prabowo jadi presiden lantas ada menterinya dari mantan petinggi GAM,
itu sangat bagus bagi masa depan kedamaian Aceh," ujarnya.
Kalau pun bukan mantan petinggi GAM yang
diajak masuk kabinet, lanjut Erman, bisa juga petinggi dari partai
lokal Aceh. "Bisa saja partai lokal, apakah itu PA, PNA, atau PDA,
diajak perkoalisian di level nasional, meski suaranya tak dihitung untuk
persyaratan pencapresan, namun nanti ada yang diberi kursi di kabinet.
Itu juga bagus," bebernya. AT | Sumber : jpnn.com |
