acehtraffic.com | Jakarta -- Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Perjuangan setuju berkoalisi. Kerja sama politik tersebut dimaksudkan
untuk menguasai kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical mengatakan,
koalisi kedua partai diperlukan untuk menjamin konsistensi sistem
pemerintahan presidensial.
"Kami bersepakat untuk mendukung siapa pun yang menjadi presiden
melalui parlemen untuk pemerintahan yang lebih baik," kata dia, di DPP
Golkar, Jakarta, Sabtu (12/4).
Pernyataan Ical menyusul gagalnya kerjasama dua partai untuk
mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Kemauan politik itu juga diutarakan capres dari Golkar itu, usai
melakukan konsolidasi politik dengan capres dari PDI Perjuangan, Joko
Widodo.
Ical mengatakan, antara Golkar dan PDI Perjuangan, sudah punya capres
masing-masing. Keputusan politik tersebut sudah tak lagi bisa
diutak-atik. Namun, Ical menerangkan, siapa pun yang menang dalam
kompetisi menuju istana mendatang, Golkar dan PDI Perjuangan siap
bekerjasama.
Diterangkan dia, hasil hitung cepat perolehan suara pileg,
menunjukkan PDI Perjuangan sebagai pemenang. Yaitu, dengan memperoleh
sekira 19 persen suara nasional. Sementara Golkar, berada di posisi
kedua, dengan 14 persen suara. Hasil tersebut, memberi peluang kedua
partai dapat menguasai parlemen, untuk mendukung kebijakan pemerintah.
Dikatakan Ical, setidaknya membutuhkan 51 persen kursi di DPR, agar
pemerintahan mendatang, dapat menjalankan kebijakan strategis. Kerja
sama Golkar dan PDI Perjuangan itu, pun belum cukup untuk mencapai
separuh kursi di parlemen. Akan tetapi, usaha untuk memberi jaminan dan
dukungan pada pemerintahan mendatang, adalah keharusan.
"Dalam konstitusi, undang-undang, presiden (pemerintah) bersama DPR,
harus bersama-sama menentukan kebijakan strategis," kata Ical. AT | Sumber : Republika |

