News Update :

Jalan Salib Pertama di Aceh Berlangsung Khidmat

Sabtu, 19 April 2014

Banda Aceh | acehtraffic.com - Ritual jalan salib di Gereja Hati Kudus di Provinsi Aceh, yang dalam bahasa latin disebut Via Crucis atau Via Dolorosa (jalan penderitaan), Jumat 18 April berlangsung khidmat. Sejak pagi terlihat ada ratusan umat Kristen Katolik memadati Gereja mengikuti prosesi peringatannya tanpa ada gangguan apapun.

Pantauan merdeka.com di Gereja Hati Kudus, sekira pukul 09.30 WIB diselenggarakan ibadah jalan salib. Seorang pemuda berwajah brewok, berperan sebagai Yesus, membawa Salib di pundaknya terus mendapat cambukan dari seorang algojo kerajaan, sedangkan pemeran lainnya melempari batu yang terbuat dari kertas. Aksi theatrikal ini ditutup dengan penyaliban Yesus.

 
Pastor Gereja Hati Kudus, Hermanu Sahara pada wartawan mengatakan, ritual ini untuk mengenang penggambaran di masa penderitaan yang dialami oleh Yesus. Dalam peringatan ini, Hermanu mengaku berjalan lancar tanpa ada gangguan apapun. Semua umat Kristen Katolik yang beribadat di Gereja Hati Kudus dalam kondisi tentram dan damai.

"Berjalan lancar, aman tanpa ada gangguan apapun dalam menjalankan ritual ibadat jalan salib ini," kata Pastor usai pelaksanaan ritual ibadat jalan salib.

Dikatakannya, sedikitnya ada sekitar 500-an ummat yang mengikuti ritual ini. Ritual ini di Gereja Hati Kudus sudah sejak lama dilakukan, bahkan setiap tahun pada hari Wafatnya Yesus ritual tersebut selalu dilakukan untuk mengenang penderitaan yang dialami Yesus terdahulu.

"Terselenggaranya ritual ini juga berkat kerjasama semua pihak," tuturnya.

Ibadat Jalan Salib ini disajikan di Gereja Hati Kudus dalam bentuk drama liturgi yang dikemas dalam 14 stasi atau penghentian. Diawali dari penderitaan Yesus saat ditangkap dan ditahan oleh Pengadilan Agama Pilatus yang dihukum mati.

Kemudian dilanjutkan dengan memanggul salib di pundaknya dan sedikitnya ada 3 kali terjatuh dengan salib di pundaknya. Yesus juga sempat bertemu dengan ibunya dan bahkan sempat ditolong oleh Simon dari Krinie dan bahkan sempat diusap oleh Veronika.

Lalu Yesus jatuh kedua kalinya dan sempat menghibur perempuan-perempuan yang menangisinya, dan Yesus pun kembali jatuh yang ketiga kali dan kemudian baju Yesus ditanggalkan untuk di salibkan. Lantas dalam ritual itu Yesus-pun wafat di kayu salib, kemudian diturunkan dari kayu salib dan langsung dimakamkan.

Menurut literatur sejarah, Ibadat Jalan Salib ini dilakukan sejak abad ke-14 yang diperkenalkan oleh biarawan dari Ordo Fransiska. Pada abad ke 18, Paus Klemens XII, menetapkan jumlah dan lokasi penghentian jalan salib secara definitif sampai sekarang. AT | sumber : merdeka.com |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016