
Aceh Utara | acehtraffic.com- Ancaman atau intimidasi masih menjadi hal yang menakutkan menjelang
Pileg 2014 di Aceh Utara. Gara-gara diancam, puluhan saksi Partai
Nasional Aceh (PNA) yang sedianya bertugas di tempat pemungutan suara
(TPS) Kecamatan Langkahan, mengundurkan diri pada Senin malam hingga
Selasa (7-8/4) kemarin.
Selain itu, puluhan Satuan Tugas (Satgas)
PNA di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, sejak dua malam terakhir mulai
pindah tempat tidur, juga karena diancam.
“Saksi kami yang
berada di Langkahan sejak tadi malam mengundurkan diri karena diancam.
Ada yang diancam langsung, ada juga yang melalui pesan singkat ke
handphone-nya, sehingga mereka tak berani lagi menjadi saksi,” ungkap
Sekretaris PNA Aceh Utara, Sofyan kepada Serambi, Selasa kemarin.
Disebutkan,
jumlah saksi di Kecamatan Langkahan mencapai 46 orang. Namun, yang
sudah mengundurkan diri 22 orang. “Dari semalam sampai sekarang
terus-terusan mereka mengirim pesan singkat dan menghubungi saya untuk
menyatakan mundur. Mereka tak berani bertugas jadi saksi karena
diancam,” kata Sofyan.
Disebutkan, pengancaman terhadap saksi
bukan hanya terjadi di kawasan Langkahan. Namun, hampir seluruh
kecamatan yang berada di pedalaman Aceh Utara. Karena itu pihaknya
berharap kepada polisi mengintensifkan pengamanan supaya warga berani
menjadi saksi.
Sementara itu, di Kecamatan Paya Bakong sekitar
Satgas PNA sejak Senin–Selasa tak berani lagi tidur di rumah, menyusul
ada ancaman mereka akan diculik. Akibatnya, mereka sekarang tidur di
rumah calon anggota legislatif (caleg) yang berada di pusat kecamatan
untuk menghindari ancaman tersebut.
“Malam kemarin kami tidur di
rumah salah satu di caleg di Paya Bakong dan sebagian lagi di tidur di
rumah caleg yang berada di Tanah Luas. Saya tak berani tidur di rumah
lagi karena mendengar akan diculik,” ujar Iskandar seorang Satgas PNA
Aceh Utara kepada Serambi kemarin.
Sofyan juga menyebutkan selama
ini sudah sering kader dan simpatisan PNA diancam. Namun, sebagian
mereka tetap memilih tidur di rumah meskipun ada ancaman. Sejauh ini
belum teridentifikasi pihak mana yang mengancam dan apa motifnya.
Kapolres
Aceh Utara AKBP Gatot Sujono melalui Kabag Ops AKP Fakhri kepada
Serambi kemarin mengatakan, bila ada yang mengintimidasi terhadap
siapapun agar segera dilaporkan ke pihaknya sehingga bisa segera
ditindak. Sebab, menurut Fakhri, hingga kini pihaknya belum menerima
laporan tentang ada saksi dari PNA di Langkahan yang mengundurkan diri
karena diancam.
“Kami juga belum dapat informasi adanya Satgas PNA
yang berpindah-pindah tempat tidur. Selama ini kami setiap saat
melakukan patroli ke kawasan pedalaman Aceh Utara, untuk memberi rasa
aman kepada masyarakat,” katanya. | AT | Sumber Serambi|
