
Banda Aceh | acehtraffic.com – Anggaran untuk Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG) di tahun 2014 kembali Dialokasikan dengan jumlah anggaran Rp 517 milyar yang bersumber dari Anggran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh(APBA), Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Kota(APBK), dan Sumber-Sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
pemerintah Aceh mengalokasikan Dana BKPG kepada 6.464 Gampong dari 289 Kecamatan yang ada di 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.
Jumlah alokasi 2014 meningkat bila dibandingkan pada tahun 2012 Rp 445 milliar dan Rp 452 milliar di tahun 2013 lalu.
“Ini wujud perhatian Pemerintah Aceh dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan dan mengejar ketertinggalan pembangunan terutama pada wilayah perdesaan,” kata Gubernur Zaini Abdullah dalam kata sambutannya pada Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-11, Dan Hari Kesatuan Gerak (HKG)) Pkk Ke-42 Provinsi Aceh di Banda Aceh, Senin 28 April 2014.
Zaini juga menyebutkan, Program ini juga akan diperkuat dengan program PNPM Mandiri Pedesaan yang dilaksanakan di 254 kecamatan pada 18 Kabupaten/kota, yang tahun ini alokasi anggaranya lebih dari Rp 426 miliar.
“Dana untuk desa tidak hanya cukup sampai di situ saja, sebab masih ada dukungan dari Pemerintah kabupaten/kota melalui program Alokasi Dana Gampong (ADG) yang besarnya disesuaikan menurut kemampuan masing-masing daerah,” ujarnya.
Pada intinya, menurut Zaini Abdullah, semua anggaran ini ditujukan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dalam rangka menumbuhkan kemandirian dan meningkatkan semangat gotong royong masyarakat.
Zaini juga memaparkan, anggaran tersebut dialokasikan ke perdesaan mengingat 70 persen dari 4 juta penduduk Aceh tinggal di desa, dan masih banyak terdapat kantong-kantong kemiskinan yang harus kita berantas.
“Secara historis, penggerak dasar ekonomi Aceh juga adalah desa, dan dari desa pula banyak lahir kebijakan mendukung perubahan di tingkat kota,” katanya.
Karenanya, harap Zaini, anggaran ini harus dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku. AT | TM | ajnn.com |
Jumlah alokasi 2014 meningkat bila dibandingkan pada tahun 2012 Rp 445 milliar dan Rp 452 milliar di tahun 2013 lalu.
“Ini wujud perhatian Pemerintah Aceh dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan dan mengejar ketertinggalan pembangunan terutama pada wilayah perdesaan,” kata Gubernur Zaini Abdullah dalam kata sambutannya pada Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-11, Dan Hari Kesatuan Gerak (HKG)) Pkk Ke-42 Provinsi Aceh di Banda Aceh, Senin 28 April 2014.
Zaini juga menyebutkan, Program ini juga akan diperkuat dengan program PNPM Mandiri Pedesaan yang dilaksanakan di 254 kecamatan pada 18 Kabupaten/kota, yang tahun ini alokasi anggaranya lebih dari Rp 426 miliar.
“Dana untuk desa tidak hanya cukup sampai di situ saja, sebab masih ada dukungan dari Pemerintah kabupaten/kota melalui program Alokasi Dana Gampong (ADG) yang besarnya disesuaikan menurut kemampuan masing-masing daerah,” ujarnya.
Pada intinya, menurut Zaini Abdullah, semua anggaran ini ditujukan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dalam rangka menumbuhkan kemandirian dan meningkatkan semangat gotong royong masyarakat.
Zaini juga memaparkan, anggaran tersebut dialokasikan ke perdesaan mengingat 70 persen dari 4 juta penduduk Aceh tinggal di desa, dan masih banyak terdapat kantong-kantong kemiskinan yang harus kita berantas.
“Secara historis, penggerak dasar ekonomi Aceh juga adalah desa, dan dari desa pula banyak lahir kebijakan mendukung perubahan di tingkat kota,” katanya.
Karenanya, harap Zaini, anggaran ini harus dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku. AT | TM | ajnn.com |
