acehtraffic.com | Aceh Utara - Pemilu Legislatif telah berlalu pada tanggal 9 April
2014, namung kenangan pahit masih dikenang oleh masyarakat yang
menjadi ancaman beberapa orang yang tidak lain adalah Tim pemenangan
Caleg dari sebuah Partai Lokal.
Warung kopi di Gampong menjadi tempat untuk membongkar semuanya yang
telah berlalu. Pasalnya beberapa orang masyarakat ada rasa dendam dan
benci untuk pihak tertentu di karenakan saudara, adik, abang dan anaknya
yang di ancam untuk memenangkan caleg dari satu partai lokal.
Anehnya caleg yang harus dicoblos masyarakat itu satu orang yang
menuju kursi DPR Aceh dan caleg yang lain dari partai yang sama haram
untuk dimenangkan.
Dari hasil temuan reporter acehtraffic.com di Gampong Meunasah Alue
Kecamatan Nisam, seorang warga yang bernama Abd Wahab (35) merasa kesal
dan mengeluarkan amarahnya di warong kopi Pak Ibrahim dan tidak
tersengaja terdengar oleh Tim reporter acehtraffic.com dia membongkar
semua orang yang telah mengancam keluarganya termasuk adiknya (M.Wali).
Dia juga menambahkan, sebelum pemilu saya sudah di pantau oleh
tim caleg partai penguasa dan sempat menegur saya jika saya tidak
memilih caleg tersebut maka rumah saya akan di bakar.
“Saya tidak melawan mereka dan saya hanya diam saja, tapi yang saya tidak ketahui pada hari tersebut kenapa keluarga dan teman - teman saya pun keteranncaman, baru tadi malam saya tau kalau mereka ada di ancam oleh beberapa orang"
"Saya di ancam karena adik saya jadi saksi Partai Nasional Aceh (PNA) dan pada hari pemilihan adik saya tiba – tiba tidak mau lagi jadi saksi tanpa alasan apapun. “Rupanya dia sudah di ancam oleh pihak tersebut,” ujarnya.
Dan dia juga menambahkan jika saya tau adik saya pada hari itu di ancam maka saya yang akan menghajar mereka, tambahnya dengan nada kesal. |AT | BS |
“Saya tidak melawan mereka dan saya hanya diam saja, tapi yang saya tidak ketahui pada hari tersebut kenapa keluarga dan teman - teman saya pun keteranncaman, baru tadi malam saya tau kalau mereka ada di ancam oleh beberapa orang"
"Saya di ancam karena adik saya jadi saksi Partai Nasional Aceh (PNA) dan pada hari pemilihan adik saya tiba – tiba tidak mau lagi jadi saksi tanpa alasan apapun. “Rupanya dia sudah di ancam oleh pihak tersebut,” ujarnya.
Dan dia juga menambahkan jika saya tau adik saya pada hari itu di ancam maka saya yang akan menghajar mereka, tambahnya dengan nada kesal. |AT | BS |

