Lhokseumawe | acehtraffic.com- Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, menyorot realisasi proyek panas bumi
(Geothermal) di Gunung Api Seulawah Agam yang menurutnya berjalan
sangat lambat. Padahal Pemerintah Aceh sudah mendapat bantuan dari
Pemerintah Jerman sebesar Rp 80 miliar lebih.
Dana itu, lanjut
Sulaiman Abda, sudah ada di Pemerintah Pusat dan apabila rekanan
pemenang tender telah ditetapkan, maka dana itu sudah bisa digunakan
untuk pelaksanaan penelitian (eksplorasi) panas bumi Seulawah.
“Kami
menilai, proses eksplorasi panas bumi Seulawah Agam itu berjalan sangat
lamban. Apakah kelambatan ini karena birokrasi di Pemerintahan Aceh,
atau karena belum ada kesepakatan kerja sama antara Pertamina dengan
perusahaan daerah yang akan menjadi mitra kerja?” kata Sulaiman Abda, Minggu 9 Februari 2013
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi
Aceh, Ir Said Ikhsan yang ditanyai hal itu menjelaskan bahwa
pelaksanaan lelang sudah dilakukan dan calon pemenangnya juga sudah ada,
yaitu Pertamina.
“Dimana kendala dan hambatan, kami belum
mendapat laporan dari tim Geothermal Panas Bumi Seulawah. Kita akan
tanya kembali, sudah sampai dimana tahapannya,” ujar Said Ikhsan.
Dia
juga menyampaikan bahwa pada Sabtu kemarin pihaknya telah menurunkan 15
orang tim geologi ke lokasi kawah Heutz Gunung Api Seulawah Agam, untuk
mengecek perkembangan dan mengukur suhu air, gas dan lumpur panas di
kawah tersebut.
Hasil pengukuran suhu lumpur tercatat mencapai
99,2 derajat celcius. Suhu gasnya mencapai 99,3 derajat celcius dan suhu
air 64,2 celcius.
“Suhu panas yang dikeluarkan masih normal, dan
menunjukkan bahwa sumber panas bumi yang terdapat di Kawah Heuzt itu
sangat potensial untuk dijadikan sumber listrik panas bumi,” terang Said
Ikhsan | Sumber Serambi|

