News Update :

Kampanye Edukasi “Selamatkan Generasi Dari Budaya Liberal”

Selasa, 11 Februari 2014


Langsa | acehtraffic.com- Pergaulan bebas dikalangan remaja dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat baik secara kuantitatif maupun kualitatif, khususnya menjelang Hari Valentine, 14 Februari. Hari kasih sayang yang dinobatkan sebagai Hari Valentine merupakan hal yang salah kaprah.

Dalam sebuah upaya yang dilakukan Yayasan Hotline Pendidikan,  menemukan sebanyak 20% pelajar Surabaya hamil sebelum nikah yang ternyata melakukan hubungan seks ketika merayakan Valentine’s Day.

Ketua DPD II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Langsa Iqbal, S.HI dalam rilisnya menyampaikan bahwa kenyataan tersebut tentu tidak terjadi begitu saja, melainkan banyak sebab yang membuat pergaulan bebas bak “sarapan pagi” para remaja di tanah air. Antara lain karena merosotnya nilai-nilai agama pada diri mereka.

“Pendidikan dan pembinaan agama yang mereka dapatkan di sekolah selama ini hanyalah sebatas ibadah ritual tanpa ada pengaitan dengan aturan Islam yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

Dan inilah buah dari pendidikan sekuler, yang menghasilkan individu-individu yang liberal dalam pergaulan dengan lawan jenis. Darinya lahir para pelajar yang bergaya hidup materialis dan hedonis serta mengagungkan kebebasan” jelas Iqbal, S.HI dalam rilisnya.

Menyikapi hal tersebut, sebagai bentuk rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap generasi bangsa, maka Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan kepada pemerintah untuk segera menghentikan segala bentuk kegiatan dan penyediaan sarana yang mengantarkan remaja kepada perilaku gaul bebas dan perzinaan.

Juga, menghapus seluruh konten pornografi dan sejenisnya di tengah masyarakat serta menindak tegas semua pelakunya. Karena membiarkan semua itu hanya akan merusak generasi dan masyarakat pada umumnya. Di samping itu, negara juga wajib melindungi generasi dari budaya liberal.

Selanjutnya, diharapkan pula kepada orang tua dan masyarakat untuk senantiasa saling menasihati, beramar ma’ruf nahyi munkar, dan dakwah, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.

Sebaliknya, tidak bersikap acuh terhadap kemaksiatan dan pergaulan bebas yang mereka lakukan. Orang tua, para pendidik, dan masyarakat juga wajib mengarahkan remaja dan pelajar merujuk pada ajaran Islam dalam menjalani kehidupan agar terbentuk kepribadian remaja yang Islami, tercermin dalam cara berfikir maupun bersikap yang senantiasa sesuai tuntunan Islam, serta jauh dari perilaku gaul bebas.

Kepada seluruh komponen masyarakat, pihaknya juga menghimbau bahwa kerusakan generasi telah demikian nyata, maka inilah saatnya menyelamatkan generasi dari budaya liberal yang rusak dan merusak.

Ini pula saatnya memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah, satu-satunya sistem yang akan melindungi generasi dari berbagai pemikiran dan perilaku yang rusak dan merusak, secara sistemik dan komprehensif guna mewujudkan generasi terbaik pemimpin peradaban di masa mendatang.

Pergaulan bebas pada remaja bukanlah masalah sepele. Bangsa ini wajib menjaga akhlaq bangsa agar terhindar dari musibah yang lebih besar lagi. Ingatlah sabda Rasulullah SAW,

“Apabila suatu kaum terang-terangan melakukan riba dan zina, melainkan itu berarti mereka telah menghalalkan Allah untuk mendatangkan azab bagi mereka” (HR Ibnu Majah) | AT | RD | RILIS
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016