
Damaskus | acehtraffic.com - Seorang penasehat senior Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan para teroris yang terkait dengan Al-Qaeda bertanggung jawab atas serangan kimia mematikan di negara itu bulan lalu.
Sebagaimana dilansir PressTV, 5 September 2013, Penasehat media dan politik Assad, Bouthaina Shaaban menolak tuduhan Barat yang menuduh pasukan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan 21 Agustus di pinggiran kota Damaskus.
Pejabat Suriah itu mengatakan al-Qaeda berada di balik serangan itu, mereka harus bertanggung jawab karena "membunuh rakyat Suriah, memperkosa perempuan, [dan] penculikan agamawan Kristen."
"Orang yang sama yang berada di London Tube dan yang membunuh warga Inggris, orang yang sama yang pada 9/11 di New York membunuh warga Amerika, mereka orang yang sama di Mali, orang yang sama di Libya, orang yang sama di Irak, orang yang sama di Suriah, "kata Shaaban.
Dia menyerukan kepada Amerika Serikat dan sekutunya, yang terang-terangan mengeluarkan ancaman perang terhadap Suriah, untuk menunggu hasil laporan tim inspeksi PBB, yang diperkirakan akan selesai akhir bulan ini.
"Mereka menggunakan kebohongan yang sama, rekayasa yang sama, klaim yang sama, dalam rangka untuk menargetkan negara kami dan rakyat kami," cetus Shaaban.
Shaaban membandingkan tuduhan senjata kimia terhadap Suriah seperti yang digunakan untuk membenarkan perang Irak, yang akhirnya terbukti palsu.
Dia lebih lanjut mendesak Washington agar menunjukkan kepada dunia mengenai bukti-bukti yang menguatkan tuduhan terhadap pemerintah Suriah. | AT | Z
