News Update :

Suplai Listrik Kurang 50 Persen, Listrik Padam Sigo-Goe Sapoe, 'Awai Siat-at Sering Sit'

Minggu, 22 September 2013

Banda Aceh | acehtraffic.com- Pasokan arus listrik untuk Aceh yang disuplai dari pembangkit listrik di Medan, Sumatera Utara, dipastikan berkurang 50 persen dari biasanya. Kondisi ini disebabkan adanya proses pemeliharaan pembangkit listrik atau generator di Medan. Ini pula yang menyebakan PLN Aceh memberlakukan pemadaman bergilir di sepajang pantai timur.

Deputy Manajer Hukum dan Humas PLN Aceh, Said Mukarram SE yang ditanyai tentang seringnya arus listrik padam di sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir, mengatakan saat ini sedang dilakukan pemeliharaan mesin di PLTU Labuhan Angin dan PLTGU Belawan. Pemeliharaan mesin sudah dimulai sejak dua hari lalu.

Menurut Said Mukarram, pemadaman listrik bergilir ini diperkirakan terjadi selama tiga jam, lalu dialihkan ke penyulang listrik lainnya. “Listrik yang padam di satu tempat, belum tentu esok harinya padam pada waktu yang sama, karena dilihat berdasarkan beban puncak yang ada,” kata Said Mukarram kepada Serambi, Sabtu 21 September 2013

Ia menjelaskan, pemadaman listrik bergilir di sepanjang pantai timur Aceh ini, dilakukan karena pasokan daya listrik dari Medan yang selama ini diterima rata-rata sebesar 80 Megawatt (MW), berkurang menjadi 40 MW atau 50 persen.

Jika dengan kekurangan pasokan listrik itu, tambah Said, pemadaman hanya dilakukan di Banda Aceh, maka sangat banyak lokasi yang mengalami pemadaman. Karena itu, pemadaman bergilir dilakukan mulai dari Langsa hingga ke Banda Aceh.

“Idealnya pemeliharaan pembangkit listrik ini dilakukan selama dua bulan. Namun informasi yang diperoleh akan didatangkan mesin tambahan sebelum pemeliharaan ini selesai dikerjakan. Sudah ada mesin baru yang dicadangkan di medan untuk membackup, sehingga dapat memperkecil jumlah pemadaman yang terjadi,” ungkap Said.

Deputy Manajer Hukum dan Humas PLA Aceh itu menambahkan, kondisi pembangkit listrik di Medan tidak dapat dipertahankan. Karena itu pemeliharaan harus dilakukan. Selama ini, untuk kebutuhan listrik di Aceh, sebagian disuplai dari mesin genset yang ada di kabupaten/kota. Sedangkan sebagian lagi dipasok dari pembangkit di Medan.

Di sisi lain, untuk mendukung pasokan listrik untuk kebutuhan even Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6 yang sedang berlangsung di Taman Sri Ratu Safiatuddin, PLN Aceh, menurut Said Mukarram, sudah menyiapkan mesin cadangan sekitar 500 Kw. Dengan mesin itu, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh arena PKA.

Selain itu, Said juga mengimbau masyarakat agar pada saat terjadi pemadaman bergilir selama tiga jam, masyarakat dapat mengamankan barang-barang elektronik dengan mencabut stop kontak, sampai listrik stabil kembali. “Kita mengharapkan pelanggan dapat memaklumi kondisi ini karena pembangkit listrik kita sedang dalam pemeliharaan,” demikian Said Mukarram. | AT | R | Serambi|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016