Banda Aceh | acehtraffic.com- Pasokan arus listrik untuk Aceh yang disuplai dari pembangkit listrik
di Medan, Sumatera Utara, dipastikan berkurang 50 persen dari biasanya.
Kondisi ini disebabkan adanya proses pemeliharaan pembangkit listrik
atau generator di Medan. Ini pula yang menyebakan PLN Aceh memberlakukan
pemadaman bergilir di sepajang pantai timur.
Deputy Manajer Hukum
dan Humas PLN Aceh, Said Mukarram SE yang ditanyai tentang seringnya
arus listrik padam di sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari
terakhir, mengatakan saat ini sedang dilakukan pemeliharaan mesin di
PLTU Labuhan Angin dan PLTGU Belawan. Pemeliharaan mesin sudah dimulai
sejak dua hari lalu.
Menurut Said Mukarram, pemadaman listrik
bergilir ini diperkirakan terjadi selama tiga jam, lalu dialihkan ke
penyulang listrik lainnya. “Listrik yang padam di satu tempat, belum
tentu esok harinya padam pada waktu yang sama, karena dilihat
berdasarkan beban puncak yang ada,” kata Said Mukarram kepada Serambi,
Sabtu 21 September 2013
Ia menjelaskan, pemadaman listrik bergilir di
sepanjang pantai timur Aceh ini, dilakukan karena pasokan daya listrik
dari Medan yang selama ini diterima rata-rata sebesar 80 Megawatt (MW),
berkurang menjadi 40 MW atau 50 persen.
Jika dengan kekurangan
pasokan listrik itu, tambah Said, pemadaman hanya dilakukan di Banda
Aceh, maka sangat banyak lokasi yang mengalami pemadaman. Karena itu,
pemadaman bergilir dilakukan mulai dari Langsa hingga ke Banda Aceh.
“Idealnya
pemeliharaan pembangkit listrik ini dilakukan selama dua bulan. Namun
informasi yang diperoleh akan didatangkan mesin tambahan sebelum
pemeliharaan ini selesai dikerjakan. Sudah ada mesin baru yang
dicadangkan di medan untuk membackup, sehingga dapat memperkecil jumlah
pemadaman yang terjadi,” ungkap Said.
Deputy Manajer Hukum dan
Humas PLA Aceh itu menambahkan, kondisi pembangkit listrik di Medan
tidak dapat dipertahankan. Karena itu pemeliharaan harus dilakukan.
Selama ini, untuk kebutuhan listrik di Aceh, sebagian disuplai dari
mesin genset yang ada di kabupaten/kota. Sedangkan sebagian lagi dipasok
dari pembangkit di Medan.
Di sisi lain, untuk mendukung pasokan
listrik untuk kebutuhan even Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6 yang sedang
berlangsung di Taman Sri Ratu Safiatuddin, PLN Aceh, menurut Said
Mukarram, sudah menyiapkan mesin cadangan sekitar 500 Kw. Dengan mesin
itu, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh arena PKA.
Selain
itu, Said juga mengimbau masyarakat agar pada saat terjadi pemadaman
bergilir selama tiga jam, masyarakat dapat mengamankan barang-barang
elektronik dengan mencabut stop kontak, sampai listrik stabil kembali.
“Kita mengharapkan pelanggan dapat memaklumi kondisi ini karena
pembangkit listrik kita sedang dalam pemeliharaan,” demikian Said
Mukarram. | AT | R | Serambi|

