News Update :

Rusia Peringatkan Israel Atas Peluncuran Rudalnya di Mediterania

Rabu, 04 September 2013


Moskow | acehtraffic.com - Seorang pejabat tinggi pertahanan Rusia memperingatkan rezim Israel terhadap "permainan dengan senjata dan rudal" di wilayah bergejolak itu setelah mengaku menembak proyektil balistik di Laut Mediterania tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa "Saya benar-benar tidak mengerti bagaimana seseorang bisa bermain dengan senjata dan rudal di wilayah itu hari ini."

Meskipun pejabat Rusia tidak menyebutkan rezim Zionis dengan nama, pernyataannya terjadi beberapa jam setelah pejabat Israel mengaku menembak "sasaran balistik" yang mirip rudal di wilayah yang semakin tegang itu, koran RIA Novosti melaporkan pada Rabu.

"Mediterania adalah tempat tong mesiu," tegas Antonov. "Sebatang korek api cukup untuk mengeluarkan api dan mungkin tidak hanya menyebar ke negara-negara tetangga namun ke wilayah dunia lain juga. Saya mengingatkan Anda bahwa Mediterania dekat perbatasan Rusia. "

Rusia kemudian meminta "pihak yang meluncurkan sasaran yang mirip rudal untuk lebih bertanggung jawab terhadap keamanan regional dan "tidak bermain dengan api," menurut laporan tersebut. 

Setelah militer Rusia mendeteksi penembakan dua proyektil balistik pada hari Selasa, militer Israel mengumumkan bahwa mereka meluncurkan rudal sebagai bagian dari upaya bersama dengan Amerika Serikat untuk "menguji" sistem pertahanan rudalnya.

Sementara itu, Rusia menempatkan Pusat Komando Sentral Staf Jendral-nya pada siaga tinggi setelah peluncuran dua rudal Israel, tulis laporan tersebut, mengutip pernyataan Antonov.

Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Rusia mendeteksi peluncuran rudal dengan radar pada 10:16 waktu Moskow di kota bagian selatan Rusia, Armavir.

Sementara pejabat militer Israel menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tes pertama versi terbaru rudal Sparrow telah berhasil, rudal itu mengikuti lintasan yang direncanakan menuju pantai Israel dan sistem radar Arrow mendeteksi dan melacak jalur lintasannya.

Namun, juru bicara militer rezim itu, Myriam Nahon, menolak menjawab pertanyaan tentang apakah tes itu berhubungan dengan situasi Suriah saat ini, dia hanya mengatakan bahwa tes tersebut "dilakukan secara berkala," dan "itu terjadi setiap kali ada akan terjadi. "
 
 

Sementara itu, di Washington, Pentagon selanjutnya mengeluarkan pernyataan, mengakui perannya dalam memberikan bantuan teknis dan dukungan kepada rezim Zionis untuk menguji peluncuran rudal Sparrow.

Perkembangan ini terjadi saat Presiden AS Barack Obama berjanji melancarkan aksi militer sepihak terhadap bangsa Suriah tanpa mandat PBB, dengan alasan tuduhannya, yang didasarkan pada "informasi rahasia," bahwa pemerintah Suriah berada di balik serangan kimia baru-baru ini di negara itu.

Damascus, bagaimanapun, membantah keras tuduhan itu, dan menegaskan bahwa militan dukungan asing yang meluncurkan serangan kimia dengan tujuan konspirasi.
| AT | Z
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016