Aceh Timur | acehtraffic.com- Unur Muspida Aceh Timur meninjau sejumlah lokasi yang
menjadi Program Percepatan Pembangunan Sarana Dasar Pedesaan di beberapa
kecamatan dalam wilayah itu. Hadir Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib,
Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir, Dandim 0104 Aceh Timur Letkol Inf
Mujahidin dan Kajari Idi Hasanuddin SH serta Ketua DPRK Aceh Timur Tgk
Alauddin SE. Senin 30 September 2013
Selain
itu, hadir sejumlah instansi terkait seperti Kepala Inspektorat Aceh
Timur Muhammad SH MH, Kepala Bappeda Aceh Timur Husni Thamrin, Sekdis
Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Sanusi Yahya, Sekdis Pengelola Kekayaan,
Keuangan Daerah (PKKD) Zubir dan beberapa Kabag seperti Kabag Humas
Setdakab Aceh Timut t Amran SE.
Dalam
kesempatan tersebut, Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib atau akrap
disapa Rocky mengunjungi sejumlah lokasi program dimaksud seperti Desa
Seuneubok Bayu dan Jambo Reuhat Kecamatan Banda Alam dan Desa Seuneubok
Baroh Kecamatan Darul Aman serta Peudawa.
Usai siang, kunjungan
dilanjutkan ke lokasi lain yang mendapat program yang sama yakni ke
Kecamatan Ranto Peureulak, Peureulak Kota, Peureulak Barat dan Peunarun
serta Kecamatan Peureulak Timur hingga ke Sungai Raya.
Rocky
didampingi Kabag Humas T Amran SE menjelaskan, unsur muspida meninjau
lokasi tersebut tujuannya adalah melihat langsung tahapan yang sedang
dikerjakan pihak rekanan di lapangan.
“Seluruh titik program ini
berjumlah 11.000 jam yang berada di 17 kecamatan dalam ratusan desa,”
katanya sembari menyebutkan, kegiatan program tersebut telah berjalan 70
persen.
Rocky
menambahkan, kegiatan tersebut mampu menghematkan Anggaran Pendapatan
Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Timur mencapai puluhan miliar.
“Sebab
pihak rekanan ataupun perusahaan menyewakan alat beratnya dalam bentuk
jam,” sebutnya seraya menuturkan, jenis pekerjaan yang dilakukan dalam
program tersebut adalah berupa normalisasi sungai, saluran pembuangan
dan pembuatan badan jalan serta membuka jalan baru atau disebut-sebut
sebagai sarana transportasi penghubung.
Ketua
DPRK Aceh Timur Tgk Alauddin SE secara terpisah mengatakan, program
yang dicanangkan tersebut dinilai sangat menghematkan anggaran daerah,
sehingga program tersebut harus berlanjut di tahun yang akan datang,
apalagi mengingat luasnya Aceh Timur tercatat salah satu wilayah
terbesar di Aceh.
“Dukungan masyarakat dalam program ini sangat tinggi,
bahkan rata-rata masyarakat meminta untuk ditambah jam pekerjaan,
sehingga seluruh sungai dangkal mulai pesisir hingga ke pinggiran bersih
seluruhnya,” kata Alauddin.| AT | R | SD|
