News Update :

Inflasi di Kota Banda Aceh dan Lhokseumawe

Senin, 02 September 2013

Banda Aceh | acehtraffic.com - Provinsi Aceh yang berkedudukan dibawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengalami inflasi sebesar 0,66 persen pada Agustus 2013. Inflasi pada bulan lalu itu disebabkan oleh kenaikan harga sejumlah barang dan jasa di Nanggroe Indatu.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Azhar M. Yatim, mengatakan, pada Agustus 2013, di kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 1,04 persen dan Lhokseumawe 0,26 persen.

“Sehingga secara agregat di Provinsi Aceh terjadi inflasi sebesar 0,66 persen,” kata Azhar seperti yang dilansir acehkita.com, Senin 2 Agustus 2013.

Menurut data BPS, inflasi yang terjadi di Banda Aceh secara umum disebabkan oleh kenaikan harga pada sejumlah barang dan jasa. Sektor sandang menyumbang inflasi terbesar yaitu 2,48 persen dan kemudian diikuti oleh kelompok bahan makanan dengan inflasi sebesar 2,10 persen. 

Selanjutnya, sektor pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga juga menyumbang inflasi sebesar 1,01 persen. Sektor transpor, komunikasi dan jasa keuangan juga terjadi inflasi sebesar 0,63 persen.

“Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau juga mengalami inflasi yaitu sebesar 0,29 persen. Dan ada beberapa sektor lain yang mengalami inflasi yaitu berkisar antara 0,09 persen hingga 0,16 persen,” ujarnya.

Azhar menambahkan, sepanjang tahun 2013, Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 6,23 persen dan Lhokseumawe mengalami inflasi sebesar 8,04 persen. “Laju inflasi tahun kalender 2013 sampai Agustus 2013, Aceh mengalami inflasi sebesar 7,11 persen,” ujarnya.

Sedangkan inflasi “year on year” (Agustus 2012-Agustus 2013), kata Azhar, Aceh mengalami inflasi sebesar 5,26 persen. Sedangkan untuk Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 5,50 persen dan Lhokseumawe mengalami inflasi sebesar 5,02 persen. | AT | YD | acehkita |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016