Jakarta | acehtraffic.com- Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar
menilai Komjen (Pol) Sutarman tidak memiliki prestasi yang menonjol.
Sutarman merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono untuk menggantikan Jenderal (Pol) Timur Pradopo sebagai
Kapolri.
"Kalau saya mengamati rekam jejak kepemimpinan dia, Kapolda Batam,
Jawa Barat, Metro Jaya, ada spesifikasi kepemimpinan tipe Jawa, pada
umumnya merangkul dan mengadaptasikan kondisi yang ada," kata Bambang
ketika dikonfirmasi, Minggu 29 September 2013.
Bambang berharap ketika dilantik menjadi Kapolri, Sutarman tidak akan
menghalangi penyidikan. Ia mengingatkan pada kasus Korlantas sebelumnya
yang membuat heboh publik.
"Secara kualitas kalo catatan pelanggaran serius seperti HAM atau korupsi saya belum dengar," imbuhnya.
Sutarman juga masih memiliki pekerjaan rumah yang ditinggalkan Timur
Pradopo. Bambang mencontohkan kasus penembakan polisi yang belum
terungkap hingga kini.
"Itu bagian tugas Pak Tarman, bersama Polri harus membongkar kasus
itu. Untuk mengembalikan kewibawaan polisi, maka harus bongkar, Harus ditangkap, modusnya apa," ujarnya.
Selain itu , Bambang menilai pengawasan internal di kepolisian masih
lemah sehingga ia menyarankan satuan Propam Polri diperkuat.
"Propam bisa memeriksa anggota polisi yang menyalahi aturan atau
pelanggaran bisa langsung memeriksa, jangan ke bareskrim, dan kalau
diperlukan propam melalui pimpinannya bisa meneruskan perkara itu ke
pengadilan," ujarnya.
Bidang lain yang juga harus diperkuat adalah penindakan korupsi.
Sebab, kata Bambang, polisi sudah mendapatkan tambahan anggaran untuk
memberantas korupsi.
"Sutarman harus dorong serse yang bagian ini ungkap kasus korup yang
di bawah Rp 1 miliar. Polri bisa kerjasama lintas sektoral dengan KPK
dan Jaksa Agung," tuturnya. | AT | R | Tribune|

