Banda Aceh | acehtraffic.com --- Momentum Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke 6 yang dipusatkan Taman Ratu Safiatuddin, Kota Banda Aceh memiliki nilai khas tersendiri. Hal tersebut sebagaimana terlihat di Anjungan Kabupaten Aceh Timur yang memamerkan sejumlah senjata perang kuno. Minggu 22 September 2013
Senjata kuno yang dipamerkan antara lain Pedang Samurai dan Keris. “Untuk Meriam Turki atau sering disebut Meriam Lada Sicupak kali ini hanya dibawa sejumlah foto dari berbagai sisi, sebab berat benda bersejarah itu mencapai 5 ton,” kata Sekretaris PKA-6/2013 Aceh Timur, H Amiruddin, M.AP Jumat 20 September di Banda Aceh.
Dia menambahkan, Anjungan Aceh Timur kali ini benar-benar dihiasi dengan berbagai sejarah kuno Aceh. Bahkan, berbagai foto dalam ukuran besar dipacangkan di dalam anjungan, bahkan sejumlah foto ulama kharismatik Aceh yang telah berjasa di Kabupaten Aceh Timur seperti Tgk H Abdul Wahab Hamid (Abu Idi Cut) dan Tgk HM Ali (Abu Paya Pasi). Begitu juga dengan berbagai foto pakaian adat Aceh dan pakaian adat Gayo – Lokop. “Bahkan, berbagai karajinan khas Aceh ikut ditampilkan,” kata Amiruddin.
Kabag Humas Setdakab Aceh Timur, T Amran SE secara bersamaan menambahkan, seluruh masyarakat Aceh Timur diharapkan mendukung dan menyukseskan PKA kali ini yang menjadi agenda 4 tahunan.
“Mari kita dukung PKA dan kita meriahkan dengan berbagai kegiatan yang dapat menghidupkan kembali adat budaya Aceh yang telah tertimbun lama, sehingga generasi Aceh ke depan mengetahui berbagai peninggalan keturunan Aceh masa lampau saat Aceh berdaulat dan negerinya dipimpin para raja-raja,” turur Amran.
Dia melanjutkan, Anjungan Aceh Timur kali ini benar-benar dipersiapkan sebaik mungkin dalam even terbuka bebas itu. Bahkan usai PKA dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono para pemuda dan pemudi serta masyarakat langsung berdesakan ke Anjungan Aceh Timur sejak pukul 15:00 petang kemarin.
“Didalam anjungan, para poengunjung tampaak aktif mencari informasi terkait keberadaan sejumlah alat kuno yang dipamerkan, termasuk paun ringgit bertulisan arab melayu,” tandas T Amran yang akrap disapaa Ampon itu. | AT | RD | SD|
Senjata kuno yang dipamerkan antara lain Pedang Samurai dan Keris. “Untuk Meriam Turki atau sering disebut Meriam Lada Sicupak kali ini hanya dibawa sejumlah foto dari berbagai sisi, sebab berat benda bersejarah itu mencapai 5 ton,” kata Sekretaris PKA-6/2013 Aceh Timur, H Amiruddin, M.AP Jumat 20 September di Banda Aceh.
Dia menambahkan, Anjungan Aceh Timur kali ini benar-benar dihiasi dengan berbagai sejarah kuno Aceh. Bahkan, berbagai foto dalam ukuran besar dipacangkan di dalam anjungan, bahkan sejumlah foto ulama kharismatik Aceh yang telah berjasa di Kabupaten Aceh Timur seperti Tgk H Abdul Wahab Hamid (Abu Idi Cut) dan Tgk HM Ali (Abu Paya Pasi). Begitu juga dengan berbagai foto pakaian adat Aceh dan pakaian adat Gayo – Lokop. “Bahkan, berbagai karajinan khas Aceh ikut ditampilkan,” kata Amiruddin.
Kabag Humas Setdakab Aceh Timur, T Amran SE secara bersamaan menambahkan, seluruh masyarakat Aceh Timur diharapkan mendukung dan menyukseskan PKA kali ini yang menjadi agenda 4 tahunan.
“Mari kita dukung PKA dan kita meriahkan dengan berbagai kegiatan yang dapat menghidupkan kembali adat budaya Aceh yang telah tertimbun lama, sehingga generasi Aceh ke depan mengetahui berbagai peninggalan keturunan Aceh masa lampau saat Aceh berdaulat dan negerinya dipimpin para raja-raja,” turur Amran.
Dia melanjutkan, Anjungan Aceh Timur kali ini benar-benar dipersiapkan sebaik mungkin dalam even terbuka bebas itu. Bahkan usai PKA dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono para pemuda dan pemudi serta masyarakat langsung berdesakan ke Anjungan Aceh Timur sejak pukul 15:00 petang kemarin.
“Didalam anjungan, para poengunjung tampaak aktif mencari informasi terkait keberadaan sejumlah alat kuno yang dipamerkan, termasuk paun ringgit bertulisan arab melayu,” tandas T Amran yang akrap disapaa Ampon itu. | AT | RD | SD|
