Aceh Timur | acehtraffic.com- Meski Indonesia telah merdeka sejak 68 tahun yang lalu, namun kehidupan masyarakat pedalaman jauh dari standar. Pemerataan pembangunan hanya slogan tanpa ada pelaksanaan nyata dilapangan. Itulah kisah nyata dialami masyarakat Gampong Mesjid, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur seperti terekam media ini belum lama ini. Senin 16 September 2013
Buktinya, Jalan Desa Gampong Mesjid Kecamatan Nurusalam, Aceh Timur telah rusak parah sejauh 5 kilo meter. Jalan tersebut berlumpur dan berdebu sejak desa tersebut pertama lahir. Bagi mereka, jalan berlapiskan aspal bagaikan mimpi yang sukar jadi kenyataan, meskipun rezim pemerintahan terus berganti.
“Kami lelah bahkan menjurus putus asa, kemana-mana sudah kami adukan persoalan jalan dan beragam fasilitas desa, namun suara kami seakan dianggap angin lalu, padahal negeri ini telah lama merdeka” sesal Geuchik Gampong Mesjid, M Yusuf Husen
Lintasan jalan PT. Asamera begitulah orang-orang sekitar menyebutkan, terlihat sangat menyedihkan kondisinya, dari berbagai musim, kondisinya serba salah, musim hujan dan panas tetap mengalami kendala bagi pengguna jalan antar kecamatan itu. Bila musim hujan tiba masyarakat harus melaluinya dengan lumpur dan sebaliknya bila musim kemarau jalan dipenuhi debu yang bertaburan disepanjang jalan.
“Padahal jalan ini menghubungkan antar kecamatan yaitu Kecamatan Banda Alam, Nurussalam dan Kecamatan Darul Aman (Idi Cut),” terang Geuchik M Yusuf Husen lagi.
Desa Gampong Mesjid ini juga daerah langganan banjir, sehingga masyarakat menghadapi kendala saat menggunakan jalan tersebut, baik untuk berbelanja ke pusat kecamatan Nurussalam yaitu Bagok maupun saat anak-anak sekolah yang ingin menimba ilmu demi bekal masa depan dalam membangun bangsa dan negara.
Bahkan lebih menyedihkan lagi bila saat hasil kebun mau dibawa ke pasar, angkutan roda 2 bahkan roda 4 kesulitan menembusnya, sehingga perekonomian masyarakat berat diongkos .Dan akhirnya menjadi terhambat peningkatan ekonomi rakyat.
“Jangankan kenderaan, pejalan kaki saja kewalahan. Mereka sering terjebak dalam lumpur yang dalam,” keluh geuchik yang baru beberapa tahun menjabat.
Bagi siswa-siswi SD dan SMP di Dusun M-7 terpaksa ke sekolah dengan menggunakan sandal atau berjalan dengan kaki ayam dengan cara membawa sepatu ditangan. Padahal siswa dan siswi itu banyak yang berasal dari Gampong Alue Siwah yang berbatasan dengan Kecamatan Banda Alam dengan jarak tempuh berjam-jam lamanya.
Hal ini sudah terjadi bertahun tahun, sehingga masyarakat sangat merasa kecewa terhadap pemerintah yang kurang memperhatikan daerah ini, padahal masyarakat di desa ini sangat padat penduduknya dan berpenghasilan tani. Jumlah populasi (penduduk) di desa ini melebih dari dua ribu jiwa.
Menurut warga setempat, Saiful (29) dan Iskandar (33) jalan terrsebut telah dibiarkan berlumpur sejak puluhan tahun lamanya. Menurut warga, hingga kini belum ada tanda-tanda dilakukan pengaspalan.
“Kami disini sangat berharap kepada pemerintah daerah atau propinsi maupun Pusat, untuk membangun daerah kami ini, dikarenakan jalan ini sudah rusak berpuluh-puluh tahun, namun hingga kini belum ada perbaikan, kami disini sangat berharap untuk segera di aspal atau dilakukan pengerasan kalau hal ini tidak terwujud, maka sampai kapan kami merdeka?,” gugat warga desa pedalaman itu.
Kepala Desa Gampong Mesjid M Yusuf Husen, menerangkan bahwa Desa Gampong Mesjid terbagi kedalam 6 dusun dan 3 mesjid. Terkait usulan perbaikan jalan telah disampaikan dalam berbagai kesempatan bahkan pernah melakukan demo besar-besaran beberapa tahun lalu saat pemerintahan Aceh Timur di pegang Bupati Muslim.
“Mengenai jalan Kecamatan Nurussalam yang terhubung hingga ke Kecamatan Banda Alam dan Kecamatan Darul Aman, sudah lama sekali rusak, namun hingga kini belum ada perbaikan, padahal kami sudah pernah membahas dalam rapat Musrembang Kecamatan dari tahun ketahun,” ujar Geuchik Yusuf menjelaskan.
Namun hingga detik ini belum terlihat ada tanda-tanda untuk dibagun kembali, masyarakat disini mengharapkan untuk tahab awal dapat dilakukan pengerasan saja supaya masyarakat dapat melalui dengan nyaman dan mudah.
“Kami mengharapkan agar bangunlah jalan ini dengan pengerasan supaya masyarakat tidak lagi berkubang lumpur dan bermandikan debu tiap hari,” mohonnya.
Semoga harapan masyarakat Gampong Mesjid khususnyai Duson M7 dan Dusun Simpang Punti segera terwujud ditangan Bupati Hasballah M Thaib, sehingga semua masyarakat Aceh Timur dapat menikmati pembangunan secara merata tak terkecuali masyarakat pedalaman yang sangat menderita saat konflik bersenjata berlangsung.
Apalagi harapan mereka tidak muluk-muluk, hanya memikirkan bagaimana mereka dapat membawa hasil pertanian mereka dengan nyaman dan anak-anak dapat kesekolah tanpa harus bermandikan lumpur.
“Kami hanya memikirkan anak sekolah dimusim hujan yang harus berlibur kesekolah atau guru sekolah tidak bisa kesekolah akibat jalan becek berlumpur,” Ujar Geuchik Yusuf mengakhiri pembicaraan ini dengan wajah sedih. | AT | RD | Rilis Warga|

