Norwegia | acehtraffic.com –
Membuat acara, untuk bertemu, saling memaafkan inilah dilakukan warga Aceh di
Norwegia dalam merayakan lebaran Idul Firi 1434 H kali ini. Bagi yang tinggal
disekitar Rogaland berkumpul di Bydelhus Forus menggelar acara halal bihalal,
dan makan bersama. Ini sebagai ganti saling berkunjung seperti suasana lebaran
di Aceh. Disinilah bermaaf maafan, bersenda gurau dan saling bercerita.
Canda dan tawa pun terlihat pada
Minggu 11 Agustus 2013 itu, Nuansa Ramadhan dan lebaran jelas terasa
perbedaanya. Kalau di Aceh pada malam lebaran suara takbir menggema di setiap
sudut kota, disini sangat sunyi dengan suasana itu, malah hanya terdengar suara
lonceng gereja yang berbunyi setiap lima belas menit sekali.
Namun itu semua tidak
menghalangi semangat Warga Aceh dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri di
Stavanger. Jumlah masjid yang masih terhitung sedikit, tetapi warga Aceh dan
warga Muslim dari berbagai negara lainnya yang menetap di Wilayah Rogaland
tetap dapat melaksanakan shalat Idul
Fitri di beberapa masjid yang ada di Stavanger dan Sandnes.
Jarak ribuan kilometer dari
tanah Aceh tidak mengurangi hangatnya lebaran kali ini karena Warga Aceh bisa
bertemu dengan warga Aceh lain yang menetap di wilayah Rogaland. Pada saat
acara Halal bi halal ini sesama warga Aceh bisa melepas rindu dengan Canda dan
tawa.
Rasa haru dan terasa seperti
sedang berada di Aceh ketika alunan
kitab suci alquran yang di bacakan oleh Mauliza Ridwan berkumandang kemudian
disusul suara takbir dan adzan menggema
yang di kumandangkan oleh Tgk.H.Zulkifli Abdullah( Zulkifli Abda). Sekalipun
Islam di Eropa masih menjadi minoritas tapi semangat menegakkan syariat tetap
dipegang teguh oleh warga Aceh di Norwegia.
“Kami ini hidup di
perantauan, moment lebaran seperti ini tentu tidak ingin kami lewatkan begitu
saja. Acara halal bihalal ini semoga bisa mempererat talisilaturhami kami
dengan teman-teman yang ada di wilayah Rogaland” jelas Tarmizi Ibnu.
Tujuan digelarnya acara ini untuk
mempererat tali silaturahmi antar warga Aceh. Meskipun hanya dilaksanakan
secara sederhana karena ramai warga Aceh yang menetap di sekitar Rogaland yang
pulang kampung(pulkam) untuk berpuasa dan berlebaran di Aceh dengan sanak
saudara, tetapi tetap tidak mengurangi makna dari kegiatan tersebut. karena
kegiatan halal bihalal ini kami lakukan rutin di saat setiap lebaran tiba.
"Kami melakukan
kegiatan ini untuk menjaga kekompakan dan kesolidan sesama warga Aceh,"
tambah Tarmizi Ibnu. Sebagai wakil ketua Affor, ia juga mengajak semua warga
Aceh untuk tetap kompak, solid, dan selalu menjaga nama baik Aceh di Norwegia.
Tgk.H.Abdul Qadir selaku
yang dituakan memberikan ceramah singkat didalam ceramahnya dia menagatakan ummat
islam yang baik telah semestinya kita berlapang dada, terutama pada sesama
muslim serta muslimah, yang telah barang pasti didalam kehidupan sehari-hari
melakukan perihal yang bikin kita khilaf, rasa salah serta rasa berdosa.
Dia juga mengajak
teman-teman semua , untuk melapangkan dada, buka hati dengan rasa sabar serta
penuh keikhlasan, atas ridha Allah menghendaki serta berikan maaf atas
kekeliruan di antar kita semua, baik yang disengaja ataupun yang tidak
disengaja.
Acara tersebut diakhiri
dengan makan bersama dengan menu khas Aceh dan Indonesia, seperti rendang,
pecal, sup, masak kari, timphan, mie Aceh, buah-buahan dan berbagai makanan
kecil sudah menanti. Tentu ini cukup menjadi obat kerinduan Warga Aceh akan makanan
khas Aceh dan Indonesia.| AT | RD| Bahar_Nor|
