Kabinet Mesir menuduh kelompok Ikhwanul Muslimin sebagai "teroris dan penjahat."
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, kabinet Mesir mengatakan bahwa pasukan keamanan telah menghadapi serangan oleh unsur-unsur teroris dan penjahat, dan telah menangkap beberapa teroris yang tergabung dalam organisasi "Ikhwanul Muslimin."
![]() |
| Warga Mesir yang jadi korban pembantaian oleh militer Mesir saat melakukan unjuk rasa pro-Morsi |
Pernyataan tersebut keluar setelah terjadinya aksi pembantaian oleh militer Mesir selama operasi pembubaran terhadap pendukung pro-Morsi pada hari Rabu, yang menewaskan sedikitnya 578 orang menurut data pemerintah. Pada hari Jumat kekerasan itu terus berlanjut, puluhan orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka.
Partai Front Demokratik Liberal Mesir menyerukan pada hari Jumat untuk mendaftarkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, dan menambahkan bahwa anggota kelompok tersebut harus bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi.
Dalam pernyataannya, partai tersebut juga mengumumkan dukungannya bagi tentara dan polisi untuk membubarkan aksi demonstrasi pendukung pro-Morsi.
Ikhwanul Muslimin secara resmi dilarang pada tahun 1954 dan hingga saat ini merupakan kelompok di Mesir yang paling terorganisir. Kelompok Ikhwanul Muslimin mulai berpartisipasi secara menonjol dalam proses politik Mesir setelah penggulingan Presiden Hosni Mubarak pada tahun 2011, dan diperbesar perannya setelah kandidatnya Muhammad Morsi menjadi presiden pertama yang terpilih secara demokratis di negara itu. | AT | Z | Xinhua

