News Update :

Hizbut Tahrir Indonesia Kutuk Pembantaian di Mesir, AS ada di Belakang

Jumat, 23 Agustus 2013

Langsa | acehtraffic.com - Hizbut Tahrir Indonesia  mengutuk keras pembantaian oleh militer Mesir terhadap rakyat Mesir.  Menurut organisasi itu, tindakan tersebut sangat tidak layak dilakukan oleh pihak militer yang semestinya pelindung rakyat.  

Tindakan itu juga sangat bertentangan dengan ketentuan syariat Islam. ,”Membunuh jiwa tanpa alasan syar’iy bagaikan membunuh manusia keseluruhan.,” begitu disebutkan dalam rilis yang diterima redaksi yang dikirim melalui Hizbut Tahrir Kota Langsa.Jumat 23 Agustus 2013

Muhammad Ismail Yusanto Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia juga menyesalkan  sikap hipokrit negara-negara Barat, khususnya AS, yang satu sisi selalu menyerukan demokrasi tapi di sisi lain mendukung tindakan militer Mesir  menggulingkan Presiden Mursi yang telah dipilih secara demokratis. 

Satu sisi mereka selalu menyerukan penghormatan terhadap HAM, tapi disisi lain tidak bertindak secara semestinya, bahkan cenderung membiarkan dan dibelakan secara diam-diam mendukung, tindakan brutal militer Mesir yang membantai ribuan rakyat Mesir

Dalam rilis yang diterima redaksi organisasi ini menyerukan kepada umat Islam untuk berjuang dengan sungguh-sungguh bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah karena hanya inilah yang akan mengembalikan kejayaan Islam.

Katanya, perjuangan itu dilakukan hanya melalui jalan atau metode yang telah ditunjukkan oleh baginda Rasulullah SAW. ,”Umat Islam harus menolak cara-cara yang ditentukan oleh Barat, termasuk jalan demokrasi, yang pada faktanya jalan itu hanya untuk kepentingan mereka,”

Muhammad Ismail Yusanto memberikan pandangan, dimana ketika melalui jalan itu, kekuatan politik Islam naik ke tampuk kekuasaan, mereka barat tak segan dengan segala cara akan menghentikannya.

Sebagai contoh, seperti yang terjadi pada FIS di Aljazair atau Erbakan di Turki, dan kini di Mesir. Jelas sekali jalan itu penuh dengan kebohongan dan kebusukan. AS, dan negara Barat, akan melakukan apapun terhadap siapapun yang mengancam kepentingan politiknya atau bertentangan dengan kepentingan penjajahannya pihak itu meskipun terpilih secara demokratis

Seperti telah luas diberitakan, akhirnya pihak militer Mesir membuktikan ancamannya. Dengan brutal, pada Rabu, 14 Agustus lalu, mereka menembaki para demonstran yang tengah melakukan aksi damai di lapangan Rabiah al Adawiyah dan bundaran al Nahdhah, Kairo, Mesir, memprotes kudeta Presiden Muhammad Mursi baru lalu dilakukan oleh militer.

Menurut pemerintah Mesir, ratusan orang meninggal dan luka-luka. Tapi menurut pihak Ikhwanul Muslimin, sebagaimana yang dikutip stasiun televisi Aljazeera (14/8), terdapat lebih dari 3000 tewas dan belasan ribu luka-luka akibat serangan keji dan mengerikan itu. 

Sebagian besar korban terbunuh akibat tembakan peluru. Sebagian mayat bahkan hangus terbakar. Diantara korban, terdapat tiga orang jurnalis yang tewas ditembak saat tengah bertugas.

Melalui aksi brutal ini, lagi-lagi membuktikan militer Mesir telah menjadi mesin pembantai rakyat Mesir yang seharusnya dilindunginya. Hijbur Tahrir melihat secara resmi AS telah mengecam aksi itu, tapi tindakan militer Mesir ini tidaklah lepas dari 'restu' AS, karena AS memang senantiasa mendukung militer Mesir sejak era Gamal Abdul Nasir, Anwar Sadat dan Husni Mubarak.

Selama lebih dari 30 tahun, pemerintah AS terus menyalurkan bantuan militer ke Mesir. Bantuan ini merupakan bantuan kedua terbesar yang dikeluarkan Negara Paman Sam setelah ke Israel; termasuk bantuan mesin perang dan jet-jet tempur F-16.

Selain itu terdapat 500 pejabat militer Mesir yang menempuh pascasarjana militer di Amerika setiap tahun. Bahkan pria yang memimpin militer dan menggulingkan Mursi adalah alumni US Army War College di Pennsylvania.

Sikap hipokrit juga ditunjukkan oleh Amerika Serikat yang sepertinya mengecam pembunuhan masal militer, namun di sisi lain Amerika Serikat sendiri tidak pernah menyatakan pelengseran Mursi ini sebagai kudeta militer. | AT | RD | Rilis|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016