Takengon
| acehtraffic.com- Penanganan korban gempa gayo yang sebelumnya berposko induk
di kabupaten Bener Meriah kini dipindahkan ke
ibu kota kabupaten Aceh Tengah Takengon, Rabu 17 Juli 2013. Selain itu
status penanganan korban gempa juga berubah, dari tanggap darurat ke pemulihan
kondisi.
Sebagaimana di laporkan
situs berita lintas gayo.com setelah Gubernur mengumunkan pengalihan status
penanganan Gempa dari tanggap darurat ke pemulihan, Gubernur melakukan
konfrensi Pers, dan dalam konfrensi pers tersebut sejumlah pertanyaan diajukan
ke Gubernur.
. “Dana tanggap darurat senilai Rp 64 milyar
lebih yang bersumber dari APBA, mengapa sampai belum dicairkan. Apakah dana itu
siap pakai, berapa persen sudah disalurkan,”
tanya Bahtiar Gayo, wartawan
Waspada, sebagaimana dilansir Lintasgayo.com. Terkait pertanyaan ini gubernur
tidak menjawab detail.
Selain menanyakan
persoalan dana, wartawan senior ini juga mempersoalkan tehnis design tugas yang
diterapkan gubernur dalam mengambil alih pengendalian tanggap darurat. “Mengapa
para kepala dinas SKPA, tidak pernah ikut rapat saat diselenggarakan rakor, di
mana mereka berkantor,” tanya Bahtiar.
Mendapat pertanyaan serius itu, gubernur
tersentak. Persoalan dana tidak dijawab gubernur di hadapan peserta rakor itu.
Namun untuk persoalan
SKPA, Zaini Abdullah menyebutkan, walau tidak hadir kepala SKPA, namun sudah
ada orang kepercayaan dalam menangani tugas di Aceh Tengah. “Memang benar
kepala SKPA tidak hadir di Aceh Tengah, namun seluruh tugas yang dipercayakan
kepadanya, semua dapat dilaksanakan dengan baik, “ jelas Zaini Abdullah. Selain
mempersoalkan dana dan SKPA.
Bahtiar Gayo juga
mempertanyakan sikap gubernur dalam memperjuangkan anggaran untuk perbaikan
infrastuktur akibat gempa itu. Tahun anggaran 2013 berapa direncanakan dan
tahun 2014 berapa, karena mengharapkan kekuatan Pemda Aceh Tengah tidak mungkin
persoalan yang besar itu mampu diselesaikan. Namun gubernur tidak memberikan
jawaban yang pasti.
Demikian juga ketika
dipersoalkan tentang perbaikan ekonomi rakyat yang hancur akibat gempa, orang nomor satu di Aceh
ini menjawabnya dengan klasik. Demikian dengan pertanyaan Jurnalisa, wartawan
harian Orbit yang meminta agar gubernur menambah anggaran untuk perbaikan
rumah.
Dimana presiden SBY
sudah menjanjikan akan menyediakan dana Rp 40 juta untuk rumah yang rusak berat
Rp 20 juta untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rusak ringan. Gubernur tetap
tidak memberikan jawaban pasti. Gubernur hanya menjelaskan penggunaan anggaran
senilai Rp 64 milyar yang dipergunakan untuk tanggap darurat dan kini dialihkan
ke masa peralihan pemulihan.
Dana tanggap darurat ke masa peralihan pemulihan, Rp 64,9 milyar lebih
itu, dipergunakan untuk 6 item kegiatan.
Untuk pangan dan logistik Rp 21 milyar. Fisik Rp 25 milyar, kesehatan Rp 1,8
milyar, Bina Marga Rp 721 juta, pendidikan Rp 13,8 milyar dan Badan Penanggulangan
Bencana Aceh Rp 1,96 milyar.
Catatan Lintas Gayo, Aceh Tengah sudah
mengeluarkan dana tanggap darurat Rp 300 juta ditambah dengan dana dari BNPB Rp
800, sementara dari APBA yang dikelola propinsi Aceh senilai Rp 64 milyar
lebih, belum diketahui penggunaannya. |AT| RD | Sumber Lintasgayo.com|
