Banda Aceh
| acehtraffic.com – Gempa sebesar 6,2 skala richter, yang mengungcang Kabupaten
Bener Meriah dan sekitarnya, telah menyebabkan terjadinya gangguan jaringan
telekomunikasi.
Hingga,
setelah terjadinya gempa tersebut. Perusahaan informasi dan
komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di
Indonesia, Telkomsel terus memantau
kualitas jaringan.
Head of Group Area Sumatera
Telkomsel, Herry Setiawan kepada The Aceh Traffic mengatakan. Untuk di lokasi
gempa, yaitu di Takengon dan Bener Meriah. Layanan komunikasi memang belum
normal secara maksimal.
Hal tersebut disebabkan oleh
sejumlah
BTS yang tidak dapat melayani dengan baik, karena mengalami pemadaman listrik, dan
untuk tetap dapat melayani pelanggan Telkomsel telah
mengaktifkan
genset sebagai catuan daya listrik cadangan.
Dirinya menambahkan, Untuk menjaga
performansi jaringan di daerah terkena dampak bencana, team Network Operation Telkomsel
secara terus menerus memantau perkembangan performansi Network agar tetap dapat
melayani pelanggan dengan baik.
“Telkomsel juga berupaya melakukan mobilisasi
genset untuk meningkatkan daya listrik,” ujar Herry Setiawan, Jumat, 5 Juli 2013.
Herry menyebutkan, Untuk kebutuhan
komunikasi selain tetap menjaga kualitas jaringan, Telkomsel juga menjamin
ketersediaan produk Telkomsel baik paket perdana kartu prabayar simPATI dan
kartu AS, maupun pulsa isi ulang hingga ke tingkat Oulet yang tersebar di
wilayah ini.
Di Aceh, tersedia lebih dari 2300 Base
Transceiver Station (BTS) Telkomsel Nangroe Aceh Darussalam. Jumlah ini merupakan
bagian total lebih dari 6700 BTS di Regional Sumbagut (Sumut dan NAD) yang kini melayani lebih dari 13
juta pelanggan.| AT | M | KL |

