The Aceh Traffic Media |
- »

Pasar Atjeh Diresmikan Menteri Perdagangan

Wednesday, July 17, 2013

Share berita ini :


Banda Aceh | acehtraffic.com- Pemerintah Kota Banda Aceh kembali merampungkan pembangunan Pasar Atjeh tahap ke II. Pasar dengan konsep modern dan tetap mempertahankan nuansa tradisional ini akan di resmikan oleh Menteri Perdagangan RI, Bapak Gita Wirjawan pada hari ini Selasa, 16 Juli 2013.

Pasar Atjeh ini, lokasinya terletak pada pusat kota dan berdampingan dengan Masjid Raya Baiturrahman yang merupakan masjid kebanggaan masyarakat Aceh dan salahsatu masjid termegah di Asia Tenggara.

Pasar Atjeh memiliki peran strategis dalam pembangunan Aceh. Sebagai pasar tertua di Aceh, pasar ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam pembangunan ekonomi Aceh. Pasar Atjeh ini menjadi simbol perekonomian Aceh yang saat itu menjalin kerjasama perdagangan dengan bangsa-bangsa di seluruh dunia, terutama Eropa, Turki dan Cina.
Di saat Belanda masuk ke Aceh, pasar ini juga memiliki peran penting dalam perdagangan, karena pasar ini, saat itu, tidak hanya menjadi symbol perdagangan, namun juga symbol politik Aceh di masa Kerajaan Aceh Darussalam.

Sebelum musibah tsunami, siapapun yang datang ke Banda Aceh merasa belum lengkap mengunjungi ibukota Provinsi Aceh ini sebelum mengunjungi dan berbelanja di Pasar Atjeh, karena sebagai pasar tradisional, Pasar Atjeh menjual semua kebutuhan masyarakat, mulai daun pisang, sirih, sampai dengan emas dan perak, semacam one stop service.

Musibah Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami pada 26 Desember 2004 telah menghancurkan sepertiga wilayah Kota Banda Aceh, termasuk pasar kebanggaan masyarakat Aceh ini. Pemerintah bersama warga dan partisipasi lembaga donor berhasil memulihkan kembali kota ini, bahkan secara fisik kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya.  

Berbagai langkah telah ditempuh untuk kembali menggairahkan perekonomian masyarakat Kota Banda Aceh. Kotanya sudah ditata dengan baik, infrastrukturnya sudah dan akan terus disempurnakan, renovasi pasar, perbaikan jalan, jembatan, drainase, terminal, pelabuhan, taman, tempat-tempat rekreasi, air minum, pendidikan, kesehatan, ekonomi, kehidupan keagamaan, peranan masyarakat, peranan perempuan, pembinaan anak-anak, remaja dan pemuda, peranan tokoh dan para Ulama, kenyamanan lingkungan, taman-taman pelepas lelah atau tempat-tempat mencari inspirasi, ide atau tempat menampilkan ekspresi atau bakat sudah dan akan terus disediakan secukupnya sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Pembangunan Pasar Atjeh Tahap II dengan luas 36.000 M2 ini menghabiskan dana sebesar Rp 116,2 M yang bersumber dari APBN, yakni melalui Kementerian Perdagangan sebesar 71,9 Milyar, Pinjaman dari World Bank sebesar 42 Milyar dan dari APBK Banda Aceh sebesar 2,3 Milyar yang digunakan untuk Perencanaan dan Pengawasan.

Layaknya pasar modern, fasilitas berjualan di Pasar AtjehTahap II ini juga dibangun dengan konsep masa kini. Selain menyediakan ratusankios di setiap lantainya, Pasar ini juga menyediakan los sayur dan buah di lantai dasar sebanyak 106 unit, yang semuanya sudah penuh dan akan diisi segera oleh pedagang.

Tidak hanya kios dagangan, kompleks Pasar Atjeh ini juga akan dilengkapi dengan super market, pusat jajanan, pusat permainan anak, mushalla, dan ruang pertemuan. Dengan fasilitas yang telah lebih mapan ini, pedagang Pasar Atjeh diminta untuk mematuhi semua ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam penertibandan pengelolaan pasar.

Ada 2 hal yang menarik dari Pembangunan Pasar Atjeh ini, Yang pertama adalah bangunan pasar ini bukan di atas tanah kosong milik Pemerintah Kota Banda Aceh secara penuh, akan tetapi di atas tanah milik masyarakat, pribadi, keluarga, tanah waqaf dan sebahagian milik Pemerintah Kota dengan sistem konsolidasi lahan.

Sedangkan yang kedua, Pemko telah mengesahkan pengelolaan pasar ini dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). | AT | RD| RI|


Redaksi menerima sumbangan tulisan dalam bentuk opini, artikel atau pengalaman pribadi. Setiap tulisan dapat dikirim ke email redaksiaceh.traffic@gmail.com dan disertai identitas dengan mencantumkan nomor telepon/email.