
Jakarta | acehtraffic.com - Model majalah pria dewasa, Vanny Rossyane, tampil sebagai bintang tamu di acara Seputar Obrolan Selebriti (SOS) ANTV. Di acara tersebut, Vanny blak-blakan bercerita soal kisah perkenalannya dengan terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang Jakarta Timur.
Vanny mengatakan, awal pertemuannya dimulai saat seorang teman memperkenalkannya dengan Freddy. Ia diminta datang langsung untuk menemui Freddy di Lapas Cipinang. "Saya kenal abang (Freddy) November akhir 2012. Setiap kali bertemu, abang selalu sewa tempat di sana," kata Vanny.
Untuk menjamu Vanny juga teman-temannya, Freddy membayar sewa satu ruangan di Lapas dengan harga tak murah. "Setiap kali saya ke sana, Abang sewa tempat dari pukul 10 pagi-10 malam. Waktu itu disewa Rp40 juta," ujarnya.
Apa yang dilakukan Vanny selama bertamu ke Lapas katanya hanya sekedar ngobrol sambil menggunakan sabu. Namun, setiap kali pulang ke rumah, Vanny selalu diberi uang jajan. "Awalnya aku selalu tanya, ini buat apa uangnya. Tapi kata abang buat jajan. Saya take and give saja sama dia, nggak pernah morotin. Pertama kali dia kasih Rp10 juta. Selanjutnya, setiap kali pertemuan dikasih uang Rp10 juta."

Vanny mengaku tak punya maksud apapun membeberkan semua kisah perkenalannya dengan Freddy. Ia bahkan membantah sekedar mencari sensasi atau karena motif rasa cemburu. Lewat tayangan SOS, Vanny pun minta maaf pada Freddy atas kejujurannya. "Sekarang saya minta maaf kalau menjelekkan namanya. Saya nggak ada maksud apa-apa," katanya.
Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman sempat berniat kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.
Hal ini diungkapkan wanita yang mengaku teman dekat Freddy, Vanny Rossyane, kepada VIVAnews di Studio ANTV, Jakarta, Selasa 30 Juli 2013.
"Tapi saya (waktu itu) nggak mau ngomong karena dia orangnya baik banget. Dia bilang begini, "Van, kalau aku dihukum mati, aku mau kabur saja," ucap Vanny menirukan.
Vanny tak menjelaskan kapan dan di mana Freddy pernah menyatakan hal itu. Namun, Vanny memastikan niat kabur Freddy itu hampir berhasil direalisasikan.
"Awalnya kan dia sudah operasi hidung, dan dia berani bayar ratusan miliar untuk menukar dirinya di dalam lapas," kata dia.

Kebaikan Freddy kepada Vanny diungkapkannya bukan hanya sekedar berbagi barang haram sabu semata di dalam lapas. Vanny yang memang seorang pecandu sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama ini mengatakan, sudah banyak aset yang diberikan Freddy kepadanya.
"Kalau itu rahasia saja. Kalau dibilang saya dibeliin banyak-banyak begitu, nanti ada yang cemburu kayak kemarin. Nanti ditanya surat-suratnya. Ya sudah atas nama saya semuanya lah," tutur model majalah dewasa ini.
Diberitakan sebelumnya bahwa terpidana kasus narkoba Freddy Budiman diduga mendapat perlakuan istimewa di dalam tahanan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Narkotika Cipinang. Oleh karena itu, Freddy dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
"Benar kami sudah pindahkan pukul 24.05 WIB. Pemindahan ke Lapas Nusakambangan," kata Kepala Sub Direktorat Komunikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Akbar Hadi VIVAnews, Selasa, 30 Juli 2013.
Disampaikan Akbar, pemindahan dilakukan dengan pengawalan petugas dari kepolisian dan lapas. Sekitar pukul 08.00 WIB, Freddy diperkirakan sudah sampai di Nusakambangan.
Saat ditanyai apakah pemindahan ini karena perlakuan istimewa yang diberikan kepada gembong narkoba itu di Cipinang, Akbar tak bersedia menjelaskan.
Menurutnya, pemindahan atau pengasingan ini dilakukan karena putusan pimpinan. "Itu sudah sesuai keputusan menteri. Diasingkan dan dipindahkan," katanya. | AT | I | Viva |
