Aceh
Utara | acehtraffic.com – Pernyataan
Ketua Dewan Pertimbangan Pemekaran Provinsi (KP3ALA) Pusat, Armen Desky tentang
prediksi pemekaran Provinsi Aceh Lauser Antara (ALA) bakal terwujut sebelum
Pemilu 2014 nanti, mengecohkan sebagian orang hingga angkat bicara.
Prediksi
yang disampaikan Alumni Cipinang itu diutarakan dalam acara buka puasa bersama
Pemuda Pancasila (PP) di Banda Aceh, Minggu, 21 Juli 2013, lalu.
Dia
mengatakan surat persetujuan untuk pemekaran ALA sudah berada di meja
sekretaris negara. "Kita do'akan saja, kalau tidak halangan apapun
pemekaran provinsi ALA bakal terwujud," katanya seperti yang dilansir
Rakyat Aceh.
Menurut
mantan Bupati Aceh Tenggara yang terjerat kasus korupsi dana APBD tahun
2004-2006 senilai Rp 26,9 miliar itu, memperkirakan Presiden akan
menandatangani Provinsi ALA terlebih dahulu, “sebab dilihat dari segala
persyaratan justru daerah tengah dan tenggara ini yang sudah siap” Kata dia.
Sedangkan
untuk Provinsi ABAS, katanya sudah juga menyiapkan segala administrasi dan
syarat kelengkapan lain. Namun masih ada yang harus dipersiapkan kembali dan
butuh waktu dalam beberapa langkah lagi.
Namun,
kata Armen, soal ABAS tetap kita dukung juga, sehingga yang namanya sama-sama
berjuang tentu harus saling memberikan dorongan, sehingga bisa terwujud.
“Kalau
nantinya, ALA lebih duluan, maka ABAS akan kita ajak untuk bergabung saja. Yang
penting mekar dulu. Soal penentuan ibukota provinsi, diharapkan tim pusat
nantinya yang akan menentukan di kabupaten mana yang cocok,” jelasnya lagi.
Menurut
Armen, sudah cocok di Aceh ini punya tiga Provinsi dengan satu Wali Nanggroe,
ini dimaksudkan salah satunya untuk menarik agar dana pusat bisa lebih banyak
diberikan ke daerah ujung Sumatera ini.
Kemudian,
dengan pemekaran dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Aceh. Dimana,
sekarang ini, justru angka pengangguran masih banyak karena ketiadaan produksi
apapun di 23 kabupaten/kota.
Kemudian,
dengan pemekaran ini, tambah Armen, maka nantinya bisa saling bergantian
sehingga semua masyarakat Aceh punya peluang menjadi Wali Nanggroe.
Namun
pernyataan tersebut ditolak mentah tanpa ditimbang oleh Sekjen Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) Komite Bersama Rakyat Aceh (Kobra), Amri Usman. Rabu 24 Juli
2013.
Menurutnya
pernyataan tersebut merupakan bagian dari misi memecah-belahkan masyarakat
Aceh, dan tentunya hal tersebut merupakan provokasi murahan dan menyesatkan.
"Itu
adalah provokasi!, diminta jangan terus mencari perbedaan, cobalah cari
kesamaan untuk membangun Aceh kedepan yang lebih baik, bukan musti terpecah
belah," harap Sekjen Kobra, Amri Usman.
Menurut
dia, upaya pemekaran Provinsi Aceh untuk menjadi beberapa Provinsi bukanlah
suatu ide yang patut didukung, karena hal itu akan memecah belah keutuhan
wilayah Aceh, dan juga akan melahirkan raja-raja kecil yang pada akhirnya akan
menjadi beban pada keuangan negara.
"Keutuhan
wilayah Aceh sudah final dan tidak boleh ditawar-menawarkan lagi," Kata
Kobra.
Sementara
mahasiswa Unimal justru mendukung hal yang disuarakan oleh kawan-kawan Gayo
Merdeka. “silahkan saja pisah dengan Aceh bila mersa didiskriminasi atau
dimarginalkan, merasa terjajah akibat tidak adil, semua orang punya hak untuk
merdeka sama halnya dengan Aceh untuk merdeka begitu juga dengan ALA ABAS” Kata
Bustami Ibrahim. Minggu, 28 Juli 2013.
Mahasiswa
sosialogi Universitas Malikussaleh itu meminta semua pihak untuk tidak melarang
ALA ABAS untuk merdeka. Menurutnya bila ada orang yang melarang artinya mereka
harus mampu memberikan yang dirasakan oleh orang ALA ABAS tidak adil.
“Pemerintah
Aceh saja yang memiliki kekuasaan tidak merespon atau merasa kehilangan, bila
pun itu dilarang kan sudah dicari solusinya, minimal memanggil tokoh-tokoh itu
diberikan sedikit ladang basah biar diam, termasuk alumni Cipinang itu” Kata
Koordinator Gapman itu sambil tertawa. | AT | IS | BBS |




